alexametrics
25.6 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Cegah ISPA, Gapki Kalbar Beri Layanan Kesehatan Gratis

SUNGAI AWAN – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalbar mengelar bakti sosial di beberapa tempat. Hal ini sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Kegiatan bertajuk Baksos Pengobatan Dampak Asap ini menyasar 700 masyarakat di sekitar Kecamatan Muara Pawan, Sabtu (21/9).

Koordinator Gapki Wilayah Ketapang, Riduan, menjelaskan, kegiatan ini dilakukan di Kantor Camat Muara Pawan, Jalan Ketapang – Siduk kilometer 17. “Peserta yang kita targetkan sebanyak 700 orang untuk bisa mendapatkan layanan kesehatan ini. Tapi, bagi pasien yang tidak mendapatkan kupon, akan tetap dilayani. Layanan kesehatan ini dibatasi hingga pukul 16.00 WIB,” kata Riduan.

Dalam baksos tersebut Gapki membawa tenaga medis masing-masing dari Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia sebanyak tiga dokter dan tiga apoteker, ditambah dua dokter dan empat perawat dari perkebunan Sinar Mas. Selanjutnya, mereka juga menyertakan tenaga medis kecamatan sebanyak satu dokter, enam perawat, tiga bidan, serta satu apoteker. Bahkan perwakilan tenaga medis dari PT. Bumitama Gunajaya Agro (BGA) juga diboyong sebanyak satu dokter dan dua perawat.

Kegiatan ini diharapkan dia mampu membantu masyarakat yang mengalami masalah kesehatan. Apalagi dalam peristiwa kabut asap karhutla, tak dipungkiri dia jika masyarakat rentan menghirup partikel sangat kecil yang bisa menembus hingga ke dalam paru-paru, yang dapat mengakibatkan gangguan pada sistem pernapasan. “Kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan, karena akan mendasari peningkatan kualitas dan kuantitas hidup seseorang dalam bermasyarakat. Bagi seseorang yang memiliki penyakit tentu akan sangat sulit baginya untuk beraktivitas, apalagi di saat kondisi cuaca yang tidak sehat. Gapki peduli dengan hal tersebut dengan memberikan pelayanan kesehatan ini termasuk bisa dimanfaatkan masyarakat yang kesehatan terganggu karena asap,” ujar Riduan.

Baca Juga :  Terangi 25 Desa

Camat Muara Pawan, Maisir, mengucapkan terima kasih kepada Gapki Kalbar yang telah menempatkan kegiatan baksos pengobatan gratis di daerah Muara Pawan. Menurutnya, kegiatan ini sangat berguna bagi masyarakat, karena akibat kabut asap, kesehatan anak-anak bahkan para orang tua rentan terkena ISPA (infeksi saluran pernafasan atas).

“Kesempatan ini tolong dipakai sebaiknya. Ada dokter di sini, bisa konsultasi, tidak hanya untuk sakit sesak nafas, batuk. Kalau ada masalah sakit gigi juga bisa disampaikan. Karena selain kesehatan jasmani dan kesehatan rohani, kesehatan gigi juga sangat penting,” ujarnya.

Maisir juga berpesan kepada seluruh warga yang hadir untuk menghindari membuka lahan dengan cara membakar, apalagi yang dilakukan di musim kemarau. “Itu ada undang-undang yang melakukannya bisa kena hukuman. Jadi jangan main-main dengan api,” tandasnya.

VPA Perkebunan Sinar Mas Kalimantan Barat, Junaidi, mengucapkan terima kasih kepada Camat dan para kepala desa di Muara Pawan, yang mau menyertakan warganya berpartisipasi dalam Bakti Sosial Pengobatan Dampak Asap. Kegiatan ini, sebut dia, diinisiasi oleh Gapki Kalbar yang didukung Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Perwakilan Sinar Mas, Sinar Mas Agribusiness and Food, serta Bumitama Gunajaya Agro.

Dampak karhutla, diakui dia, merugikan semua pihak, baik dari kesehatan, serta menghambat transportasi udara hingga laut. Bahkan, tak dipungkiri dia juga jika aktivitas perdagangan ikut terganggu.

Baca Juga :  Harapan Warga Desa Biku Sarana Pada Junaidi-Sahrani

“Izinkan kami memberikan perhatian pada kesehatan masyarakat di sini. Jika meminjam istilah dari Tzu Chi, yang bilang kita ini berjodoh. Kami berbakti pada masyarakat, dan masyarakat mau dilayani oleh kami. Maka inilah bentuk cinta kasih. Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat,” kata Junaidi.

Satu di antara warga Kecamatan Muara Pawan, Solha (42), mengakui dampak kabut asap memang sangat dirasakannya. Beberapa pekan ini, ia mengalami batuk, begitu pula dengan suaminya. Keluhan masalah kesehatan ini diutarakan dia kepada petugas medis di posko layanan kesehatan. “Saya sampaikan juga sakit asam urat. Jadi tadi diberikan obat dan vitamin. Kalau bagi kami warga yang kurang mampu, kegiatan ini sangat membantu sekali. Terimakasih ada kegiatan ini dan semoga lebih sering,” ujar ibu dengan lima anak ini.

Anwar (9), bocah kelas IV SD N 02 Muara Pawan ini juga berpartisipasi bersama kedua orang tuanya memeriksakan kesehatan. “Keluhan batuk filek saja. Ini ada dikasih obat oleh dokter. Sudah beberapa hari tidak sekolah karena libur asap,” ujar anak ketiga dari tiga bersaudara ini.

Di hari yang sama Gapki Kalbar juga menggelar kegiatan pembagian 20 ribu masker di jalanan Kota Pontianak. Kegiatan dipusatkan di areal Masjid Mujahidin, perempatan lampu merah Jalan A Yani – Sultan Abdurahman (Simpang Pajak), serta Bundaran Digulis Universitas Tanjungpura, dan di titik Simpang Hotel Garuda Pontianak. (ser)

SUNGAI AWAN – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalbar mengelar bakti sosial di beberapa tempat. Hal ini sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Kegiatan bertajuk Baksos Pengobatan Dampak Asap ini menyasar 700 masyarakat di sekitar Kecamatan Muara Pawan, Sabtu (21/9).

Koordinator Gapki Wilayah Ketapang, Riduan, menjelaskan, kegiatan ini dilakukan di Kantor Camat Muara Pawan, Jalan Ketapang – Siduk kilometer 17. “Peserta yang kita targetkan sebanyak 700 orang untuk bisa mendapatkan layanan kesehatan ini. Tapi, bagi pasien yang tidak mendapatkan kupon, akan tetap dilayani. Layanan kesehatan ini dibatasi hingga pukul 16.00 WIB,” kata Riduan.

Dalam baksos tersebut Gapki membawa tenaga medis masing-masing dari Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia sebanyak tiga dokter dan tiga apoteker, ditambah dua dokter dan empat perawat dari perkebunan Sinar Mas. Selanjutnya, mereka juga menyertakan tenaga medis kecamatan sebanyak satu dokter, enam perawat, tiga bidan, serta satu apoteker. Bahkan perwakilan tenaga medis dari PT. Bumitama Gunajaya Agro (BGA) juga diboyong sebanyak satu dokter dan dua perawat.

Kegiatan ini diharapkan dia mampu membantu masyarakat yang mengalami masalah kesehatan. Apalagi dalam peristiwa kabut asap karhutla, tak dipungkiri dia jika masyarakat rentan menghirup partikel sangat kecil yang bisa menembus hingga ke dalam paru-paru, yang dapat mengakibatkan gangguan pada sistem pernapasan. “Kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan, karena akan mendasari peningkatan kualitas dan kuantitas hidup seseorang dalam bermasyarakat. Bagi seseorang yang memiliki penyakit tentu akan sangat sulit baginya untuk beraktivitas, apalagi di saat kondisi cuaca yang tidak sehat. Gapki peduli dengan hal tersebut dengan memberikan pelayanan kesehatan ini termasuk bisa dimanfaatkan masyarakat yang kesehatan terganggu karena asap,” ujar Riduan.

Baca Juga :  Terangi 25 Desa

Camat Muara Pawan, Maisir, mengucapkan terima kasih kepada Gapki Kalbar yang telah menempatkan kegiatan baksos pengobatan gratis di daerah Muara Pawan. Menurutnya, kegiatan ini sangat berguna bagi masyarakat, karena akibat kabut asap, kesehatan anak-anak bahkan para orang tua rentan terkena ISPA (infeksi saluran pernafasan atas).

“Kesempatan ini tolong dipakai sebaiknya. Ada dokter di sini, bisa konsultasi, tidak hanya untuk sakit sesak nafas, batuk. Kalau ada masalah sakit gigi juga bisa disampaikan. Karena selain kesehatan jasmani dan kesehatan rohani, kesehatan gigi juga sangat penting,” ujarnya.

Maisir juga berpesan kepada seluruh warga yang hadir untuk menghindari membuka lahan dengan cara membakar, apalagi yang dilakukan di musim kemarau. “Itu ada undang-undang yang melakukannya bisa kena hukuman. Jadi jangan main-main dengan api,” tandasnya.

VPA Perkebunan Sinar Mas Kalimantan Barat, Junaidi, mengucapkan terima kasih kepada Camat dan para kepala desa di Muara Pawan, yang mau menyertakan warganya berpartisipasi dalam Bakti Sosial Pengobatan Dampak Asap. Kegiatan ini, sebut dia, diinisiasi oleh Gapki Kalbar yang didukung Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Perwakilan Sinar Mas, Sinar Mas Agribusiness and Food, serta Bumitama Gunajaya Agro.

Dampak karhutla, diakui dia, merugikan semua pihak, baik dari kesehatan, serta menghambat transportasi udara hingga laut. Bahkan, tak dipungkiri dia juga jika aktivitas perdagangan ikut terganggu.

Baca Juga :  Bangun Kawasan Industri di MHU

“Izinkan kami memberikan perhatian pada kesehatan masyarakat di sini. Jika meminjam istilah dari Tzu Chi, yang bilang kita ini berjodoh. Kami berbakti pada masyarakat, dan masyarakat mau dilayani oleh kami. Maka inilah bentuk cinta kasih. Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat,” kata Junaidi.

Satu di antara warga Kecamatan Muara Pawan, Solha (42), mengakui dampak kabut asap memang sangat dirasakannya. Beberapa pekan ini, ia mengalami batuk, begitu pula dengan suaminya. Keluhan masalah kesehatan ini diutarakan dia kepada petugas medis di posko layanan kesehatan. “Saya sampaikan juga sakit asam urat. Jadi tadi diberikan obat dan vitamin. Kalau bagi kami warga yang kurang mampu, kegiatan ini sangat membantu sekali. Terimakasih ada kegiatan ini dan semoga lebih sering,” ujar ibu dengan lima anak ini.

Anwar (9), bocah kelas IV SD N 02 Muara Pawan ini juga berpartisipasi bersama kedua orang tuanya memeriksakan kesehatan. “Keluhan batuk filek saja. Ini ada dikasih obat oleh dokter. Sudah beberapa hari tidak sekolah karena libur asap,” ujar anak ketiga dari tiga bersaudara ini.

Di hari yang sama Gapki Kalbar juga menggelar kegiatan pembagian 20 ribu masker di jalanan Kota Pontianak. Kegiatan dipusatkan di areal Masjid Mujahidin, perempatan lampu merah Jalan A Yani – Sultan Abdurahman (Simpang Pajak), serta Bundaran Digulis Universitas Tanjungpura, dan di titik Simpang Hotel Garuda Pontianak. (ser)

Most Read

Artikel Terbaru

/