alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

HET Gas Melon Belum Ditetapkan

SAMBAS – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sambas, Ir H Fery Madagaskar Msi dengan tegas menyampaikan jika Kabupaten Sambas ada Surat Keputusan Bupati Sambas berkaitan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 Kilogram Bersubsidi untuk per kecamatan.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Linsek membahas pendistribusian gas melon yang dihadiri Kadiskumindag Kabupaten Sambas, Pertamina, pihak pangkalan, para camat, Satpol PP, hingga pihak terkait lainnya di Ruang pertemuan Kantor Diskumindag, Kamis (23/1).

“Pak Bupati menyampaikan ke saya, banyak keluhan yang langsung diterima berkaitan dengan HET gas melon. Padahal di Sambas sudah ada HET, harusnya ketetapan tersebut dilaksanakan, direalisasikan, karena pak Bupati mendapatkan laporan langsung dari masyarakat, di Jawai dan di Jawai Selatan misalnya, ada warga mendapatkan gas melon dengan harga Rp28 ribu,” kata Sekda Sambas.

Menurutnya, di dalam penetapan HET melalui SK Bupati Sambas, sudah terdapat biaya transportasi hingga ke pangkalan kemudian biaya pasang label serta margin pangkalan. Diharapkan melalui penetapan itu (HET) tak ada pihak yang merasa dirugikan, termasuk masyarakat.

Baca Juga :  Kampanyekan Membaca Secara Lantang ke Anak

“Pak Bupati ingin pengusaha, pangkalan dan masyarakat semuanya senyum,” katanya.

Toh dalam perjalanannya HET dalam SK Bupati Sambas tersebut perlu penyesuaian. Itu seharusnya bisa dilakukan secara bersama-sama, misalnya untuk ongkos transportasi perlu ditambah atau lainnya. Namun yang penting apa yang sudah ditetapkan (HET) bisa dilaksanakan.

“Menyelesaikan keluhan masyarakat terkait gas melon ini, jangan bertele-tele. Seharusnya sudah ada kesepakatan HET, laksanakan. Kalau memang dilapangan (HET) perlu penyesuaian, lakukan. Tapi jangan sampai masyarakat mengeluh sudah ada ketetapan HET tapi kenyataannya tak juga direalisasikan,” katanya.

Selain masalah HET tersebut, Sekda juga menegaskan berkaitan dengan sanksi kepada pangkalan yang tak mengindahkan HET, kemudian rekomendasi dari Tim Satgas Pangan berkaitan dengan penindakan bagi yang melanggar, serta permasalahan kuota.

Keputusan Bupati Sambas Nomor 551/KUMINDAG/2019 tentang Harga Eceran Tertinggi LPG Tabung 3 Kilogram bersumsidi pada tingkat pangkalan di dalam dan luar radius 60 Kilometer dari SPBE Filling Station untuk keperluan rumah tangga dan usaha mikro di Kabupaten Sambas.

Baca Juga :  Gudang Bahan Bangunan Terbakar

Di Kecamatan Selakau, Selakau Timur, Salatiga, Pemangkat, Semparuk dan Tebas Harga tingkat agen Rp12.750 ditambah biaya pasang label Rp500, biaya transportasi Rp1.400, margin pangkalan Rp1.850 sehingga HET di tingkat pangkalan Rp16.500.

Di Kecamatan Sebawi, yang berbeda adalah biaya transportasi menjadi Rp2.250 , margin pangkalan Rp2000 sehingga HET di tingkat pangkalan Rp17.500. Begitu juga di Kecamatan Sambas, untuk biaya transportasi menjadi Rp2.250, Margin pangkalan Rp2.500 sehingga HET Rp18 ribu. Kecamatan Subah, Sajingan Besar, Tekarang, Jawai, Jawai Selatan, Teluk Keramat dan Tangaran biaya transportasi ke pangkalan sebesar Rp3.250 dan margin pangkalan Rp3 ribu sehingga HET Rp19.500. Kecamatan

Sejangkung dan Sajad biaya transportasi Rp2.750 dan margin pangkalan Rp3 ribu sehingga HET Rp19 ribu. Kecamatan Paloh, biaya tranpsortasi ke pangkalan Rp3.250 dan Margin pangkaaln Rp3.500 sehingga HET Rp20 ribu.(fah)

SAMBAS – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sambas, Ir H Fery Madagaskar Msi dengan tegas menyampaikan jika Kabupaten Sambas ada Surat Keputusan Bupati Sambas berkaitan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 Kilogram Bersubsidi untuk per kecamatan.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Linsek membahas pendistribusian gas melon yang dihadiri Kadiskumindag Kabupaten Sambas, Pertamina, pihak pangkalan, para camat, Satpol PP, hingga pihak terkait lainnya di Ruang pertemuan Kantor Diskumindag, Kamis (23/1).

“Pak Bupati menyampaikan ke saya, banyak keluhan yang langsung diterima berkaitan dengan HET gas melon. Padahal di Sambas sudah ada HET, harusnya ketetapan tersebut dilaksanakan, direalisasikan, karena pak Bupati mendapatkan laporan langsung dari masyarakat, di Jawai dan di Jawai Selatan misalnya, ada warga mendapatkan gas melon dengan harga Rp28 ribu,” kata Sekda Sambas.

Menurutnya, di dalam penetapan HET melalui SK Bupati Sambas, sudah terdapat biaya transportasi hingga ke pangkalan kemudian biaya pasang label serta margin pangkalan. Diharapkan melalui penetapan itu (HET) tak ada pihak yang merasa dirugikan, termasuk masyarakat.

Baca Juga :  Melalui Olahraga, Bupati Sapa Warga

“Pak Bupati ingin pengusaha, pangkalan dan masyarakat semuanya senyum,” katanya.

Toh dalam perjalanannya HET dalam SK Bupati Sambas tersebut perlu penyesuaian. Itu seharusnya bisa dilakukan secara bersama-sama, misalnya untuk ongkos transportasi perlu ditambah atau lainnya. Namun yang penting apa yang sudah ditetapkan (HET) bisa dilaksanakan.

“Menyelesaikan keluhan masyarakat terkait gas melon ini, jangan bertele-tele. Seharusnya sudah ada kesepakatan HET, laksanakan. Kalau memang dilapangan (HET) perlu penyesuaian, lakukan. Tapi jangan sampai masyarakat mengeluh sudah ada ketetapan HET tapi kenyataannya tak juga direalisasikan,” katanya.

Selain masalah HET tersebut, Sekda juga menegaskan berkaitan dengan sanksi kepada pangkalan yang tak mengindahkan HET, kemudian rekomendasi dari Tim Satgas Pangan berkaitan dengan penindakan bagi yang melanggar, serta permasalahan kuota.

Keputusan Bupati Sambas Nomor 551/KUMINDAG/2019 tentang Harga Eceran Tertinggi LPG Tabung 3 Kilogram bersumsidi pada tingkat pangkalan di dalam dan luar radius 60 Kilometer dari SPBE Filling Station untuk keperluan rumah tangga dan usaha mikro di Kabupaten Sambas.

Baca Juga :  Gudang Bahan Bangunan Terbakar

Di Kecamatan Selakau, Selakau Timur, Salatiga, Pemangkat, Semparuk dan Tebas Harga tingkat agen Rp12.750 ditambah biaya pasang label Rp500, biaya transportasi Rp1.400, margin pangkalan Rp1.850 sehingga HET di tingkat pangkalan Rp16.500.

Di Kecamatan Sebawi, yang berbeda adalah biaya transportasi menjadi Rp2.250 , margin pangkalan Rp2000 sehingga HET di tingkat pangkalan Rp17.500. Begitu juga di Kecamatan Sambas, untuk biaya transportasi menjadi Rp2.250, Margin pangkalan Rp2.500 sehingga HET Rp18 ribu. Kecamatan Subah, Sajingan Besar, Tekarang, Jawai, Jawai Selatan, Teluk Keramat dan Tangaran biaya transportasi ke pangkalan sebesar Rp3.250 dan margin pangkalan Rp3 ribu sehingga HET Rp19.500. Kecamatan

Sejangkung dan Sajad biaya transportasi Rp2.750 dan margin pangkalan Rp3 ribu sehingga HET Rp19 ribu. Kecamatan Paloh, biaya tranpsortasi ke pangkalan Rp3.250 dan Margin pangkaaln Rp3.500 sehingga HET Rp20 ribu.(fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/