alexametrics
26.7 C
Pontianak
Saturday, May 21, 2022

Polres Landak Ungkap Ungkap 38 Kasus Selama Tiga Bulan

NGABANG – Kepolisian Resor Landak berhasil mengungkap 38 kasus selama Januari hingga Maret 2020. Sepuluh di antaranya adalah kasus narkoba.

Kepala Satuan Reskrim Polres Landak, Iptu Idris Bakara mengatakan, pihaknya berhasil menangani 28 perkara selama tiga bulan ini. Januari 10 perkara dengan rincian curat 5 kasus, curanmor 2 kasus, penggelapan 1 kasus, PETI 1 kasus, dan persetubuhan 1 kasus.

Sementara pada Februari, pihaknya mengungkap curas 1 kasus, curas 1 kasus, penggelapan 2 kasus, PETI 6 kasus, dan pencabulan 1 kasus. Sedangkan pada Maret, terungkap curat 4 kasus, anirat 2 kasus dan tipikor 1 kasus.

Kasus yang paling menonjol ialah adanya 2 kasus penggelapan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan barang bukti berupa premium 1,1 ton dan solar 1,5 ton.

Pada kasus pertama, pihaknya mengamankan tersangka N di Sebangki beserta barang bukti 35 dirigen berisikan bbm jenis premium dan satu pikap. “Kami melakukan penindakan di jalan kebun perusahaan di Kecamatan Mandor, salah satu tersangka kedapatan membawa bbm,” katanya.

Baca Juga :  Bupati: Gunakan Dana Desa Untuk Pencegahan Covid-19

Ia melanjutkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk kelanjutan kasus ini. Sementara pemilik SPBU tidak ditindak. “Karena yang dijual adalah BBM non subsidi dan ancaman hukuman di bawah 5 tahun,” ungkapnya.

Sementara pada kasus kedua, pihaknya mengamankan bbm yang diangkut menggunakan truk. Tersangka diamankan di Desa Sidas, Kecamatan Sengah Temila. “Pada kasus ini kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan Pertamina. Karena Pertamina meminta untuk diundur berkaitan dengan merebaknya Corona,” katanya.

Sedangkan 10 kasus narkoba, Satuan Narkoba Polres Landak mengamankan 13 tersangka dengan barang bukti berupa 26,22 gram sabu dan 1 butir ekstasi dari 10 kasus selama tiga bulan terakhir.

Kasus dengan barang bukti terbesar ialah pada pengungkapan di Januari 2020 lalu. Yakni tersangka SR (24) yang diamankan di kost gang Abdul Aziz di Dusun Tungkul Desa Hilir Kantor Kecaman Ngabang. Pihaknya mengamankan barang bukti sabu seberat 14,54 gram.

Baca Juga :  Ingatkan Petani Waspadai Pupuk Palsu

Sementara pengungkapan terbaru, yakni tersangka EG (30), dengab barang bukti berupa sabu seberan 0,84 gram. Ia diamankan di Jalan Dusun Sebua Desa Amboyo Selatan Kabupaten Landak pada 21 Maret lalu.

“Dua kasus baru masuk tahap 1, empat kasus di tahap 2 dan empat lainnya masih dalam penyidikan,” ungkapnya. (mif)

NGABANG – Kepolisian Resor Landak berhasil mengungkap 38 kasus selama Januari hingga Maret 2020. Sepuluh di antaranya adalah kasus narkoba.

Kepala Satuan Reskrim Polres Landak, Iptu Idris Bakara mengatakan, pihaknya berhasil menangani 28 perkara selama tiga bulan ini. Januari 10 perkara dengan rincian curat 5 kasus, curanmor 2 kasus, penggelapan 1 kasus, PETI 1 kasus, dan persetubuhan 1 kasus.

Sementara pada Februari, pihaknya mengungkap curas 1 kasus, curas 1 kasus, penggelapan 2 kasus, PETI 6 kasus, dan pencabulan 1 kasus. Sedangkan pada Maret, terungkap curat 4 kasus, anirat 2 kasus dan tipikor 1 kasus.

Kasus yang paling menonjol ialah adanya 2 kasus penggelapan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan barang bukti berupa premium 1,1 ton dan solar 1,5 ton.

Pada kasus pertama, pihaknya mengamankan tersangka N di Sebangki beserta barang bukti 35 dirigen berisikan bbm jenis premium dan satu pikap. “Kami melakukan penindakan di jalan kebun perusahaan di Kecamatan Mandor, salah satu tersangka kedapatan membawa bbm,” katanya.

Baca Juga :  Prajurit Kodam Mulai Divaksinasi

Ia melanjutkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk kelanjutan kasus ini. Sementara pemilik SPBU tidak ditindak. “Karena yang dijual adalah BBM non subsidi dan ancaman hukuman di bawah 5 tahun,” ungkapnya.

Sementara pada kasus kedua, pihaknya mengamankan bbm yang diangkut menggunakan truk. Tersangka diamankan di Desa Sidas, Kecamatan Sengah Temila. “Pada kasus ini kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan Pertamina. Karena Pertamina meminta untuk diundur berkaitan dengan merebaknya Corona,” katanya.

Sedangkan 10 kasus narkoba, Satuan Narkoba Polres Landak mengamankan 13 tersangka dengan barang bukti berupa 26,22 gram sabu dan 1 butir ekstasi dari 10 kasus selama tiga bulan terakhir.

Kasus dengan barang bukti terbesar ialah pada pengungkapan di Januari 2020 lalu. Yakni tersangka SR (24) yang diamankan di kost gang Abdul Aziz di Dusun Tungkul Desa Hilir Kantor Kecaman Ngabang. Pihaknya mengamankan barang bukti sabu seberat 14,54 gram.

Baca Juga :  Bupati Sambut Kapolda Kalbar Baru

Sementara pengungkapan terbaru, yakni tersangka EG (30), dengab barang bukti berupa sabu seberan 0,84 gram. Ia diamankan di Jalan Dusun Sebua Desa Amboyo Selatan Kabupaten Landak pada 21 Maret lalu.

“Dua kasus baru masuk tahap 1, empat kasus di tahap 2 dan empat lainnya masih dalam penyidikan,” ungkapnya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/