alexametrics
24 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Pendiri Parit Banjar Mulai Jadi Pertanyaan

Telusuri Kompleks Makam Berusia Ratusan Tahun

Penemuan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di areal perkebunan yang diduga berusia ratusan tahun menjadi perbincangan. Kunjungan seorang ulama Kota Singkawang Habib Ikaf Kholikul Muqaddam ke Desa Parit Banjar, menjelaskan bahwa di lokasi itu ada makam Syarif Husein bin Abdullah Al-Banjari yang juga keturunan dari Syech Hasan Al-Banjari Martapura.

Wahyu Izmir, Mempawah

Awalnya, sebelum dibersihkan, kawasan ini semak belukar. Banyak tumbuhan rambat di sana sini. Pohon-pohon kelapa, lumayan tinggi berada di sekitarnya. Kepala Desa Parit Banjar, Marlito mengatakan bahwa dulunya, warga sebenarnya mengetahui bahwa di sini ada makam. Tetapi, mereka tidak pernah menduga jika jumlah makam yang ada di situ, mencapai ratusan. Kepala Desa Parit Banjar, Marlito mengaku sejak dulu masyarakat setempat sudah mengetahui jika terdapat makam di lokasi itu. Hanya saja, warga tidak menduga jika jumlah makam jumlahnya sangat banyak mencapai ratusan buah.
“Kita baru tahu jika jumlah makamnya sangat banyak setelah dilakukan pembersihan. Saat dibersihkan, semakin banyak ditemukan batu nisan, arealnya pun semakin luas,” tutur Marlito, kemarin.

Baca Juga :  Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, Guru SMPN 1 Segedong Test Swab

Martlito menyebut, terungkapnya kompleks pemakaman tua itu bermula dari kunjungan salah seorang ulama dari Kota Singkawang bernama Habib Ikaf Kholikul Muqaddam yang berkunjung ke Desa Parit Banjar. Habib saat itu memintanya untuk membersihkan area pemakaman tua tersebut.

“Habib minta saya memfasilitasi pembersihan areal makam. Sebab, menurut Habib dilokasi itu ada makam Syarif Husein bin Abdullah Al-Banjari yang juga masih ada keturunan dari Syech Hasan Al-Banjari Martapura,” paparnya.

Kades pun menurut saja, Dia melakukan pembersihan lokasi tersebut bersama warga lainnya. Hingga kemudian terbuka dan ditemukan makam-makam lainnya yang diperkirakan sudah berusia tua.
“Para tetua disini mengatakan bahwa memang ada pemakaman. Terakhir yang dimakamkan di kompleks ini sekitar 1960-an. Jika yang dimakamkan terakhir 1960, artinya umur kompleks makam ini bisa jadi ratusan tahun,” katanya mengancer-ancer.

Dengan penemuan TPU tersebut, dia berharap dapat menjadi sarana informasi bagi masyarakat yang merasa memiliki kerabat atau keturunan yang pernah dimakamkan di TPU tersebut agar datang untuk melakukan ziarah kubur. Sehingga bisa ditelusuri sejarah dan asal muasal keberadaan TPU itu.

Baca Juga :  Proyeksi Defisit APBD 2019 Rp 9,62 Miliar

“Sekaligus kami dapat mengorek informasi tentang asal usul nama Desa Parit Banjar ini. Sebab, sampai sekarang kami tidak tahu dari mana sejarah desa ini. Mungkin dengan adanya temuan makan tua ini bisa menjadi petunjuk asal usul nama Desa Parit Banjar,” tukasnya.

Hal ini pun mendapat tanggapan dari banyak warga. Syamsudin misalnya. Warga Mempawah 34 tahun ini penemuan ini bisa menjadi awal untuk menelusuri kawasan tersebut jaman dahulunya. Beberapa ahli sejarah lokal, mungkin bisa mencari tahu, kawasan apa Desa Parit Banjar ini. Banyak kemungkinannya. Demikian juga keterikatan dengan Nama Desa Parit Banjar dengan Syarif Husein bin Abdullah Al Banjari, yang dari kerajaan Banjar, Martapura, Kalimantan Timur.
‘’Ya, siapa tahu ada keterkaitannya,’’ imbuh Syamsudin. (*)

Telusuri Kompleks Makam Berusia Ratusan Tahun

Penemuan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di areal perkebunan yang diduga berusia ratusan tahun menjadi perbincangan. Kunjungan seorang ulama Kota Singkawang Habib Ikaf Kholikul Muqaddam ke Desa Parit Banjar, menjelaskan bahwa di lokasi itu ada makam Syarif Husein bin Abdullah Al-Banjari yang juga keturunan dari Syech Hasan Al-Banjari Martapura.

Wahyu Izmir, Mempawah

Awalnya, sebelum dibersihkan, kawasan ini semak belukar. Banyak tumbuhan rambat di sana sini. Pohon-pohon kelapa, lumayan tinggi berada di sekitarnya. Kepala Desa Parit Banjar, Marlito mengatakan bahwa dulunya, warga sebenarnya mengetahui bahwa di sini ada makam. Tetapi, mereka tidak pernah menduga jika jumlah makam yang ada di situ, mencapai ratusan. Kepala Desa Parit Banjar, Marlito mengaku sejak dulu masyarakat setempat sudah mengetahui jika terdapat makam di lokasi itu. Hanya saja, warga tidak menduga jika jumlah makam jumlahnya sangat banyak mencapai ratusan buah.
“Kita baru tahu jika jumlah makamnya sangat banyak setelah dilakukan pembersihan. Saat dibersihkan, semakin banyak ditemukan batu nisan, arealnya pun semakin luas,” tutur Marlito, kemarin.

Baca Juga :  PT Mitra Andalan Sejahtera Bantu Mesin Damkar Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Martlito menyebut, terungkapnya kompleks pemakaman tua itu bermula dari kunjungan salah seorang ulama dari Kota Singkawang bernama Habib Ikaf Kholikul Muqaddam yang berkunjung ke Desa Parit Banjar. Habib saat itu memintanya untuk membersihkan area pemakaman tua tersebut.

“Habib minta saya memfasilitasi pembersihan areal makam. Sebab, menurut Habib dilokasi itu ada makam Syarif Husein bin Abdullah Al-Banjari yang juga masih ada keturunan dari Syech Hasan Al-Banjari Martapura,” paparnya.

Kades pun menurut saja, Dia melakukan pembersihan lokasi tersebut bersama warga lainnya. Hingga kemudian terbuka dan ditemukan makam-makam lainnya yang diperkirakan sudah berusia tua.
“Para tetua disini mengatakan bahwa memang ada pemakaman. Terakhir yang dimakamkan di kompleks ini sekitar 1960-an. Jika yang dimakamkan terakhir 1960, artinya umur kompleks makam ini bisa jadi ratusan tahun,” katanya mengancer-ancer.

Dengan penemuan TPU tersebut, dia berharap dapat menjadi sarana informasi bagi masyarakat yang merasa memiliki kerabat atau keturunan yang pernah dimakamkan di TPU tersebut agar datang untuk melakukan ziarah kubur. Sehingga bisa ditelusuri sejarah dan asal muasal keberadaan TPU itu.

Baca Juga :  Wabup Ajak Sukseskan MTQ Mempawah

“Sekaligus kami dapat mengorek informasi tentang asal usul nama Desa Parit Banjar ini. Sebab, sampai sekarang kami tidak tahu dari mana sejarah desa ini. Mungkin dengan adanya temuan makan tua ini bisa menjadi petunjuk asal usul nama Desa Parit Banjar,” tukasnya.

Hal ini pun mendapat tanggapan dari banyak warga. Syamsudin misalnya. Warga Mempawah 34 tahun ini penemuan ini bisa menjadi awal untuk menelusuri kawasan tersebut jaman dahulunya. Beberapa ahli sejarah lokal, mungkin bisa mencari tahu, kawasan apa Desa Parit Banjar ini. Banyak kemungkinannya. Demikian juga keterikatan dengan Nama Desa Parit Banjar dengan Syarif Husein bin Abdullah Al Banjari, yang dari kerajaan Banjar, Martapura, Kalimantan Timur.
‘’Ya, siapa tahu ada keterkaitannya,’’ imbuh Syamsudin. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/