alexametrics
33 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Wabup Akan Rangkul Semua Pihak

Antisipasi Karhutla

SUNGAI RAYA Melihat cukup banyaknya dampak buruk akibat terjadinya kebakaran hutan dan lahan membuat Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo menilai persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan tantangan dan tanggung jawab bersama. Sehingga penanggulangannya pun harus dilakukan secara serius dan bersama-sama.

“Meski masih masuk musim hujan, saya menilai rapat koordinasi sudah tepat dilakukan saat ini. Karena kita bisa melakukan antisipasi lebih awal, jangan sampai Jangan nanti, saat musim panas, terjadi kebakaran di mana-mana baru sibuk. Saat seperti inilah kita sudah harus menyiapkan diri,” kata Sujiwo, Rabu (26/2) saat menghadiri Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Aula Mapolres Kubu Raya.

Kata Sujiwo, selama ini ada kesan bahwa tanggung jawab untuk menanggulangi karhutla hanya ada pada TNI/Polri. Padahal seharusnya penanggulangan karhutla merupakan tanggung jawab semua pihak. “Saya tahu persis, bagaimana TNI/Polri yang tak pernah lelah menanggulangi karhutla ini. Hanya untuk dukungan operasional saja, mereka harus berusaha sendiri. Ini tidak boleh terjadi ke depannya,” jelasnya.

Rakor digelar Kepolisian Resor Kubu Raya dengan menghadirkan sejumlah instansi terkait dan pimpinan perusahaan perkebunan di wilayah hukum Polres Kubu Raya. Dalam sambutannya Sujiwo mengapresiasi Polres Kubu Raya yang telah menginisiasi pelaksanaan rakor karhutla.

Sujiwo juga mengingatkan perusahaan untuk tidak tutup mata terkait penanggulangan karhutla. Ia menilai telah ada upaya dari perusahaan untuk menanggulangi karhutla. Namun masih ada ruang untuk dapat memaksimalkan dan meningkatkan upaya tersebut. “Untuk melakukan upaya-upaya pencegahan atau penanggulangan, saya pikir hanya nol koma nol sekian persen dari inventasi usahanya. Perusahaan adalah korporasi yang berpikirnya profit oriented, tapi perusaahaan juga harus memperhatikan sosial oriented,” ujarnya mengingatkan.

Baca Juga :  Api Menjalar ke Permukiman Penduduk, Asrama Mahasiswa Nyaris Terbakar

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, kata Sujiwo, sangat serius untuk melakukan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Bahkan pemerintah kabupaten akan berupaya mengalokasikan anggaran terkait penanggulangan karhutla khususnya kepada TNI/Polri. Sebab ini menilai lahan gambut di Kubu Raya cukup luas. Sehingga potensi kebakaran juga cukup tinggi dan karenanya harus ada upaya yang berkelanjutan.

“Kami sepakat, karhutla adalah tantangan dan pekerjaan rumah kita semua. Pemerintah, TNI, Polri, perusahaan-perusahaan, masyarakat, dan semua elemen, jika dapat kita satukan, saya yakin dan percaya persoalan karhutla dapat kita tanggulangi,” pungkasnya. Kapolres Kubu Raya, AKBP Yani Permana menambahkan pihaknya sengaja melakukan rapat koordinasi penanggulangan Karhutla sejak dini dengan tujuan bisa lebih siap mengantisipasi terjadinya karutla. “Kami melihat dari siklus tahunan, diperkirakan musim kemarau akan terjadi pada Mei hingga akhir tahun ini. Kami melihat di tahun 2019 di Kubu Raya ada sekitar 85 titik api, dengan rakor yang kami lakukaj sejak dini, kami berharap bisa lebih optimal menekan jumah titik api di Kubu Raya,” paparnya.

Jika tahun 2019 lalu di Kubu Raya terdapat 85 titik api, setidaknya lanjut Yani Permana di tahun 2020 ini bisa menurunkan titik api sekitar 3/4 lebih dari titik api sebelumnya. “Harapan besarnya di Kubu Raya tahun ini tidak lagi diselimuti kabut asap,” ujarnya. Adapun upaya lain yang dilakukan pihaknya yakni dengan melakukan pengecekan ke lapangan, misalnya mengecek alat pemadam kebakaran, termasuk pembenahan saluran-saluran penampungan air disetiap embung, dan irigasi yang ada. “Kalau saat ini masih ada embung dan irigasi dan sejenisnya terjadi pendangkalan kami harap pihak perusahaan bisa membantu untuk mengeruknya sehingga ada pembasahan di sekitar lahan gambut di Kubu Raya,” ucapnya.

Baca Juga :  Hujan Semalaman, Belasan Rumah Terendam Banjir

Seperti diketahui kata Yani Permana, di Kubu Raya terdapat sekitar 60 persen lebih lahan gambut dan hal tersebut menjadi tantangan pihaknya bersama sejumlah pihak terkait untuk lebih maksimal mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Wakil Ketua DPRD Kubu Raya, Usman yang turut menghadiri rapat koordinasi tesebut menambahkan upaya antisipasi dan pencegahan terjadinya karhutla sudah selayaknya mendapat dukungan semua pihak, termasuk perusahaan perkebunan yang berinvestasi di Kubu Raya.

“Menurut saya pihak perusahaan perkebunan yang berinvestasi di Kubu Raya juga berkewajiban berkontribusi membantu upaya pencegahan terjadinya karhutla di lapangan. misalnya melakukan langkah preventif dan menyediakan peralatan pemadam kebakaran yang memadai terutama di sekitar tempat mereka beroperasi,” paparnya.

Di sisi lain kata Usman, Pemerintah daerah setempat juga harus terus melakukam sosialisasi optimal. “Kami dari pihak DPRD akan mendukung penuh upaya untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya karhutla misalnya dengan langsung menyampaikan pesan dan sosialisasi disaat bertemu masyarakat di berbagai kesempatan,” ungkapnya. Politisi Partai Demokrat ini juga mengakui, upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla tentunya memerlukan anggaran yang tidak sedikit. “Jika memang dukungan anggaran diperlukan tentu kami dorong alokasi anggaran untuk antisipasi karhutla ini diperhatikan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (ash)

Antisipasi Karhutla

SUNGAI RAYA Melihat cukup banyaknya dampak buruk akibat terjadinya kebakaran hutan dan lahan membuat Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo menilai persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan tantangan dan tanggung jawab bersama. Sehingga penanggulangannya pun harus dilakukan secara serius dan bersama-sama.

“Meski masih masuk musim hujan, saya menilai rapat koordinasi sudah tepat dilakukan saat ini. Karena kita bisa melakukan antisipasi lebih awal, jangan sampai Jangan nanti, saat musim panas, terjadi kebakaran di mana-mana baru sibuk. Saat seperti inilah kita sudah harus menyiapkan diri,” kata Sujiwo, Rabu (26/2) saat menghadiri Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Aula Mapolres Kubu Raya.

Kata Sujiwo, selama ini ada kesan bahwa tanggung jawab untuk menanggulangi karhutla hanya ada pada TNI/Polri. Padahal seharusnya penanggulangan karhutla merupakan tanggung jawab semua pihak. “Saya tahu persis, bagaimana TNI/Polri yang tak pernah lelah menanggulangi karhutla ini. Hanya untuk dukungan operasional saja, mereka harus berusaha sendiri. Ini tidak boleh terjadi ke depannya,” jelasnya.

Rakor digelar Kepolisian Resor Kubu Raya dengan menghadirkan sejumlah instansi terkait dan pimpinan perusahaan perkebunan di wilayah hukum Polres Kubu Raya. Dalam sambutannya Sujiwo mengapresiasi Polres Kubu Raya yang telah menginisiasi pelaksanaan rakor karhutla.

Sujiwo juga mengingatkan perusahaan untuk tidak tutup mata terkait penanggulangan karhutla. Ia menilai telah ada upaya dari perusahaan untuk menanggulangi karhutla. Namun masih ada ruang untuk dapat memaksimalkan dan meningkatkan upaya tersebut. “Untuk melakukan upaya-upaya pencegahan atau penanggulangan, saya pikir hanya nol koma nol sekian persen dari inventasi usahanya. Perusahaan adalah korporasi yang berpikirnya profit oriented, tapi perusaahaan juga harus memperhatikan sosial oriented,” ujarnya mengingatkan.

Baca Juga :  Sembuh Covid-19, Sujiwo Gelar Syukuran

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, kata Sujiwo, sangat serius untuk melakukan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Bahkan pemerintah kabupaten akan berupaya mengalokasikan anggaran terkait penanggulangan karhutla khususnya kepada TNI/Polri. Sebab ini menilai lahan gambut di Kubu Raya cukup luas. Sehingga potensi kebakaran juga cukup tinggi dan karenanya harus ada upaya yang berkelanjutan.

“Kami sepakat, karhutla adalah tantangan dan pekerjaan rumah kita semua. Pemerintah, TNI, Polri, perusahaan-perusahaan, masyarakat, dan semua elemen, jika dapat kita satukan, saya yakin dan percaya persoalan karhutla dapat kita tanggulangi,” pungkasnya. Kapolres Kubu Raya, AKBP Yani Permana menambahkan pihaknya sengaja melakukan rapat koordinasi penanggulangan Karhutla sejak dini dengan tujuan bisa lebih siap mengantisipasi terjadinya karutla. “Kami melihat dari siklus tahunan, diperkirakan musim kemarau akan terjadi pada Mei hingga akhir tahun ini. Kami melihat di tahun 2019 di Kubu Raya ada sekitar 85 titik api, dengan rakor yang kami lakukaj sejak dini, kami berharap bisa lebih optimal menekan jumah titik api di Kubu Raya,” paparnya.

Jika tahun 2019 lalu di Kubu Raya terdapat 85 titik api, setidaknya lanjut Yani Permana di tahun 2020 ini bisa menurunkan titik api sekitar 3/4 lebih dari titik api sebelumnya. “Harapan besarnya di Kubu Raya tahun ini tidak lagi diselimuti kabut asap,” ujarnya. Adapun upaya lain yang dilakukan pihaknya yakni dengan melakukan pengecekan ke lapangan, misalnya mengecek alat pemadam kebakaran, termasuk pembenahan saluran-saluran penampungan air disetiap embung, dan irigasi yang ada. “Kalau saat ini masih ada embung dan irigasi dan sejenisnya terjadi pendangkalan kami harap pihak perusahaan bisa membantu untuk mengeruknya sehingga ada pembasahan di sekitar lahan gambut di Kubu Raya,” ucapnya.

Baca Juga :  Udara Kalbar Paling Tak Sehat

Seperti diketahui kata Yani Permana, di Kubu Raya terdapat sekitar 60 persen lebih lahan gambut dan hal tersebut menjadi tantangan pihaknya bersama sejumlah pihak terkait untuk lebih maksimal mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Wakil Ketua DPRD Kubu Raya, Usman yang turut menghadiri rapat koordinasi tesebut menambahkan upaya antisipasi dan pencegahan terjadinya karhutla sudah selayaknya mendapat dukungan semua pihak, termasuk perusahaan perkebunan yang berinvestasi di Kubu Raya.

“Menurut saya pihak perusahaan perkebunan yang berinvestasi di Kubu Raya juga berkewajiban berkontribusi membantu upaya pencegahan terjadinya karhutla di lapangan. misalnya melakukan langkah preventif dan menyediakan peralatan pemadam kebakaran yang memadai terutama di sekitar tempat mereka beroperasi,” paparnya.

Di sisi lain kata Usman, Pemerintah daerah setempat juga harus terus melakukam sosialisasi optimal. “Kami dari pihak DPRD akan mendukung penuh upaya untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya karhutla misalnya dengan langsung menyampaikan pesan dan sosialisasi disaat bertemu masyarakat di berbagai kesempatan,” ungkapnya. Politisi Partai Demokrat ini juga mengakui, upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla tentunya memerlukan anggaran yang tidak sedikit. “Jika memang dukungan anggaran diperlukan tentu kami dorong alokasi anggaran untuk antisipasi karhutla ini diperhatikan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/