alexametrics
28 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Mayat Tanpa Kepala Tergeletak di Pantai Pulau Penambun

KETAPANG – Sesosok mayat tanpa kepala menghebohkan warga Kendawangan. Mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan tergeletak di pantai Pulau Penambun, Dusun Pulau Bawal, Desa Kendawangan Kiri, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Jumat (25/10). Mayat tersebut baru bisa dievakuasi, kemarin (26/10).

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan yang menepi usai mencari ikan. Mayat tersebut ditemukan tergeletak begitu saja di pantai dengan tubuh hampir tertutupi pasir. “Yang pertama kali menemukan itu nelayan atas nama Ramli,” kata Kepala Marnit Patroli Kendawangan, Bripka Wahyudin, kemarin (26/10).

Dia menjelakan, penemuan mayat tersebut berawal laporan masyarakat via telepon pada Jumat (25/10). Dalam laporan yang sampai kepadanya bahwa seorang nelayan bernama Ramli, mengaku menemukan mayat tanpa kepala di Pulau Penambun. Pulau dimaksud terletak sekitar 35 mil dari pusat kecamatan Kendawangan.

Baca Juga :  Seleksi PPK se-Ketapang Rampung Digelar

Menindaklanjuti laporan tersebut anggota Marnit Kendawangan melakukan koordinasi dengan pihak Polsek Kendawangan, Pos Kamla, dan Syahbandar Pelabuhan Kendawangan, untuk dilakukan proses evakuasi jenazah ke Puskesmas Kendawangan. Namun, karena cuaca tidak mendukung dan hari sudah berangsur malam, mereka pun memutuskan untuk berangkat kemarin (26/10) pagi.

“Jarak tempuh ke Pulau Penambun sekitar 35 mil dari Pos Marnit Patroli Kendawangan. Dengan menggunakan speed (boat) milik Syahbandar 200, akhirnya tim tiba di Pulau Penambun. Kami langsung menemui saudara Kurni yang juga ikut menemukan mayat laki-laki tersebut, untuk diantar ke lokasi penemuan mayat,” ungkap Wahyudin.

Dia menambahkan, saat tim datang ke lokasi, posisi mayat hampir tertimbun oleh pasir. Kondisi mayat juga, diakui dia, sudah tidak utuh lagi dengan badan tanpa kepala dan tanpa baju dan celana. “Mayat laki-laki tersebut hanya bisa dikenali dengan ciri ciri memakai celana dalam berwarna biru tua,” paparnya.

Baca Juga :  Bagikan 400 Paket Sembako

Selanjutnya mayat tersebut mereka evakuasi ke Kendawangan dan langsung dibawa ke Puskesmas Kendawangan untuk keperluan visum. Mayat tersebut belum bisa dipastikan mereka apakah korban pembunuhan atau korban tenggalam di laut. Pihak kepolisian sejauh ini masih menunggu hasil visum.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa mayat tersebut adalah orang Pangkalan Bun, Kalteng. Sampai saat ini mayat masih berada di Puskesmas Kendawangan, menunggu pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya. Apabila sampai hari ini (27/10) mayat tersebut belum juga diambil pihak keluarga, maka akan diputuskan dikebumikan di Kendawangan. (afi)

KETAPANG – Sesosok mayat tanpa kepala menghebohkan warga Kendawangan. Mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan tergeletak di pantai Pulau Penambun, Dusun Pulau Bawal, Desa Kendawangan Kiri, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Jumat (25/10). Mayat tersebut baru bisa dievakuasi, kemarin (26/10).

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan yang menepi usai mencari ikan. Mayat tersebut ditemukan tergeletak begitu saja di pantai dengan tubuh hampir tertutupi pasir. “Yang pertama kali menemukan itu nelayan atas nama Ramli,” kata Kepala Marnit Patroli Kendawangan, Bripka Wahyudin, kemarin (26/10).

Dia menjelakan, penemuan mayat tersebut berawal laporan masyarakat via telepon pada Jumat (25/10). Dalam laporan yang sampai kepadanya bahwa seorang nelayan bernama Ramli, mengaku menemukan mayat tanpa kepala di Pulau Penambun. Pulau dimaksud terletak sekitar 35 mil dari pusat kecamatan Kendawangan.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem hingga 18 Mei

Menindaklanjuti laporan tersebut anggota Marnit Kendawangan melakukan koordinasi dengan pihak Polsek Kendawangan, Pos Kamla, dan Syahbandar Pelabuhan Kendawangan, untuk dilakukan proses evakuasi jenazah ke Puskesmas Kendawangan. Namun, karena cuaca tidak mendukung dan hari sudah berangsur malam, mereka pun memutuskan untuk berangkat kemarin (26/10) pagi.

“Jarak tempuh ke Pulau Penambun sekitar 35 mil dari Pos Marnit Patroli Kendawangan. Dengan menggunakan speed (boat) milik Syahbandar 200, akhirnya tim tiba di Pulau Penambun. Kami langsung menemui saudara Kurni yang juga ikut menemukan mayat laki-laki tersebut, untuk diantar ke lokasi penemuan mayat,” ungkap Wahyudin.

Dia menambahkan, saat tim datang ke lokasi, posisi mayat hampir tertimbun oleh pasir. Kondisi mayat juga, diakui dia, sudah tidak utuh lagi dengan badan tanpa kepala dan tanpa baju dan celana. “Mayat laki-laki tersebut hanya bisa dikenali dengan ciri ciri memakai celana dalam berwarna biru tua,” paparnya.

Baca Juga :  Identitas Mayat di Kolam Makam Tionghoa Wajok Hulu Terungkap

Selanjutnya mayat tersebut mereka evakuasi ke Kendawangan dan langsung dibawa ke Puskesmas Kendawangan untuk keperluan visum. Mayat tersebut belum bisa dipastikan mereka apakah korban pembunuhan atau korban tenggalam di laut. Pihak kepolisian sejauh ini masih menunggu hasil visum.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa mayat tersebut adalah orang Pangkalan Bun, Kalteng. Sampai saat ini mayat masih berada di Puskesmas Kendawangan, menunggu pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya. Apabila sampai hari ini (27/10) mayat tersebut belum juga diambil pihak keluarga, maka akan diputuskan dikebumikan di Kendawangan. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/