alexametrics
29 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Pasir Pantai Kendawangan Terus Dikeruk

KENDAWANGAN – Sejumlah titik di pantai Kendawangan mengalami abrasi. Hal ini disebabkan oleh pengerukan pasir di bibir pantai secara ilegal. Tidak hanya dilakukan oleh perorangan, pengerukan pasir di pantai dengan skala besar juga dilakukan oleh perusahaan yang kemudian diperjual-belikan untuk kepentingan bisnis.

Salah satu lokasi yang saat ini sedang terjadi pengerukan pasir di bibir pantai terdapat di Dusun Sungai Gayam Desa Mekar Utama Kecamatan Kendawangan. Di lokasi ini terdapat alat berat berupa excavator yang sedang melakukan pengerukan pasir. Pasir dikeruk kemudian ditumpuk untuk selanjutnya dinaikkan ke truk.

Lokasi pengerukan hanya berjarak sekitar 10 meter dari bibir pantai. Pengerukan pasir tersebut sudah berjalan sudah cukup lama. Hal ini terlihat dari lubang yang terbentuk sudah cukup lebar dan dalam. Lubang galian dengan panjang sekitar 100×100 meter terlihat jelas menganga tepat di belakang bukit. Selain alat berat, terlihat juga mesin penyedot pasir di tengah galian dan tumpukan pasir.

Baca Juga :  Pria Asal Putussibau Tewas di Kendawangan

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari seorang warga, Julkipli, aktivitas pengerukan pasir tersebut dilakukan oleh CV Kendawangan Quarindo Perkasa (KQP).

“Katanya itu punya Pak Budi, Kepala Bank BNI Ketapang,” kata Julkipli, kepada Pontianak Post saat ditemui di lokasi pengerukan pasir belum lama ini.

Dia mengaku tidak tahu pasti apakah perusahaan tersebut memiliki izin atau tidak untuk melakukan pengambilan pasir di lokasi tersebut. Namun yang jelas, lokasi pengerukan pasir oleh CV. KQP berdampingan dengan lahan miliknya yang juga sedang digali untuk dijadikan tambak ikan. “Kemarin juga ada dua anggota Polda Kalbar datang, tapi saya suruh pulang, karena ini lahan pribadi saya,” ungkapnya.

Direktur CV. Kendawangan Quarindo Perkasa, R Taurus Budi Santoso, mengaku jika yang menjalankan CV. KQP adalah bawahannya.

“Yang menjalankan CV tersebut Pak Meclaen didampingi Pak Yani. Saya akan panggil mereka untuk kejelasannya,” kata Budi, kemarin (26/11).

Saat ditanya apakah dirinya mengetahui perusahaan miliknya digunakan untuk mengeruk pasir di Dusun Sunga Gayam Desa Mekar Utama, Kepala Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Ketapang ini, belum memberikan jawaban.

Baca Juga :  13 Ribu Warga Kendawangan Belum Rekam KTP-el

“Saya sedang panggil Meclean belum datang. Yang bersangkutan di Pagar Mentimun,” ungkapnya.

Sementara itu, tenaga lapangan CV. KQP, Meclean, membenarkan jika perusahaan tersebut melakukan pengerukan pasir di bibit pantai tepatnya di Dusun Sungai Gayam Desa Mekar Utama Kecamatan Kendawangan.

“Iya benar. Kita join dengan CV. Lia, sebagai pemilik lahan. Tapi itu masih dalam lokasi izin kita,” kata Meclean.

Dia menjelaskan, pasir yang dikeruk tersebut dijual ke pihak-pihak yang membutuhkan. “Siapa yang minta kita berikan, karena memang kebutuhan pasir ini cukup tinggi di Kendawangan,” ungkapnya.

Berdasarkan surat izin yang dimiliki oleh CV. KQP, perusahaan tersebut hanya mengeksplorasi tanah urug. Perusahaan tersebut juga memiliki luas izin 87,31 hektare yang terletak di Desa Mekar Utama Kecamatan Kendawangan. (afi)

KENDAWANGAN – Sejumlah titik di pantai Kendawangan mengalami abrasi. Hal ini disebabkan oleh pengerukan pasir di bibir pantai secara ilegal. Tidak hanya dilakukan oleh perorangan, pengerukan pasir di pantai dengan skala besar juga dilakukan oleh perusahaan yang kemudian diperjual-belikan untuk kepentingan bisnis.

Salah satu lokasi yang saat ini sedang terjadi pengerukan pasir di bibir pantai terdapat di Dusun Sungai Gayam Desa Mekar Utama Kecamatan Kendawangan. Di lokasi ini terdapat alat berat berupa excavator yang sedang melakukan pengerukan pasir. Pasir dikeruk kemudian ditumpuk untuk selanjutnya dinaikkan ke truk.

Lokasi pengerukan hanya berjarak sekitar 10 meter dari bibir pantai. Pengerukan pasir tersebut sudah berjalan sudah cukup lama. Hal ini terlihat dari lubang yang terbentuk sudah cukup lebar dan dalam. Lubang galian dengan panjang sekitar 100×100 meter terlihat jelas menganga tepat di belakang bukit. Selain alat berat, terlihat juga mesin penyedot pasir di tengah galian dan tumpukan pasir.

Baca Juga :  Pria Asal Putussibau Tewas di Kendawangan

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari seorang warga, Julkipli, aktivitas pengerukan pasir tersebut dilakukan oleh CV Kendawangan Quarindo Perkasa (KQP).

“Katanya itu punya Pak Budi, Kepala Bank BNI Ketapang,” kata Julkipli, kepada Pontianak Post saat ditemui di lokasi pengerukan pasir belum lama ini.

Dia mengaku tidak tahu pasti apakah perusahaan tersebut memiliki izin atau tidak untuk melakukan pengambilan pasir di lokasi tersebut. Namun yang jelas, lokasi pengerukan pasir oleh CV. KQP berdampingan dengan lahan miliknya yang juga sedang digali untuk dijadikan tambak ikan. “Kemarin juga ada dua anggota Polda Kalbar datang, tapi saya suruh pulang, karena ini lahan pribadi saya,” ungkapnya.

Direktur CV. Kendawangan Quarindo Perkasa, R Taurus Budi Santoso, mengaku jika yang menjalankan CV. KQP adalah bawahannya.

“Yang menjalankan CV tersebut Pak Meclaen didampingi Pak Yani. Saya akan panggil mereka untuk kejelasannya,” kata Budi, kemarin (26/11).

Saat ditanya apakah dirinya mengetahui perusahaan miliknya digunakan untuk mengeruk pasir di Dusun Sunga Gayam Desa Mekar Utama, Kepala Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Ketapang ini, belum memberikan jawaban.

Baca Juga :  Melanjutkan Hidup dengan Satu Tangan

“Saya sedang panggil Meclean belum datang. Yang bersangkutan di Pagar Mentimun,” ungkapnya.

Sementara itu, tenaga lapangan CV. KQP, Meclean, membenarkan jika perusahaan tersebut melakukan pengerukan pasir di bibit pantai tepatnya di Dusun Sungai Gayam Desa Mekar Utama Kecamatan Kendawangan.

“Iya benar. Kita join dengan CV. Lia, sebagai pemilik lahan. Tapi itu masih dalam lokasi izin kita,” kata Meclean.

Dia menjelaskan, pasir yang dikeruk tersebut dijual ke pihak-pihak yang membutuhkan. “Siapa yang minta kita berikan, karena memang kebutuhan pasir ini cukup tinggi di Kendawangan,” ungkapnya.

Berdasarkan surat izin yang dimiliki oleh CV. KQP, perusahaan tersebut hanya mengeksplorasi tanah urug. Perusahaan tersebut juga memiliki luas izin 87,31 hektare yang terletak di Desa Mekar Utama Kecamatan Kendawangan. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/