alexametrics
30.6 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Mayat Suami di Ladang Jagung

Parang dan Bibit Lengkeng di TKP

MEMPAWAH– Rosita (35) shock. Dia menemukan mayat suaminya Ryu (42) di kebun jagung Jalan Sungai Pandan, Gang Arif, Desa Wajok Hulu, Kecamatan Jongkat, Minggu (27/10) sekitar pukul 06.00 WIB.

Di sekitar mayat, ditemukan parang dan bibit kelengkeng. Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso, S.Ik membenarkan temuan mayat tersebut. Kapolres mengungkapkan, korban diketahui bernama Ryu Madeli bin Jumadi Syarif (42) warga Jalan Sungai Pandan, Desa Wajok Hulu. Mayat pertama kali ditemukan oleh istrinya Rosita. Kapolres mengungkapkan, penemuan mayat itu bermula ketika Rosita bangun dari tidurnya dan tidak menemukan suaminya di dalam rumah. Sore sebelumnya, menjelang maghrib korban meninggalkan rumah tanpa berpamitan dengan Rosita.

Namun, Rosita tidak heran dengan kelakuan suaminya itu. Sebab, korban memang kerap bepergian tanpa memberitahukan istrinya. Apalagi, saat itu Rosita mengetahui jika mereka kehabisan bibit kelengkeng. Rosita pun menduga jika suaminya pergi ke kebun untuk mengambil bibit tersebut.

Baca Juga :  Proyek Perbaikan Jalan SBK-Senggiring Resahkan Pengendara

“Pada tengah malam, Rosita sempat terbangun dari tidurnya dan tidak melihat suaminya belum juga pulang kerumah. Namun, saat itu Rosita belum mencari keberadaan korban,” tutur Kapolres.

Hingga pagi hari, imbuh Kapolres, Rosita keluar dari rumah untuk mencari keberadaan suami tercintanya. Rosita mulai gusah dan gundah lantaran sejak kemarin sore tak melihat sosok suaminya itu. Rosita pun melangkah menuju ke arah kebun yang berada di belakang rumahnya.

Sembari memperhatikan lingkungan sekitarnya, Rosita memiliki firasat buruk tentang suaminya yang tak seperti biasanya itu. Rosita berharap bisa segera menemukan suaminya dalam keadaan sehat dan selamat.

Tak jauh kakinya melangkah, Rosita melihat sosok tubuh tergeletak diatas tanah diantara galangan tanah yang ditanami jagung. Dengan rasa cemat dan khawatir, Rosita memberanikan diri mendekati tubuh tersebut. Dan benar saja, tubuh yang tergeletak di tanah itu adalah suaminya.

Tak pelak, Rosita pun histeris mendapati suami kesayangannya telah terbujur kaku tak bernyawa. Rosita pun berusaha meminta pertolongan pada tetangga dan kerabat terdekatnya. Dalam waktu sebentar, para tetangga dan warga pun berdatangan ke TKP. Warga sempat menghubungi kepolisian setempat untuk memeriksa jenazah.

Baca Juga :  PT Mitra Andalan Sejahtera Kembali Serahkan Bantuan

“Kapolsek turun langsung ke TKP untuk melakukan proses evakuasi dan identifikasi temuan mayat korban,” ujarnya.

Dari hasil olah TKP, sambung Kapolres, korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan kondisi sebagian tubuh berada dalam air. Selain itu, korban ditemukan dengan mengenakan sepatu boot, celana pendek warna hitam, topi hitam dan tidak memakai baju.

“Di TKP, kami juga menemukan senjata tajam jenis parang dan bibit kelengkeng yang belum ditanam. Selanjutnya, jenazah korban kami evakuasi ke Puskesmas Jongkat untuk dilakukan visum et repertum,” sebutnya.

“Dari pemeriksaan petugas medis, tidak temukan bekas luka atau tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga, korban meninggal dunia akibat serangan jantung sewaktu berada di kebun belakang rumahnya,” tukas Kapolres. (wah)

Parang dan Bibit Lengkeng di TKP

MEMPAWAH– Rosita (35) shock. Dia menemukan mayat suaminya Ryu (42) di kebun jagung Jalan Sungai Pandan, Gang Arif, Desa Wajok Hulu, Kecamatan Jongkat, Minggu (27/10) sekitar pukul 06.00 WIB.

Di sekitar mayat, ditemukan parang dan bibit kelengkeng. Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso, S.Ik membenarkan temuan mayat tersebut. Kapolres mengungkapkan, korban diketahui bernama Ryu Madeli bin Jumadi Syarif (42) warga Jalan Sungai Pandan, Desa Wajok Hulu. Mayat pertama kali ditemukan oleh istrinya Rosita. Kapolres mengungkapkan, penemuan mayat itu bermula ketika Rosita bangun dari tidurnya dan tidak menemukan suaminya di dalam rumah. Sore sebelumnya, menjelang maghrib korban meninggalkan rumah tanpa berpamitan dengan Rosita.

Namun, Rosita tidak heran dengan kelakuan suaminya itu. Sebab, korban memang kerap bepergian tanpa memberitahukan istrinya. Apalagi, saat itu Rosita mengetahui jika mereka kehabisan bibit kelengkeng. Rosita pun menduga jika suaminya pergi ke kebun untuk mengambil bibit tersebut.

Baca Juga :  Delapan Rumah Tertimpa Longsor di Peniraman

“Pada tengah malam, Rosita sempat terbangun dari tidurnya dan tidak melihat suaminya belum juga pulang kerumah. Namun, saat itu Rosita belum mencari keberadaan korban,” tutur Kapolres.

Hingga pagi hari, imbuh Kapolres, Rosita keluar dari rumah untuk mencari keberadaan suami tercintanya. Rosita mulai gusah dan gundah lantaran sejak kemarin sore tak melihat sosok suaminya itu. Rosita pun melangkah menuju ke arah kebun yang berada di belakang rumahnya.

Sembari memperhatikan lingkungan sekitarnya, Rosita memiliki firasat buruk tentang suaminya yang tak seperti biasanya itu. Rosita berharap bisa segera menemukan suaminya dalam keadaan sehat dan selamat.

Tak jauh kakinya melangkah, Rosita melihat sosok tubuh tergeletak diatas tanah diantara galangan tanah yang ditanami jagung. Dengan rasa cemat dan khawatir, Rosita memberanikan diri mendekati tubuh tersebut. Dan benar saja, tubuh yang tergeletak di tanah itu adalah suaminya.

Tak pelak, Rosita pun histeris mendapati suami kesayangannya telah terbujur kaku tak bernyawa. Rosita pun berusaha meminta pertolongan pada tetangga dan kerabat terdekatnya. Dalam waktu sebentar, para tetangga dan warga pun berdatangan ke TKP. Warga sempat menghubungi kepolisian setempat untuk memeriksa jenazah.

Baca Juga :  Wakili 87 Kepala Daerah Terima Penghargaan

“Kapolsek turun langsung ke TKP untuk melakukan proses evakuasi dan identifikasi temuan mayat korban,” ujarnya.

Dari hasil olah TKP, sambung Kapolres, korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan kondisi sebagian tubuh berada dalam air. Selain itu, korban ditemukan dengan mengenakan sepatu boot, celana pendek warna hitam, topi hitam dan tidak memakai baju.

“Di TKP, kami juga menemukan senjata tajam jenis parang dan bibit kelengkeng yang belum ditanam. Selanjutnya, jenazah korban kami evakuasi ke Puskesmas Jongkat untuk dilakukan visum et repertum,” sebutnya.

“Dari pemeriksaan petugas medis, tidak temukan bekas luka atau tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga, korban meninggal dunia akibat serangan jantung sewaktu berada di kebun belakang rumahnya,” tukas Kapolres. (wah)

Most Read

Dinkes Bangun Posko Kesehatan

PLN Apresiasi Kementerian ATR/BPN

Siap Berpartisipasi Jika TMP Dupugar

Pegawai KPU Jalani Tes Usap Kedua

Artikel Terbaru

/