alexametrics
30.6 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Jalan Adat Jadi Pilihan Akhir

Polsek Mandor Mediasi Kasus Warganya

NGABANG – Setelah tertunda beberapa hari, Polsek Mandor akhirnya menyelesaikan kasus perzinahan yang terjadi di Dusun Delan Desa Simpang Kasturi Kecamatan Mandor di mapolsek Mandor, Selasa (27/8) lalu.

Kasus ditutup dengan mediasi yang cukup alot. Dengan melibatkan Bhabinkamtibmas, Timanggong Binua Bobor Desa Simpang Kasturi, Orang tua dan ahli Waris kedua belah pihak serta warga dusun.
“Pertemuan mediasi tersebut telah menghasilkan keputusan sangsi adat yang disebut Kampangk Basak dimana sanksi adat tersebut dijatuhkan kepada kedua belah pihak yaitu saudara RB dan saudari AT,” terang Kapolsek Mandor Iptu Anuar Syarifudin saat dikonfirmasi, Rabu (28/8).

Menurut Kapolsek, kedua belah pihak telah menyatakan menerima dan bersedia membayar sanksi adat yang telah diputuskan dalam mediasi tersebut. Dengan tenggang waktu selama 21 hari terhitung mulai 28 Agustus 2019 dan jatuh tempo pada 17 September 2019 mendatang.

Baca Juga :  Dewan Landak Harap Usulan Daerah Dapat Perhatian

“Kesediaan kedua belah pihak tersebut dinyatakan dalam Surat Pernyataan Pengakuan Sanksi adat ditandatangani diatas meterai dan disaksikan Para saksi yang juga bertandatangan,” katanya.
Dalam mediasi kasus Perzinahan, Bhabinkamtibmas Polsek Mandor Bripka Yakob menyampaikan merasa prihatin dengan terjadinya kasus tersebut, Bhabinkamtibmas mengingatkan warga masalah ini agar dijadikan pelajaran. “Pembelajaran bagi warga lainnya agar tidak terulang kembali,” ucap Yakob. (mif)

Polsek Mandor Mediasi Kasus Warganya

NGABANG – Setelah tertunda beberapa hari, Polsek Mandor akhirnya menyelesaikan kasus perzinahan yang terjadi di Dusun Delan Desa Simpang Kasturi Kecamatan Mandor di mapolsek Mandor, Selasa (27/8) lalu.

Kasus ditutup dengan mediasi yang cukup alot. Dengan melibatkan Bhabinkamtibmas, Timanggong Binua Bobor Desa Simpang Kasturi, Orang tua dan ahli Waris kedua belah pihak serta warga dusun.
“Pertemuan mediasi tersebut telah menghasilkan keputusan sangsi adat yang disebut Kampangk Basak dimana sanksi adat tersebut dijatuhkan kepada kedua belah pihak yaitu saudara RB dan saudari AT,” terang Kapolsek Mandor Iptu Anuar Syarifudin saat dikonfirmasi, Rabu (28/8).

Menurut Kapolsek, kedua belah pihak telah menyatakan menerima dan bersedia membayar sanksi adat yang telah diputuskan dalam mediasi tersebut. Dengan tenggang waktu selama 21 hari terhitung mulai 28 Agustus 2019 dan jatuh tempo pada 17 September 2019 mendatang.

Baca Juga :  Direktur RSUD Landak: Pasien Pulang Dalam Keadaan Sehat

“Kesediaan kedua belah pihak tersebut dinyatakan dalam Surat Pernyataan Pengakuan Sanksi adat ditandatangani diatas meterai dan disaksikan Para saksi yang juga bertandatangan,” katanya.
Dalam mediasi kasus Perzinahan, Bhabinkamtibmas Polsek Mandor Bripka Yakob menyampaikan merasa prihatin dengan terjadinya kasus tersebut, Bhabinkamtibmas mengingatkan warga masalah ini agar dijadikan pelajaran. “Pembelajaran bagi warga lainnya agar tidak terulang kembali,” ucap Yakob. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/