alexametrics
33 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Bupati: Pemuda Tak Boleh Cengeng

SUNGAI RAYA — Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menegaskan Hari Sumpah Pemuda merupakan salah satu hari bersejarah bagi Bangsa Indonesia. Karenanya dia berharap peringatan Sumpah Pemuda jangan menjadi sekadar formalitas.  “Saya mengingatkan kepada semua, terutama para generasi muda. jangan sampai kalian menjadi pemuda-pemudi yang cengeng. Jangan sampai jadi pemuda-pemudi yang hanya suka curhat, mellow sana-mellow sini. Jadilah pemuda yang tegar, berkarakter, bermartabat, visioner menembus zaman, mampu melihat tantangan, dan mampu menjalani lika-liku perjuangan,” kata Muda saat menjadi inspektur upacara Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 Tahun 2019, Senin (28/10) di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya.

Kata Muda, Sumpah Pemuda selayaknya harus menjadi momen refleksi. Sejauh mana kontribusi segenap anak bangsa terhadap negara. Kabupaten Kubu Raya pun, menurutnyar dia, juga eksis demi Republik Indonesia. Termasuk demi seluruh generasi di Kubu Raya yang tersebar di 9 kecamatan, 123 desa, dan 166 ribu keluarga.  “Saya ingatkan, ketika saat ini kaum terdidik sudah lebih banyak daripada yang tidak terdidik, berarti seharusnya sudah lebih jauh lompatannya. Memajukan diri dan daerah kita. Kita bertanggung jawab untuk itu,” ucapnya.

Baca Juga :  Tabrakan Speed Boat dan Motor Air di Muara Kubu, Satu Korban Belum Ditemukan

Bupati pertama Kubu Raya ini melihat, saat ini kaum terdidik punya tanggung jawab terhadap kaum tidak terdidik. Hal itu, menurut dia, harus menjadi kesadaran semua pihak. Karena itu, ia menilai momen upacara peringatan Sumpah Pemuda sangat penting untuk mengobarkan semangat tersebut.  “Jangan pernah kendor dan hanya meratapi nasib. Kita harus membangkitkan semangat generasi muda. Sekarang era digital yang semua tantangan luar biasa ada di hadapan. Termasuk tantangan kaum tidak terdidik yang masih ada di kampung-kampung,” ungkapnya.

Muda mengingatkan, sejak Kubu Raya terbentuk 12 tahun silam, slogan “Dari Kubu Raya untuk Indonesia” terus digaungkan. Hal itu dimaksudkan untuk mengobarkan semangat masyarakat dari berbagai kalangan. Rakyat Kubu Raya, sebutnya, harus tumbuh sehat dan mendapatkan hak-hak pendidikan yang layak.

Baca Juga :  Lasarus Ajak Masyarakat Sukseskan Vaksinasi

“Semuanya harus mampu kita kuatkan agar semua rumah tangga di Kubu Raya ini mampu hidup bermartabat dan bahagia. Itulah visi yang kita tanamkan saat ini,” jelasnya.  Muda pun mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk birokrasi untuk bersemangat dalam kinerja. Sebab tantangan ke depan lebih besar. Semua elemen daerah harus berupaya membuat Kubu Raya mengukir sejarah. Alih-alih hanya menjadi pengekor sejarah.

“Mari kita sama-sama untuk terus berpikir, berimajinasi, bergerak, dan berjuang menjadi pengukir sejarah. Tak sekadar pengekor sejarah. Karena itu kaum muda milenial generasi Z mari kencangkan pikiran. Era ini meski tantangan berat kita jangan cengeng. Fokus pada pikiran-pikiran besar dan perkuat talenta serta keterampilan,” ungkapnya. (ash)

SUNGAI RAYA — Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menegaskan Hari Sumpah Pemuda merupakan salah satu hari bersejarah bagi Bangsa Indonesia. Karenanya dia berharap peringatan Sumpah Pemuda jangan menjadi sekadar formalitas.  “Saya mengingatkan kepada semua, terutama para generasi muda. jangan sampai kalian menjadi pemuda-pemudi yang cengeng. Jangan sampai jadi pemuda-pemudi yang hanya suka curhat, mellow sana-mellow sini. Jadilah pemuda yang tegar, berkarakter, bermartabat, visioner menembus zaman, mampu melihat tantangan, dan mampu menjalani lika-liku perjuangan,” kata Muda saat menjadi inspektur upacara Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 Tahun 2019, Senin (28/10) di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya.

Kata Muda, Sumpah Pemuda selayaknya harus menjadi momen refleksi. Sejauh mana kontribusi segenap anak bangsa terhadap negara. Kabupaten Kubu Raya pun, menurutnyar dia, juga eksis demi Republik Indonesia. Termasuk demi seluruh generasi di Kubu Raya yang tersebar di 9 kecamatan, 123 desa, dan 166 ribu keluarga.  “Saya ingatkan, ketika saat ini kaum terdidik sudah lebih banyak daripada yang tidak terdidik, berarti seharusnya sudah lebih jauh lompatannya. Memajukan diri dan daerah kita. Kita bertanggung jawab untuk itu,” ucapnya.

Baca Juga :  Akta Kelahiran Langsung Terbit; Syaratnya Bumil Rutin Periksa ke Puskesmas

Bupati pertama Kubu Raya ini melihat, saat ini kaum terdidik punya tanggung jawab terhadap kaum tidak terdidik. Hal itu, menurut dia, harus menjadi kesadaran semua pihak. Karena itu, ia menilai momen upacara peringatan Sumpah Pemuda sangat penting untuk mengobarkan semangat tersebut.  “Jangan pernah kendor dan hanya meratapi nasib. Kita harus membangkitkan semangat generasi muda. Sekarang era digital yang semua tantangan luar biasa ada di hadapan. Termasuk tantangan kaum tidak terdidik yang masih ada di kampung-kampung,” ungkapnya.

Muda mengingatkan, sejak Kubu Raya terbentuk 12 tahun silam, slogan “Dari Kubu Raya untuk Indonesia” terus digaungkan. Hal itu dimaksudkan untuk mengobarkan semangat masyarakat dari berbagai kalangan. Rakyat Kubu Raya, sebutnya, harus tumbuh sehat dan mendapatkan hak-hak pendidikan yang layak.

Baca Juga :  Belasan Lapak PKL Ditertibkan

“Semuanya harus mampu kita kuatkan agar semua rumah tangga di Kubu Raya ini mampu hidup bermartabat dan bahagia. Itulah visi yang kita tanamkan saat ini,” jelasnya.  Muda pun mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk birokrasi untuk bersemangat dalam kinerja. Sebab tantangan ke depan lebih besar. Semua elemen daerah harus berupaya membuat Kubu Raya mengukir sejarah. Alih-alih hanya menjadi pengekor sejarah.

“Mari kita sama-sama untuk terus berpikir, berimajinasi, bergerak, dan berjuang menjadi pengukir sejarah. Tak sekadar pengekor sejarah. Karena itu kaum muda milenial generasi Z mari kencangkan pikiran. Era ini meski tantangan berat kita jangan cengeng. Fokus pada pikiran-pikiran besar dan perkuat talenta serta keterampilan,” ungkapnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/