alexametrics
24 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Dosen Poltesa Bantu Petani Sambas, Perkenalkan Alat Pengusir Burung

SAMBAS – Tim PKM Poltesa yang terdiri dari dosen Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sambas, diketuai Budi Setiawan ST MSc, beranggotakan Erwin ST MT dan Leo Dedy Anjiu ST MT,  melakukan rancang bangun teknologi tepat guna ramah lingkungan  bagi petani, yaitu berupa alat yang dapat membantu para petani dalam usaha mengusir burung. Alat tersebut pun mulai diperkenalkan kepada petani Sambas, diantaranya sebagai tempat praktek di Dusun Sebambang, Desa Sebayan, Kecamatan Sambas, pada 5 dan 6 November 2019 lalu. Budi setiawan, menyebutkan prinsip kerja dari alat yang mereka ciptakan adalah menghasilkan bunyi yang akan digunakan untuk mengusir burung. Bunyi ini berasal dari ketukan cepat pegas pada kaleng yang terpasang pada alat tersebut. Gerakan pegas ini dihasilkan motor listrik DC dengan arah putaran terjadi secara rotasi.

Kemudian, Sumber tenaga dari motor listrik bersumber dari panel surya yang dipasang pada alat tersebut. Arus listrik yang dihasilkan pada panel surya kemudian diteruskan ke solar charge controller dan dilanjutkan ke aki. Arus listrik dari aki tersebut diteruskan ke modul timer. Apabila listrik diteruskan oleh timer, maka motor akan bergerak memutarkan pegas hingga mengenai kaleng sehingga bunyi akan dihasilkan.

Baca Juga :  Jumlah Stok Melebihi Angka Kebutuhan Konsumsi

“Bunyi yang dihasilkan selama 5 detik dan terjadi berulang setiap 30 detik sekali. Waktu operasi alat dimulai dari pukul 06.00 WIB (pagi) hingga pukul 18.00 WIB (sore). Namun lamanya waktu bunyi dapat diatur sesuai dengan kebutuhan yaitu dengan cara menyetel ulang timer yang ada,” katanya.

Penciptaan alat ini, setelah melihat kondisi dimana terdapat masalah yang mengincar para petani dalam usaha penanaman padi, yaitu hama. Salah satu hama pertanian yang sering menyerang lahan pertanian padi adalah burung pipit yang memakan bulir padi. Ini untuk membantu petani. “Selama ini, petani mengusir burung dengan membentangkan tali yang diberi kaleng-kaleng. Tali-tali ini kemudian digerakkan dengan pada periode tertentu yang bertujuan untuk menghasilkan bunyi-bunyian. Dari kondisi ini muncul ide pada kami, bagaimana membuat alat berupa teknologi tepat guna bagi petani, sehingga bisa bekerja lebih efektif dan efisien dari segi hasil yang ingin dicapai,” kata Budi Setiawan.

Alat teknologi tepat guna pengusir burung yang mereka buat tersebut terdiri dari beberapa komponen berupa solar panel, solar charge controllel, aki, timer, motor listrik DC 12 V, pegas dan kaleng bekas. Fungsi panel solar yaitu menyerap tenaga matahari yang akan dijadikan sebagai sumber listrik pada alat ini. Sedangkan Solar charge controllel berfungsi untuk mengatur besarnya arus yang akan masuk ke aki atau sebagai stabiliser arus. Kemudian Aki  berfungsi sebagai cadangan daya pada saat cuaca mendung. Timer berfungsi untuk memutuskan atau menerukan arus listrik dari aki ke motor DC sesuai dengan penyetelan yang dilakukan. Motor listrik DC berfungsi untuk menggerakkan pegas. Pegas berfungsi sebagai pemukul kaleng.

Baca Juga :  PKM Poltesa Bantu Komposer Anaerob

“Alat ini kami serahkan kepada masyarakat untuk dipergunakan pada saat mendekati masa panen. Efek kejut berupa suara bunyi yang nyaring dari kaleng diharapkan dapat mengusir burung-burung pipit yang ada di sekitar sawah. Sehingga kami berharap, dengan adanya alat ini, kekhawatiran para petani akan kegagalan panen tidak akan terjadi lagi. Karena padi merupakan kebutuhan pokok yang banyak dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat kita. Ini merupakan cara kami berkontribusi bagi dunia pertanian, khususnya di Kabupaten Sambas ini,” katanya.(fah)

SAMBAS – Tim PKM Poltesa yang terdiri dari dosen Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sambas, diketuai Budi Setiawan ST MSc, beranggotakan Erwin ST MT dan Leo Dedy Anjiu ST MT,  melakukan rancang bangun teknologi tepat guna ramah lingkungan  bagi petani, yaitu berupa alat yang dapat membantu para petani dalam usaha mengusir burung. Alat tersebut pun mulai diperkenalkan kepada petani Sambas, diantaranya sebagai tempat praktek di Dusun Sebambang, Desa Sebayan, Kecamatan Sambas, pada 5 dan 6 November 2019 lalu. Budi setiawan, menyebutkan prinsip kerja dari alat yang mereka ciptakan adalah menghasilkan bunyi yang akan digunakan untuk mengusir burung. Bunyi ini berasal dari ketukan cepat pegas pada kaleng yang terpasang pada alat tersebut. Gerakan pegas ini dihasilkan motor listrik DC dengan arah putaran terjadi secara rotasi.

Kemudian, Sumber tenaga dari motor listrik bersumber dari panel surya yang dipasang pada alat tersebut. Arus listrik yang dihasilkan pada panel surya kemudian diteruskan ke solar charge controller dan dilanjutkan ke aki. Arus listrik dari aki tersebut diteruskan ke modul timer. Apabila listrik diteruskan oleh timer, maka motor akan bergerak memutarkan pegas hingga mengenai kaleng sehingga bunyi akan dihasilkan.

Baca Juga :  Gereja Dibuka Untuk Misa, Perhatikan Protokol Kesehatan, Batasi Jumlah Jemaat

“Bunyi yang dihasilkan selama 5 detik dan terjadi berulang setiap 30 detik sekali. Waktu operasi alat dimulai dari pukul 06.00 WIB (pagi) hingga pukul 18.00 WIB (sore). Namun lamanya waktu bunyi dapat diatur sesuai dengan kebutuhan yaitu dengan cara menyetel ulang timer yang ada,” katanya.

Penciptaan alat ini, setelah melihat kondisi dimana terdapat masalah yang mengincar para petani dalam usaha penanaman padi, yaitu hama. Salah satu hama pertanian yang sering menyerang lahan pertanian padi adalah burung pipit yang memakan bulir padi. Ini untuk membantu petani. “Selama ini, petani mengusir burung dengan membentangkan tali yang diberi kaleng-kaleng. Tali-tali ini kemudian digerakkan dengan pada periode tertentu yang bertujuan untuk menghasilkan bunyi-bunyian. Dari kondisi ini muncul ide pada kami, bagaimana membuat alat berupa teknologi tepat guna bagi petani, sehingga bisa bekerja lebih efektif dan efisien dari segi hasil yang ingin dicapai,” kata Budi Setiawan.

Alat teknologi tepat guna pengusir burung yang mereka buat tersebut terdiri dari beberapa komponen berupa solar panel, solar charge controllel, aki, timer, motor listrik DC 12 V, pegas dan kaleng bekas. Fungsi panel solar yaitu menyerap tenaga matahari yang akan dijadikan sebagai sumber listrik pada alat ini. Sedangkan Solar charge controllel berfungsi untuk mengatur besarnya arus yang akan masuk ke aki atau sebagai stabiliser arus. Kemudian Aki  berfungsi sebagai cadangan daya pada saat cuaca mendung. Timer berfungsi untuk memutuskan atau menerukan arus listrik dari aki ke motor DC sesuai dengan penyetelan yang dilakukan. Motor listrik DC berfungsi untuk menggerakkan pegas. Pegas berfungsi sebagai pemukul kaleng.

Baca Juga :  Kasus Covid Baru 21 Orang

“Alat ini kami serahkan kepada masyarakat untuk dipergunakan pada saat mendekati masa panen. Efek kejut berupa suara bunyi yang nyaring dari kaleng diharapkan dapat mengusir burung-burung pipit yang ada di sekitar sawah. Sehingga kami berharap, dengan adanya alat ini, kekhawatiran para petani akan kegagalan panen tidak akan terjadi lagi. Karena padi merupakan kebutuhan pokok yang banyak dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat kita. Ini merupakan cara kami berkontribusi bagi dunia pertanian, khususnya di Kabupaten Sambas ini,” katanya.(fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/