alexametrics
26.7 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Lantai Sekolah SMA Bina Bangsa Sungai Asam Roboh

Pelajar SMA Bina Bangsa Sungai Asam Khawatir Belajar di Kelas

KUBU RAYA-Kondisi bangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Bina Bangsa, Desa Sungai Asam Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya memprihatinkan. Pasalnya sejak awal tahun lalu lantai depan pintu kelas rusak dan kini semakin merembet hingga kebeberapa kelas. Al hasil 60 an pelajar di sana semakin khawatir saat jam belajar berlangsung. Robohnya lantai kelas jadi penyebab kekhawatiran itu.

Salah satu peserta didik SMA Bina Bangsa, Desa Sungai Asam Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Sofia (17) menuturkan bahwa ambruknya lantai depan kelas sudah terjadi sejak awal tahun lalu. Penyebabnya dikarenakan kondisi bangunan memang sudah tua dan mesti dilakukan renovasi.

Sebelumnya, kerusakan lantai depan kelas tidak sepanjang ini. Namun karena sering dilewati para guru dan murid menyebabkan kerusakannya makin merembet. Malahan rembetan itu hampir mencapai ke ujung kelas.

Melihat kondisi lantai kelas yang rusak, membuat dirinya khawatir. Utamanya saat jam belajar mengajar berlangsung. “Lantai depan kelas ini tak jauh dengan lantai ruang kelas kami. Tapi rembetan kini makin melebar. Kami takut sewaktu belajar lantainya ambruk,” keluhnya.

Baca Juga :  Musim Buah Tiba,Volume Sampah Meningkat

Apalagi jika hari hujan. Kadang lantai yang rusak itu ikut bergoyang. “Sekarang kamipun belajar takut. Soalnya dibagian dalam kini juga mulai retak. Harapan saya mudah-mudahan ada solusi buat sekolah kami yang kondisinya kini makin memprihatinkan,” katanya.

Guru SMA Bina Bangsa, Tri Susanti menuturkan bahwa rusaknya bangunan sekolah ini terjadi sejak awal tahun. Pihak yayasan sebenarnya sudah mencari solusi agar bantuan perbaikan bangunan bisa dilakukan pemerintah.

Ditanya kejadian jatuh pada pelajar di SMA Bina Bangsa memang belum ada. Namun dia sendiri pernah terjatuh di sana. Karena kejadian itu al hasil dia sempat tak bisa berjalan dan sudah tentu menghambat dia untuk mengajar di sekolah rintisan ini.

Kondisi kerusakan saat ini semakin parah. Bahkan lantai yang roboh itu kini semakin menjalar. Jika dibiarkan maka sekolah ini bakal tidak memiliki lantai depan.

Meskipun sekolah ini milik swasta. Harapan dia tentu Pemerintah Provinsi dapat memberikan bantuan buat perbaikan bangunan sekolah ini. Mengingat ada 60 an pelajar mengenyam pendidikan di sini.

Baca Juga :  Muda Jiwo Siap Damai

Kepala Desa Sungai Asam, Kabupaten Kubu Raya, Sumardi menuturkan bahwa sekolah ini sudah berdiri sejak 2004. Kondisi seperti ini sudah terjadi sejak awal tahun. “Memang sangat memprihatikan. Saya sendiri merasa khawatir saat masuk di dalam lokal kelasnya,” ungkapnya.

menurut informasi para guru yang ada, memang sudah mengajukan permohonan bantuan pada kabupaten, namun saat ini tidak tahu lagi, karena tanggung jawab SMA ada pada provinsi. Sebenarnya dia ingin membantu pembangunan sekolah ini menggunakan dana desa. Tapi dalam aturan hal tersebut tidak diperkenankan.

Namun jika dibiarkan dia khawatir bangunan sekolah akan semakin rusak. Dampaknya bisa membahayakan pelajar yang sewaktu-waktu saat belajar, tiba-tiba bangunan kelas roboh. Jika kejadian seperti itu bukan tak mungkin akan muncul korban.

Dia berharap permohonan bantuan yang diajukan dewan guru dapat direspon oleh pemerintah. Pasalnya masih banyak pelajar yang bersekolah di sini.(iza)

Pelajar SMA Bina Bangsa Sungai Asam Khawatir Belajar di Kelas

KUBU RAYA-Kondisi bangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Bina Bangsa, Desa Sungai Asam Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya memprihatinkan. Pasalnya sejak awal tahun lalu lantai depan pintu kelas rusak dan kini semakin merembet hingga kebeberapa kelas. Al hasil 60 an pelajar di sana semakin khawatir saat jam belajar berlangsung. Robohnya lantai kelas jadi penyebab kekhawatiran itu.

Salah satu peserta didik SMA Bina Bangsa, Desa Sungai Asam Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Sofia (17) menuturkan bahwa ambruknya lantai depan kelas sudah terjadi sejak awal tahun lalu. Penyebabnya dikarenakan kondisi bangunan memang sudah tua dan mesti dilakukan renovasi.

Sebelumnya, kerusakan lantai depan kelas tidak sepanjang ini. Namun karena sering dilewati para guru dan murid menyebabkan kerusakannya makin merembet. Malahan rembetan itu hampir mencapai ke ujung kelas.

Melihat kondisi lantai kelas yang rusak, membuat dirinya khawatir. Utamanya saat jam belajar mengajar berlangsung. “Lantai depan kelas ini tak jauh dengan lantai ruang kelas kami. Tapi rembetan kini makin melebar. Kami takut sewaktu belajar lantainya ambruk,” keluhnya.

Baca Juga :  Masyarakat Tetap Disiplin Prokes

Apalagi jika hari hujan. Kadang lantai yang rusak itu ikut bergoyang. “Sekarang kamipun belajar takut. Soalnya dibagian dalam kini juga mulai retak. Harapan saya mudah-mudahan ada solusi buat sekolah kami yang kondisinya kini makin memprihatinkan,” katanya.

Guru SMA Bina Bangsa, Tri Susanti menuturkan bahwa rusaknya bangunan sekolah ini terjadi sejak awal tahun. Pihak yayasan sebenarnya sudah mencari solusi agar bantuan perbaikan bangunan bisa dilakukan pemerintah.

Ditanya kejadian jatuh pada pelajar di SMA Bina Bangsa memang belum ada. Namun dia sendiri pernah terjatuh di sana. Karena kejadian itu al hasil dia sempat tak bisa berjalan dan sudah tentu menghambat dia untuk mengajar di sekolah rintisan ini.

Kondisi kerusakan saat ini semakin parah. Bahkan lantai yang roboh itu kini semakin menjalar. Jika dibiarkan maka sekolah ini bakal tidak memiliki lantai depan.

Meskipun sekolah ini milik swasta. Harapan dia tentu Pemerintah Provinsi dapat memberikan bantuan buat perbaikan bangunan sekolah ini. Mengingat ada 60 an pelajar mengenyam pendidikan di sini.

Baca Juga :  Perusahaan ┬áKomitmen Jalankan CSR

Kepala Desa Sungai Asam, Kabupaten Kubu Raya, Sumardi menuturkan bahwa sekolah ini sudah berdiri sejak 2004. Kondisi seperti ini sudah terjadi sejak awal tahun. “Memang sangat memprihatikan. Saya sendiri merasa khawatir saat masuk di dalam lokal kelasnya,” ungkapnya.

menurut informasi para guru yang ada, memang sudah mengajukan permohonan bantuan pada kabupaten, namun saat ini tidak tahu lagi, karena tanggung jawab SMA ada pada provinsi. Sebenarnya dia ingin membantu pembangunan sekolah ini menggunakan dana desa. Tapi dalam aturan hal tersebut tidak diperkenankan.

Namun jika dibiarkan dia khawatir bangunan sekolah akan semakin rusak. Dampaknya bisa membahayakan pelajar yang sewaktu-waktu saat belajar, tiba-tiba bangunan kelas roboh. Jika kejadian seperti itu bukan tak mungkin akan muncul korban.

Dia berharap permohonan bantuan yang diajukan dewan guru dapat direspon oleh pemerintah. Pasalnya masih banyak pelajar yang bersekolah di sini.(iza)

Most Read

Mobile JKN Permudah Pelayanan Kesehatan

Libatkan Masyarakat dalam Pembangunan

Modus Sembuhkan Penyakit

MENGENAL SURAH ALI IMRAN

Artikel Terbaru

/