alexametrics
33.9 C
Pontianak
Tuesday, August 9, 2022

PGRI Minta Kaji Lagi Rencana KBM Tatap Muka

BENGKAYANG – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bengkayang menyambut baik rencana kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka yang hendak kembali digelar di Kabupaten Bengkayang. Meski demikian, PGRI Kabupaten Bengkayang meminta agar setiap proses dan perencanaan tersebut dibarengi dengan persiapan yang matang.

Hal tersebut dilontarkan Ketua PGRI Kabupaten Bengkayang, Rudi yang meminta agar KBM tatap muka ditinjau kembali agar tak menimbulkan hal negatif bagi pihak yang terlibat, khususnya guru dan murid.

Mengingat saat ini situasi dan kondisi yang masih berada di tengah pandemi Covid-19. “Kemarin KBM tatap muka memang sudah dilaksanakan, namun masih bersifat terbatas. Khususnya untuk yang kemarin sudah memulai itu bagi kelas 12,” katanya, Minggu (28/2).

Seperti yang diketahui, lanjutnya, hal tersebut berlaku hanya bagi orangtua yang sudah setuju dan mengizinkan anaknya untuk sekolah tatap muka. Sementara bagi orang tua siswa yang belum mengizinkan anak-anaknya untuk melakukan KBM di sekolah, maka diperbolehkan untuk belajar di rumah secara daring seperti yang sebelumnya telah dilakukan.

Baca Juga :  PTM Ditunda, Dukung Keputusan Pemerintah

“Menyikapi hal itu tentunya ada beberapa poin atau langkah yang harusnya dilakukan. Terutama agar KBM tatap muka bisa berlangsung dan tak menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pihak yang terlibat didalamnya,” ungkapnya.

“Misalnya, seluruh unsur mulai dari guru, siswa, pegawai TU (tata usaha) hingga penjaga sekolah di swab tes atau paling tidak minimal melakukan tes antigen untuk memastikan keamanan dan kesehatannya,” tambahnya.

Menurutnya hal seperti itu penting dilakukan demi kebaikan bersama. Apabila hal seperti itu tidak dilakukan, maka KBM tatap muka di sekolah malah dikhawatirkan bisa menimbulkan klaster baru di Kabupaten Bengkayang. “Kita harap itu bisa dilakukan (swab atau antigen). Selain itu, kita juga berharap baik guru maupun siswa juga mendapat jatah vaksinasi kedepannya setelah nakes,” harapnya.

Baca Juga :  Minta Orang Tua Jangan Ragu Sukseskan Vaksin untuk Pelajar

Sementara sebelumnya, Plt. Kadisdik kabupaten Bengkayang, Gustian Andiwinata menyatakan bahwa KBM Tatap Muka terbatas tidak wajib untuk semua anak. KBM Tatap muka terbatas tersebut dilaksanakan atau diikuti murid berdasarkan persetujuan dari orangtua atau wali murid.
“KBM Tatap Muka Terbatas ini tidak wajib untuk semua anak. Yang boleh adalah atas persetujuan orang tua atau walinya. Yang lain(yang tidak diizinkan) tetap daring atau Kuring,” tegasnya.

Kemudian, Gustian juga meminta untuk sekolah yang melaksanakan KBM tatap muka terbatas untuk tetap perketat dan tegas dengan menjalankan Prokes Covid-19. “Kesehatan dan keselamatan prioritas, jangan lengah,” pesannya. (Sig)

 

BENGKAYANG – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bengkayang menyambut baik rencana kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka yang hendak kembali digelar di Kabupaten Bengkayang. Meski demikian, PGRI Kabupaten Bengkayang meminta agar setiap proses dan perencanaan tersebut dibarengi dengan persiapan yang matang.

Hal tersebut dilontarkan Ketua PGRI Kabupaten Bengkayang, Rudi yang meminta agar KBM tatap muka ditinjau kembali agar tak menimbulkan hal negatif bagi pihak yang terlibat, khususnya guru dan murid.

Mengingat saat ini situasi dan kondisi yang masih berada di tengah pandemi Covid-19. “Kemarin KBM tatap muka memang sudah dilaksanakan, namun masih bersifat terbatas. Khususnya untuk yang kemarin sudah memulai itu bagi kelas 12,” katanya, Minggu (28/2).

Seperti yang diketahui, lanjutnya, hal tersebut berlaku hanya bagi orangtua yang sudah setuju dan mengizinkan anaknya untuk sekolah tatap muka. Sementara bagi orang tua siswa yang belum mengizinkan anak-anaknya untuk melakukan KBM di sekolah, maka diperbolehkan untuk belajar di rumah secara daring seperti yang sebelumnya telah dilakukan.

Baca Juga :  Pedagang Ikan Olahan Keluhkan Sepi Pembeli

“Menyikapi hal itu tentunya ada beberapa poin atau langkah yang harusnya dilakukan. Terutama agar KBM tatap muka bisa berlangsung dan tak menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pihak yang terlibat didalamnya,” ungkapnya.

“Misalnya, seluruh unsur mulai dari guru, siswa, pegawai TU (tata usaha) hingga penjaga sekolah di swab tes atau paling tidak minimal melakukan tes antigen untuk memastikan keamanan dan kesehatannya,” tambahnya.

Menurutnya hal seperti itu penting dilakukan demi kebaikan bersama. Apabila hal seperti itu tidak dilakukan, maka KBM tatap muka di sekolah malah dikhawatirkan bisa menimbulkan klaster baru di Kabupaten Bengkayang. “Kita harap itu bisa dilakukan (swab atau antigen). Selain itu, kita juga berharap baik guru maupun siswa juga mendapat jatah vaksinasi kedepannya setelah nakes,” harapnya.

Baca Juga :  UKS/M  Berperan dalam Pembelajaran Tatap Muka

Sementara sebelumnya, Plt. Kadisdik kabupaten Bengkayang, Gustian Andiwinata menyatakan bahwa KBM Tatap Muka terbatas tidak wajib untuk semua anak. KBM Tatap muka terbatas tersebut dilaksanakan atau diikuti murid berdasarkan persetujuan dari orangtua atau wali murid.
“KBM Tatap Muka Terbatas ini tidak wajib untuk semua anak. Yang boleh adalah atas persetujuan orang tua atau walinya. Yang lain(yang tidak diizinkan) tetap daring atau Kuring,” tegasnya.

Kemudian, Gustian juga meminta untuk sekolah yang melaksanakan KBM tatap muka terbatas untuk tetap perketat dan tegas dengan menjalankan Prokes Covid-19. “Kesehatan dan keselamatan prioritas, jangan lengah,” pesannya. (Sig)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/