alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, July 7, 2022

Titik Hotspot Mulai Muncul, BPBD Pastikan Bengkayang Siaga Karhutla

BENGKAYANG – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkayang saat ini telah memasang status siaga karhutla (kebakaran hutan dan lahan). Hal tersebut dilakukan lantaran adanya temuan-temuan hotspot (titik api) di wilayah Kabupaten Bengkayang yang dapat memicu terjadinya karhutla.

Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala BPBD Kabupaten Bengkayang, Damianus yang mengatakan saat ini untuk titik-titik hotspot yang muncul tersebar di dua wilayah. Diantaranya sekitar Sungai Raya dan Sungai Raya Kepulauan.

“Untuk titik-titik (panas) yang muncul merupakan hotspor porporasi. Saat ini sedang dalam pantauan BPBD Kabupaten Bengkayang dan Muspika (musyawarah pimpinan Kecamatan),” ujar Damianus saat dikonfirmasi, Minggu (28/2).

Dia juga memastikan saat ini pihaknya yang dibantu destana (desa tanggap bencana) yang ada serta istansi terkait, termasuk TNI Polri sudah bersiaga di lokasi-lokasi yang dianggap rawan karhutla. Sementara menyoal adanya lahan yang terbakar di sekitar Sungai Raya, Damianus menyebut saat ini pihaknya juga masih melakukan identifikasi untuk memastikan apakah lahan yang terbakar merupakan dampak dari kemarau yang beberapa hari kebelakang melanda atau adanya unsur kesengajaan oleh oknum tak bertanggungjawab.

“Saat ini masih kita identifikasi terkait itu (lahan terbakar). Yang jelas saat ini kita sudah siaga karhutla, dan yang jelas kita berharap mudah-mudahan ini bisa ditangani dan api tidak merambat kemana-mana,” tegasnya.

Baca Juga :  Meriahkan Kemerdekaan

Sebelumnya, Damianus sempat mengungkapkan bahwa setidaknya ada empat daerah yang rawan dan berpotensi terjadinya karhutla. Diantaranya Sungai Duri, Sungai Raya Kepulauan, Sanggau Ledo, dan Jagoi Babang. “Mengingat empat wilayah tersebut merupakan lahan gambut dan rawan terjadi karhutla apabila berkaca dari kejadian yang berlangsung (karhutla) ditiap tahunnya,” ucapnya.

Dia melanjutkan, potensi karhutla semakin besar terjadi apabila wilayah-wilayah rawan tersebut tidak diguyur hujan atau mengalami cuaca panas dalam kurun waktu seminggu. Hal ini, kata dia, yang saat ini turut menjadi perhatian sekaligus diwaspadai untuk mengantisipasi apabila adanya temuan titik api atau kejadian karhutla kedepan.

“Upaya antisipasi sudah kita lakukan. Salah satunya kita mengaktifkan fungsi destana (desa tanggap bencana) di empat wilayah rawan tersebut. Hal ini kita lakukan sebagai bentuk siaga apabila ada kejadian karhutla di Bengkayang,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis sebelumnya juga sempat menyinggung bahwa persiapan penanganan karhutla juga telah dipersiapkan dalam awal kepemimpinannya di Kabupaten Bengkayang. Hal tersebut dilontarkan Darwis usai mengikuti prosesi pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, baru-baru ini.
Ketika itu, Darwis memastikan bahwa sebelumnya pihaknya turut andil dalam rakor mengenai karhutla yang dilaksanakan ditingkat Provinsi. Dia juga memastikan akan memantapkan kesiapan Kabupaten Bengkayang dalam menghadapi potensi karhutla yang mungkin saja terjadi.

Baca Juga :  Manfaatkan Sumur Bor dan Sekat Kanal dalam Pemadaman Kebakaran Lahan

“Sesuai dengan intruksi dari bapak Presiden dan Gubernur Kalbar, agar karhutla ini mampu diredam di seluruh Kabupaten. Termasuk Kabupaten Bengkayang yang punya potensi terjadinya karhutla,” tutupnya.

Terpisah, personel dari Koramil 1202-03/Sungai Raya bersama Instansi terkait sebelumnya turut turun langsung memadamkan titik api yang berada di lokasi Jalan A. Yani RT. 03 RW. 05, Dusun Teratai, Desa Karimuting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang.

Sementara untuk titik api tersebut berada di koordinat CO. 0’47’50,904″N108’53’20,176E. Selain itu, api tersebut setidaknya diperkirakan membakar lahan sawit dengan luasan satu hektare.

Terkait hal tersebut, Danramil 1202-03/Sungai Raya Kapten Inf Gatot Daryanto mengatakan bahwa Karhutla yang sudah menjadi perhatian Pemerintah, tentu harus diatasi secara bersama. Terutama intansi terkait yang mana jika terjadi Karhutla di daerah tersebut di wajibkan untuk bergerak cepat ke titik sumber api guna untuk memadamkan api.

“Hal tersebut perlu disikapi dengan cepat agar tidak menjalar ketempat lain dan menjadikan situasi kembali dalam keadaan kondusif,” ujar Danramil.
Danramil turut mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, apa lagi sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan. Terutama bagi masyarakat yang membuka lahan untuk berkebun. “Terlebih mengingat saat ini kita sudah mulai memasuki musim kemarau,” pungkasnya. (Sig)

BENGKAYANG – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkayang saat ini telah memasang status siaga karhutla (kebakaran hutan dan lahan). Hal tersebut dilakukan lantaran adanya temuan-temuan hotspot (titik api) di wilayah Kabupaten Bengkayang yang dapat memicu terjadinya karhutla.

Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala BPBD Kabupaten Bengkayang, Damianus yang mengatakan saat ini untuk titik-titik hotspot yang muncul tersebar di dua wilayah. Diantaranya sekitar Sungai Raya dan Sungai Raya Kepulauan.

“Untuk titik-titik (panas) yang muncul merupakan hotspor porporasi. Saat ini sedang dalam pantauan BPBD Kabupaten Bengkayang dan Muspika (musyawarah pimpinan Kecamatan),” ujar Damianus saat dikonfirmasi, Minggu (28/2).

Dia juga memastikan saat ini pihaknya yang dibantu destana (desa tanggap bencana) yang ada serta istansi terkait, termasuk TNI Polri sudah bersiaga di lokasi-lokasi yang dianggap rawan karhutla. Sementara menyoal adanya lahan yang terbakar di sekitar Sungai Raya, Damianus menyebut saat ini pihaknya juga masih melakukan identifikasi untuk memastikan apakah lahan yang terbakar merupakan dampak dari kemarau yang beberapa hari kebelakang melanda atau adanya unsur kesengajaan oleh oknum tak bertanggungjawab.

“Saat ini masih kita identifikasi terkait itu (lahan terbakar). Yang jelas saat ini kita sudah siaga karhutla, dan yang jelas kita berharap mudah-mudahan ini bisa ditangani dan api tidak merambat kemana-mana,” tegasnya.

Baca Juga :  Karhutla, Satu Orangutan Kembali Dievakuasi

Sebelumnya, Damianus sempat mengungkapkan bahwa setidaknya ada empat daerah yang rawan dan berpotensi terjadinya karhutla. Diantaranya Sungai Duri, Sungai Raya Kepulauan, Sanggau Ledo, dan Jagoi Babang. “Mengingat empat wilayah tersebut merupakan lahan gambut dan rawan terjadi karhutla apabila berkaca dari kejadian yang berlangsung (karhutla) ditiap tahunnya,” ucapnya.

Dia melanjutkan, potensi karhutla semakin besar terjadi apabila wilayah-wilayah rawan tersebut tidak diguyur hujan atau mengalami cuaca panas dalam kurun waktu seminggu. Hal ini, kata dia, yang saat ini turut menjadi perhatian sekaligus diwaspadai untuk mengantisipasi apabila adanya temuan titik api atau kejadian karhutla kedepan.

“Upaya antisipasi sudah kita lakukan. Salah satunya kita mengaktifkan fungsi destana (desa tanggap bencana) di empat wilayah rawan tersebut. Hal ini kita lakukan sebagai bentuk siaga apabila ada kejadian karhutla di Bengkayang,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis sebelumnya juga sempat menyinggung bahwa persiapan penanganan karhutla juga telah dipersiapkan dalam awal kepemimpinannya di Kabupaten Bengkayang. Hal tersebut dilontarkan Darwis usai mengikuti prosesi pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, baru-baru ini.
Ketika itu, Darwis memastikan bahwa sebelumnya pihaknya turut andil dalam rakor mengenai karhutla yang dilaksanakan ditingkat Provinsi. Dia juga memastikan akan memantapkan kesiapan Kabupaten Bengkayang dalam menghadapi potensi karhutla yang mungkin saja terjadi.

Baca Juga :  Rencanakan Pelatihan Pemulasaran Jenazah Covid-19

“Sesuai dengan intruksi dari bapak Presiden dan Gubernur Kalbar, agar karhutla ini mampu diredam di seluruh Kabupaten. Termasuk Kabupaten Bengkayang yang punya potensi terjadinya karhutla,” tutupnya.

Terpisah, personel dari Koramil 1202-03/Sungai Raya bersama Instansi terkait sebelumnya turut turun langsung memadamkan titik api yang berada di lokasi Jalan A. Yani RT. 03 RW. 05, Dusun Teratai, Desa Karimuting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang.

Sementara untuk titik api tersebut berada di koordinat CO. 0’47’50,904″N108’53’20,176E. Selain itu, api tersebut setidaknya diperkirakan membakar lahan sawit dengan luasan satu hektare.

Terkait hal tersebut, Danramil 1202-03/Sungai Raya Kapten Inf Gatot Daryanto mengatakan bahwa Karhutla yang sudah menjadi perhatian Pemerintah, tentu harus diatasi secara bersama. Terutama intansi terkait yang mana jika terjadi Karhutla di daerah tersebut di wajibkan untuk bergerak cepat ke titik sumber api guna untuk memadamkan api.

“Hal tersebut perlu disikapi dengan cepat agar tidak menjalar ketempat lain dan menjadikan situasi kembali dalam keadaan kondusif,” ujar Danramil.
Danramil turut mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, apa lagi sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan. Terutama bagi masyarakat yang membuka lahan untuk berkebun. “Terlebih mengingat saat ini kita sudah mulai memasuki musim kemarau,” pungkasnya. (Sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/