alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Dukung Penuh Upaya Pemda

BENGKAYANG-Ketua DPRD kabupaten Bengkayang, Fransiskus menyatakan dukungan dan akan mendorong upaya Pemkab Bengkayang dalam mengembangkan sentra jagung di Bengkayang. Namun, kata dia, dalam mencapai hal tersebut tentunya harus berbarengan dengan dukungan lain, termasuk dengan penyediaan pupuk kepada petani, baik berkelompok dan juga petani mandiri.

Menurut Fransiskus, penyedia akan sumber pupuk sangatlah penting, sebagai penunjang hasil pertanian. Terlebih di tengah pandemi, terlebih juga program pemulihan ekonomi daerah yang menyasar pada bidang pertanian.

“Tentu dalam mewujudkan hal tersebut perlu dukungan dari pemerintah, semisalnya lahan, kesediaan pupuk, dan juga pasar,” ucapnya, Minggu (3/10).

Selain itu, dalam rangka pemulihan ekonomi tersebut, dia meminta agar pemerintah daerah lakukan langkah-langkah inovatif dan kreatif dalam mengejar peluang. Terlebih Bengkayang memiliki kultur tanah yang subur, sehingga menjadi potensial dalam pengembangan komoditas pertanian. “Tidak hanya jagung, namun juga komoditas lainnya yang berpotensi di Bengkayang,” katanya.

“Langkah-langkah inovatif mesti dilakukan. Potensi dan peluang harus dimanfaatkan, apalagi kita memiliki tanah yang subur, dan ada juga komoditas andalan seperti jagung, lada, karet dan sebagainya,” timpalnya.

Pria yang karib disapa Fran tersebut menambahkan, kekayaan alam sangat mendukung di Kabupaten Bengkayang dipastikan bisa menjadi jalur alternatif dalam memulihkan perekonomian, khususnya di sektor pertanian. Disamping itu, lanjutnya, pihak legislatif pun akan mendukung langkah pemerintah melalui penganggaran.

Baca Juga :  Awas Corona Varian Baru

“Dengan itu kita dukung dan dorong Pemda dalam hal ini, dan kita dukung dalam hal penganggaran,” tutupnya.

Sementara sebelumnya, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis menargetkan Kabupaten Bengkayang untuk dicanangkan sebagai Kawasan Sentra Pengembangan jagung di Kalimantan Barat. Hal tersebut dilakukan berdasarkan data di tahun 2021 ini total luas tanam jagung Kalimantan Barat adalah 52.082 Hektare dan 34.599 Hektare (66,43%) adalah pertanaman di wilayah Kabupaten Bengkayang.

Berkaitan dengan hal tersebut, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis menyatakan Pemkab Bengkayang saat ini konsen dalam mengembangkan potensi komoditas pertanian pangan lokal. Sebagai salah satu kabupaten penyumbang kebutuhan jagung terbanyak di Kalbar, dia mengungkapkan bahwa saat ini Bengkayang menjadi sentra jagung dengan menyumbang sekitar 60 persen kebutuhan Jagung di Kalbar.

Darwis juga menjelaskan bahwa banyak potensi komoditas pertanian yang perlu dikembangkan di Kabupaten Bengkayang, dan saat ini pihak pemerintah memberi fokus pada pengembangan produktifitas jagung yang tersebar di 122 desa di 7 kecamatan.

“Saat ini kita fokus pada pengembangan produktifitas jagung. Lahan yang sudah tersedia sekitar 30.036 hektare, yang menyebar di 7 Kecamatan. Saat ini produksi jagung di Kabupaten Bengkayang menyumbangkan sekitar 60 persen untuk kebutuhan jagung diseluruh Kalimantan Barat,” paparnya.

Baca Juga :  Kedepankan Prokes dan Keselamatan Berlayar

Darwis memastikan pihaknya sendiri saat ini sudah melakukan kerjasama dengan pihak kementerian pertanian. Setidaknya, sekitar 1000 ton bibit jagung disediakan untuk di tanam pada lahan pertanian yang ada. “Kita menginginkan Kabupaten Bengkayang sebagai Kabupaten Jagung. Kita juga berharap Kabupaten Bengkayang bisa handal dalam produktifitas jagung,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa untuk mencapai mimpi tersebut, pihaknya menggandeng banyak pihak termasuk kaum milenial untuk ikut terjun dalam pengembangan pangan lokal. Pasalnya, kehadiran kaum milenial diharapkan memberikan sentuhan baru disektor pertanian dengan upaya inovasi dan kreasi baru.

“Kalau selama ini jagung hanya digunakan untuk pakan ternak saja, harapan saya anak muda memberikan kreasi dan inovasi baru. Jagung ini bisa dikreasi dengan banyak hal,” ujarnya.

Darwis juga menegaskan, selain komoditas jagung yang menjadi andalan Kabupaten Bengkayang adalah ubi jalar. Untuk ubi jalar sendiri pemerintah Kabupaten Bengkayang sudah menyediakan lahan seluas 128 hektare yang tersebar di dua kecamatan. Kemudian komoditas lain yang dikebangkan ubi kayu dengan luas lahan 331 hektare di tiga Kecamatan, talas 45 hektare dan komoditas lain berupa pisang, durian, papaya dan alpukat.

“Ini potensi pangan lokal kita, tinggal dikembangkan. Kita akan mengupayakan proses pengembangan dari aspek hulu sampai ke hilir dengan menggandeng banyak pihak,” pungkasnya.(sig)

BENGKAYANG-Ketua DPRD kabupaten Bengkayang, Fransiskus menyatakan dukungan dan akan mendorong upaya Pemkab Bengkayang dalam mengembangkan sentra jagung di Bengkayang. Namun, kata dia, dalam mencapai hal tersebut tentunya harus berbarengan dengan dukungan lain, termasuk dengan penyediaan pupuk kepada petani, baik berkelompok dan juga petani mandiri.

Menurut Fransiskus, penyedia akan sumber pupuk sangatlah penting, sebagai penunjang hasil pertanian. Terlebih di tengah pandemi, terlebih juga program pemulihan ekonomi daerah yang menyasar pada bidang pertanian.

“Tentu dalam mewujudkan hal tersebut perlu dukungan dari pemerintah, semisalnya lahan, kesediaan pupuk, dan juga pasar,” ucapnya, Minggu (3/10).

Selain itu, dalam rangka pemulihan ekonomi tersebut, dia meminta agar pemerintah daerah lakukan langkah-langkah inovatif dan kreatif dalam mengejar peluang. Terlebih Bengkayang memiliki kultur tanah yang subur, sehingga menjadi potensial dalam pengembangan komoditas pertanian. “Tidak hanya jagung, namun juga komoditas lainnya yang berpotensi di Bengkayang,” katanya.

“Langkah-langkah inovatif mesti dilakukan. Potensi dan peluang harus dimanfaatkan, apalagi kita memiliki tanah yang subur, dan ada juga komoditas andalan seperti jagung, lada, karet dan sebagainya,” timpalnya.

Pria yang karib disapa Fran tersebut menambahkan, kekayaan alam sangat mendukung di Kabupaten Bengkayang dipastikan bisa menjadi jalur alternatif dalam memulihkan perekonomian, khususnya di sektor pertanian. Disamping itu, lanjutnya, pihak legislatif pun akan mendukung langkah pemerintah melalui penganggaran.

Baca Juga :  Kedepankan Prokes dan Keselamatan Berlayar

“Dengan itu kita dukung dan dorong Pemda dalam hal ini, dan kita dukung dalam hal penganggaran,” tutupnya.

Sementara sebelumnya, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis menargetkan Kabupaten Bengkayang untuk dicanangkan sebagai Kawasan Sentra Pengembangan jagung di Kalimantan Barat. Hal tersebut dilakukan berdasarkan data di tahun 2021 ini total luas tanam jagung Kalimantan Barat adalah 52.082 Hektare dan 34.599 Hektare (66,43%) adalah pertanaman di wilayah Kabupaten Bengkayang.

Berkaitan dengan hal tersebut, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis menyatakan Pemkab Bengkayang saat ini konsen dalam mengembangkan potensi komoditas pertanian pangan lokal. Sebagai salah satu kabupaten penyumbang kebutuhan jagung terbanyak di Kalbar, dia mengungkapkan bahwa saat ini Bengkayang menjadi sentra jagung dengan menyumbang sekitar 60 persen kebutuhan Jagung di Kalbar.

Darwis juga menjelaskan bahwa banyak potensi komoditas pertanian yang perlu dikembangkan di Kabupaten Bengkayang, dan saat ini pihak pemerintah memberi fokus pada pengembangan produktifitas jagung yang tersebar di 122 desa di 7 kecamatan.

“Saat ini kita fokus pada pengembangan produktifitas jagung. Lahan yang sudah tersedia sekitar 30.036 hektare, yang menyebar di 7 Kecamatan. Saat ini produksi jagung di Kabupaten Bengkayang menyumbangkan sekitar 60 persen untuk kebutuhan jagung diseluruh Kalimantan Barat,” paparnya.

Baca Juga :  Polres Dalami Perkara Pungli Oknum Kades

Darwis memastikan pihaknya sendiri saat ini sudah melakukan kerjasama dengan pihak kementerian pertanian. Setidaknya, sekitar 1000 ton bibit jagung disediakan untuk di tanam pada lahan pertanian yang ada. “Kita menginginkan Kabupaten Bengkayang sebagai Kabupaten Jagung. Kita juga berharap Kabupaten Bengkayang bisa handal dalam produktifitas jagung,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa untuk mencapai mimpi tersebut, pihaknya menggandeng banyak pihak termasuk kaum milenial untuk ikut terjun dalam pengembangan pangan lokal. Pasalnya, kehadiran kaum milenial diharapkan memberikan sentuhan baru disektor pertanian dengan upaya inovasi dan kreasi baru.

“Kalau selama ini jagung hanya digunakan untuk pakan ternak saja, harapan saya anak muda memberikan kreasi dan inovasi baru. Jagung ini bisa dikreasi dengan banyak hal,” ujarnya.

Darwis juga menegaskan, selain komoditas jagung yang menjadi andalan Kabupaten Bengkayang adalah ubi jalar. Untuk ubi jalar sendiri pemerintah Kabupaten Bengkayang sudah menyediakan lahan seluas 128 hektare yang tersebar di dua kecamatan. Kemudian komoditas lain yang dikebangkan ubi kayu dengan luas lahan 331 hektare di tiga Kecamatan, talas 45 hektare dan komoditas lain berupa pisang, durian, papaya dan alpukat.

“Ini potensi pangan lokal kita, tinggal dikembangkan. Kita akan mengupayakan proses pengembangan dari aspek hulu sampai ke hilir dengan menggandeng banyak pihak,” pungkasnya.(sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/