alexametrics
30.6 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Selesaikan 28 Tindak Pidana Narkotika Sepanjang 2020

Ungkap Satu Sindikat Narkoba

BENGKAYANG – Sepanjang tahun 2020, jajaran Sat Resnarkoba Polres Bengkayang berhasil mengungkap 28 kasus tindak pidana narkotika yang beroperasi di wilayah hukum mereka. Angka tersebut mengalami penurunan jika dibanding dengan jumlah ungkapan yang berhasil dilakukan dari tahun 2019 silam.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Bengkayang AKBP NB Dharma melakui Kasat Resnarkoba Polres Bengkayang, AKP Rizal mengatakan total ada 38 tersangka yang berhasil diamankan dari 28 kasus yang berhasil diungkap oleh pihaknya. Dengan total barang bukti narkotika berbagai jenis dengan berat lebih dari 1,29 kilogram.

Selain itu, ia mengatakan bahwa untuk tangkapan yang paling banyak dan berhasil dilakukan adalah di semester awal, yakni pada bulan Januari hingga Juni 2020. Sementara untuk semester 2, yakni periode Juli hingga Desember 2020, untuk pengungkapan kasus narkotika menurun tajam.

“Dari beberapa yang kita amankan sejauh ini, para tersangka tersebut adalah mereka yang bergerak sebagai pengedar dan pemakai. Ada pula diantaranya merupakan bandar hingga sindikat yang berhasil kita ungkap,” tutur Rizal, Senin (4/1).

Baca Juga :  Pengerjaan Infrastruktur Berjalan Tahun Ini

Adapun, sambungnya, dari beberapa tersangka yang berhasil diamankan hingga saat ini adalah mereka yang masih dalam kategori usia produktif. Sementara terkait interogasi yang telah dilakukan terhadap beberapa tersangka, sejauh ini rata-rata mereka yang terlibat dalam penyelundupan narkotika tersebut bermain di dua jaringan. Yakni di perbatasan Jagoi Babang dan Kota Pontianak.

“Untuk tsk (tersangka) yang kita amankan rata-rata usia produktif. Sementara untuk pekerjaan, mereka yang kita tangkap sejauh ini adalah pekerja tambang, perkebunan, dan sopir,” ungkapnya.

“Selain itu untuk sindikat kita juga ada amankan satu sindikat yang terdiri dari lima tersangka yang sudah berhasil kita amankan. Mereka mengaku membawa barang haram tersebut dari Malaysia. Sementara untuk penjual yang merupakan sumber mereka mendapatkan barang tersebut masih menjadi target operasi kita,” timpalnya.

Baca Juga :  Banjir Parah di Tiga Kecamatan, Pemukiman Tergenang Jalan Paralel Amblas

Lebih jauh, dia juga mengungkapkan bahwa narkotika jenis sabu masih jadi yang terbanyak diselundupkan di wilayah hukum Polres Bengkayang. Sementara terkait langkah kedepan, ia memastikan pihaknya akan terus mengawasi dan siap memberantas tindak kejahatan yang berhubungan dengan narkotika. Mengingat barang haram tersebut dapat berdampak buruk, terutama bagi kawula-kawula muda penerus generasi bangsa.

Disisi lain, ia juga meminta kepada seluruh masyarakat agar tak segan untuk melapor apabila melihat atau mengetahui adanya tindakan yang mencurigakan terkait peredaran narkotika, khususnya di Kabupaten Bengkayang.

“Kita disini terus berkoordinasi dengan pohak terkait, khususnya Badan Narkotika Nasional (BNN). Dan disini kita pastikan kita siap memerangi yang namanya narkoba. Karena ini bisa merusak siapapun penggunanya termasuk generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (Sig)

Ungkap Satu Sindikat Narkoba

BENGKAYANG – Sepanjang tahun 2020, jajaran Sat Resnarkoba Polres Bengkayang berhasil mengungkap 28 kasus tindak pidana narkotika yang beroperasi di wilayah hukum mereka. Angka tersebut mengalami penurunan jika dibanding dengan jumlah ungkapan yang berhasil dilakukan dari tahun 2019 silam.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Bengkayang AKBP NB Dharma melakui Kasat Resnarkoba Polres Bengkayang, AKP Rizal mengatakan total ada 38 tersangka yang berhasil diamankan dari 28 kasus yang berhasil diungkap oleh pihaknya. Dengan total barang bukti narkotika berbagai jenis dengan berat lebih dari 1,29 kilogram.

Selain itu, ia mengatakan bahwa untuk tangkapan yang paling banyak dan berhasil dilakukan adalah di semester awal, yakni pada bulan Januari hingga Juni 2020. Sementara untuk semester 2, yakni periode Juli hingga Desember 2020, untuk pengungkapan kasus narkotika menurun tajam.

“Dari beberapa yang kita amankan sejauh ini, para tersangka tersebut adalah mereka yang bergerak sebagai pengedar dan pemakai. Ada pula diantaranya merupakan bandar hingga sindikat yang berhasil kita ungkap,” tutur Rizal, Senin (4/1).

Baca Juga :  Persit Kodim 1202/Skw Bagi Sembako di Lokasi TMMD ke-108

Adapun, sambungnya, dari beberapa tersangka yang berhasil diamankan hingga saat ini adalah mereka yang masih dalam kategori usia produktif. Sementara terkait interogasi yang telah dilakukan terhadap beberapa tersangka, sejauh ini rata-rata mereka yang terlibat dalam penyelundupan narkotika tersebut bermain di dua jaringan. Yakni di perbatasan Jagoi Babang dan Kota Pontianak.

“Untuk tsk (tersangka) yang kita amankan rata-rata usia produktif. Sementara untuk pekerjaan, mereka yang kita tangkap sejauh ini adalah pekerja tambang, perkebunan, dan sopir,” ungkapnya.

“Selain itu untuk sindikat kita juga ada amankan satu sindikat yang terdiri dari lima tersangka yang sudah berhasil kita amankan. Mereka mengaku membawa barang haram tersebut dari Malaysia. Sementara untuk penjual yang merupakan sumber mereka mendapatkan barang tersebut masih menjadi target operasi kita,” timpalnya.

Baca Juga :  Bupati Tinjau Pasar Tradisional, Segera Lakukan Penataan Area Pasar

Lebih jauh, dia juga mengungkapkan bahwa narkotika jenis sabu masih jadi yang terbanyak diselundupkan di wilayah hukum Polres Bengkayang. Sementara terkait langkah kedepan, ia memastikan pihaknya akan terus mengawasi dan siap memberantas tindak kejahatan yang berhubungan dengan narkotika. Mengingat barang haram tersebut dapat berdampak buruk, terutama bagi kawula-kawula muda penerus generasi bangsa.

Disisi lain, ia juga meminta kepada seluruh masyarakat agar tak segan untuk melapor apabila melihat atau mengetahui adanya tindakan yang mencurigakan terkait peredaran narkotika, khususnya di Kabupaten Bengkayang.

“Kita disini terus berkoordinasi dengan pohak terkait, khususnya Badan Narkotika Nasional (BNN). Dan disini kita pastikan kita siap memerangi yang namanya narkoba. Karena ini bisa merusak siapapun penggunanya termasuk generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (Sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/