alexametrics
33 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

80 Persen Lebih Guru Bengkayang Sudah Vaksin

BENGKAYANG-Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kabupaten Bengkayang, Pinus Syamsudin memastikan sekitar 80 persen lebih tenaga pengajar (guru) diberbagai jenjang, mulai TK, SD, hingga SMP di kabupaten Bengkayang sudah menjalankan vaksinasi covid-19.

Kendati demikian, Pinus mengatakan bahwa capaian vaksinasi tersebut belum sepenuhnya tuntas, mengingat ada beberapa tenaga pengajar yang tak disarankan vaksin dengan alasan khusus. Seperti misalnya ada yang mengalami sakit bawaan, dan berdasarkan regulasi hal tersebut tak memungkinkan untuk melakukan vaksin.

“Sudah 80 persen (guru) yang divaksin. Karena hal itu jadi syarat setiap sekolag untuk dibolehkan melakukan pembelajaran tatap muka,” jelas Pinus Syamsudin, Kamis (4/11).

“Namun untuk target memang belum semua, karena ada beberapa guru yang memiliki riwayat penyakit bawaan, sehingga tak bisa vaksin,” timpalnya.

Disamping itu, dia memastikan bahwa kerjasama terus dijalin antara Disdikbud dan Dinkes Bengkayang untuk mempercepat proses vaksinasi bagi tenaga pendidik di wilayah kabupagen Bengkayang. Hal tersebut, kata dia, dilakukan untuk mewujudkan herd immunity di lingkungan sekolah, dan memastikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka berjalan aman dan tak menjadi klaster baru covid-19.

Baca Juga :  Minta Pedagang Taat Aturan

“Selain menyasar pada guru, vaksinasi juga sudah kita tekankan kepada pelajar. Saat ini masih berlangsung hingga ke tingkat kecamatan,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal mengimbau kepada semua tenaga pengajar di Kabupaten Bengkayang untuk aktif memantau dan mengawasi para siswa dalam hal penerapan prokes. Terutama untuk tetap menggunakan masker saat proses pembelajaran tatap muka berlangsung.

Hal tersebut ditegaskannya, guna mengurangi risiko penyebaran covid-19 di lingkungan sekolah dan tenaga pendidikan.

“Meski saat ini sudah landai, penerapan prokes harus dilakukan secara disiplin. Termasuk penggunaan masker pada siswa. Guru jangan sampai lengah,” tegasnya.

Menurut Wabup Rizal, saat ini Kabupaten Bengkayang sudah memasuki kategori zona hijau dan kuning, penerapan PPKM level 1 dan 2. Pembelajaran tatap muka mesti diberlangsungkan, sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga :  Satgas TMMD dan Warga Cor Jembatan

Menurutnya, kerinduan guru dan murid, begitu juga pula sebaliknya tentu sangat tinggi saat ini. “Kerinduan akan sekolah tatap muka sangat dirasakan mereka. Termasuk juga efektivitas transfer ilmu juga maksimal dalam pembelajaran tatap muka,” ungkap Wabup.

Namun diingatkannya, penerapan protokol kesehatan mesti dilakukan secara tertib dan disiplin. “Di ruang kelas juga para siswa harus tetap menggunakan masker,” terangnya.

Penegasan tersebut, lanjutnya, juga mesti diberlakukan pada Sekolah di kota dan di perdesaan, bahkan di daerah pedalaman.

Sebab, sambungnya, penyebaran covid-19 kini tak kenal tempat, dan begitu cepat penularannya. Antisipasi dan penanganan mesti dilakukan secara disiplin dan kesadaran diri harus ditingkatkan.

“Begitu pula untuk vaksinasi pelajar yang digalakan pemerintah daerah harus didukung dan di sukseskan. Agar herd immunity di kalangan tenaga pendidikan dan pelajar dapat disasar dengan maksimal,” tutupnya. (sig)

BENGKAYANG-Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kabupaten Bengkayang, Pinus Syamsudin memastikan sekitar 80 persen lebih tenaga pengajar (guru) diberbagai jenjang, mulai TK, SD, hingga SMP di kabupaten Bengkayang sudah menjalankan vaksinasi covid-19.

Kendati demikian, Pinus mengatakan bahwa capaian vaksinasi tersebut belum sepenuhnya tuntas, mengingat ada beberapa tenaga pengajar yang tak disarankan vaksin dengan alasan khusus. Seperti misalnya ada yang mengalami sakit bawaan, dan berdasarkan regulasi hal tersebut tak memungkinkan untuk melakukan vaksin.

“Sudah 80 persen (guru) yang divaksin. Karena hal itu jadi syarat setiap sekolag untuk dibolehkan melakukan pembelajaran tatap muka,” jelas Pinus Syamsudin, Kamis (4/11).

“Namun untuk target memang belum semua, karena ada beberapa guru yang memiliki riwayat penyakit bawaan, sehingga tak bisa vaksin,” timpalnya.

Disamping itu, dia memastikan bahwa kerjasama terus dijalin antara Disdikbud dan Dinkes Bengkayang untuk mempercepat proses vaksinasi bagi tenaga pendidik di wilayah kabupagen Bengkayang. Hal tersebut, kata dia, dilakukan untuk mewujudkan herd immunity di lingkungan sekolah, dan memastikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka berjalan aman dan tak menjadi klaster baru covid-19.

Baca Juga :  Manfaatkan Waktu Anggota Satgas Cukur Rambut

“Selain menyasar pada guru, vaksinasi juga sudah kita tekankan kepada pelajar. Saat ini masih berlangsung hingga ke tingkat kecamatan,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal mengimbau kepada semua tenaga pengajar di Kabupaten Bengkayang untuk aktif memantau dan mengawasi para siswa dalam hal penerapan prokes. Terutama untuk tetap menggunakan masker saat proses pembelajaran tatap muka berlangsung.

Hal tersebut ditegaskannya, guna mengurangi risiko penyebaran covid-19 di lingkungan sekolah dan tenaga pendidikan.

“Meski saat ini sudah landai, penerapan prokes harus dilakukan secara disiplin. Termasuk penggunaan masker pada siswa. Guru jangan sampai lengah,” tegasnya.

Menurut Wabup Rizal, saat ini Kabupaten Bengkayang sudah memasuki kategori zona hijau dan kuning, penerapan PPKM level 1 dan 2. Pembelajaran tatap muka mesti diberlangsungkan, sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga :  Satgas TMMD dan Warga Cor Jembatan

Menurutnya, kerinduan guru dan murid, begitu juga pula sebaliknya tentu sangat tinggi saat ini. “Kerinduan akan sekolah tatap muka sangat dirasakan mereka. Termasuk juga efektivitas transfer ilmu juga maksimal dalam pembelajaran tatap muka,” ungkap Wabup.

Namun diingatkannya, penerapan protokol kesehatan mesti dilakukan secara tertib dan disiplin. “Di ruang kelas juga para siswa harus tetap menggunakan masker,” terangnya.

Penegasan tersebut, lanjutnya, juga mesti diberlakukan pada Sekolah di kota dan di perdesaan, bahkan di daerah pedalaman.

Sebab, sambungnya, penyebaran covid-19 kini tak kenal tempat, dan begitu cepat penularannya. Antisipasi dan penanganan mesti dilakukan secara disiplin dan kesadaran diri harus ditingkatkan.

“Begitu pula untuk vaksinasi pelajar yang digalakan pemerintah daerah harus didukung dan di sukseskan. Agar herd immunity di kalangan tenaga pendidikan dan pelajar dapat disasar dengan maksimal,” tutupnya. (sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/