alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Bengkayang jadi Penyanggah

WAKIL Bupati (Wabup) Bengkayang, Syamsul Rizal mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang tengah menyiapkan berbagai upaya untuk menjadikan Kabupaten Bengkayang sebagai daerah penyanggah/penunjang. Dia menuturkan bahwa salah satu upaya yang hendak dilakukan dalam rangka mewujudkan Bengkayang sebagai kota penunjang adalah dengan pengadaan jalan di sepanjang Bengkayang menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

“Dalam mewujudkan ini, langkah pertama yang kita kejar adalah menyelesaikan pengerjaan PLBN di Jagoi Babang,” ucapnya.

“Karena terhitung dari simpang Anjongan sampai ke perbatasan di Jagoi Babang adalah tanggung jawab dan wewenang Pemerintah Pusat. Di mana jalan tersebut merupakan jalur yang dibuka oleh Pemerintah Pusat, dan jalan tersebut berstatus sebagai jalan negara,” timpalnya.

Dia juga menyebutkan berdasarkan perencanaan dari Presiden Joko Widodo bahwa PLBN Jagoi Babang sendiri akan dibuka pada Juli 2022 mendatang. Berkenaan dengan hal tersebut, dia menuturkan bahwa Kabupaten Bengkayang dan beberapa kabupaten yang berada di sekitarnya bisa diartikan sebagai garda terdepan pemerintah Indonesia.

Baca Juga :  Bengkayang Mulai Vaksinasi Tahap Dua

“Maka dari itu, kita menargetkan Bengkayang sebagai daerah penunjang yang seharusnya bisa memanfaatkan momentum ini, sembari menunggu Pemerintah Pusat berupaya menata daerah-daerah yang menjadi penyangga ini,” terangnya.

“Insyaallah kita bisa. Kalau hanya mengandalkan keuangan Pemda (Bengkayang) saja, itu tidak akan mampu. Jadi ini harus kita minta bantuan dari dana pusat, untuk kita bisa mencapai target menjadi daerah penyangga atau penunjang untuk mewakili pemerintah Indonesia,” sambungnya.

Dia pun menargetkan apabila hal ini bisa terwujud, ke depannya Bengkayang bisa menjadi daerah pengekspor hasil pertanian ke negara Malaysia. “Seperti di Sabah (Malaysia) itu sudah ada permintaan 200 ribu ton jagung perbulan. Sehingga kita ingin, jalan menuju PLBN ke Malaysia itu tak hanya bisa dilalui kendaraan kecil saja, tapi kalau bisa tronton sekaligus,” tegasnya.

Baca Juga :  Kampung Asimilasi Rutan Kelas IIB Bengkayang Diresmikan

Berkenaan dengan persiapan tersebut, Rizal meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat, khususnya di Jagoi Babang, untuk membantu program pemerintah tersebut. Dia optimistis, apabila masyarakat juga turut membantu, tujuan menjadikan Bengkayang sebagai daerah penunjang/penyangga bisa terwujud.

“Karena tentunya dalam hal ini, kita ingin hal itu terjadi semata-mata demi kesejahteraan rakyat. Dan kita juga optimis untuk wilayah-wilayah perbatasan yang ada, apabila nanti pandemi Covid-19 sudah berakhir, penjualan hasil tani seperti sayur mayur akan lebih mudah ke Malaysia. Tentunya dengan harga yang kompetitif,” pungkasnya. (Sig)

WAKIL Bupati (Wabup) Bengkayang, Syamsul Rizal mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang tengah menyiapkan berbagai upaya untuk menjadikan Kabupaten Bengkayang sebagai daerah penyanggah/penunjang. Dia menuturkan bahwa salah satu upaya yang hendak dilakukan dalam rangka mewujudkan Bengkayang sebagai kota penunjang adalah dengan pengadaan jalan di sepanjang Bengkayang menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

“Dalam mewujudkan ini, langkah pertama yang kita kejar adalah menyelesaikan pengerjaan PLBN di Jagoi Babang,” ucapnya.

“Karena terhitung dari simpang Anjongan sampai ke perbatasan di Jagoi Babang adalah tanggung jawab dan wewenang Pemerintah Pusat. Di mana jalan tersebut merupakan jalur yang dibuka oleh Pemerintah Pusat, dan jalan tersebut berstatus sebagai jalan negara,” timpalnya.

Dia juga menyebutkan berdasarkan perencanaan dari Presiden Joko Widodo bahwa PLBN Jagoi Babang sendiri akan dibuka pada Juli 2022 mendatang. Berkenaan dengan hal tersebut, dia menuturkan bahwa Kabupaten Bengkayang dan beberapa kabupaten yang berada di sekitarnya bisa diartikan sebagai garda terdepan pemerintah Indonesia.

Baca Juga :  Kampung Asimilasi Rutan Kelas IIB Bengkayang Diresmikan

“Maka dari itu, kita menargetkan Bengkayang sebagai daerah penunjang yang seharusnya bisa memanfaatkan momentum ini, sembari menunggu Pemerintah Pusat berupaya menata daerah-daerah yang menjadi penyangga ini,” terangnya.

“Insyaallah kita bisa. Kalau hanya mengandalkan keuangan Pemda (Bengkayang) saja, itu tidak akan mampu. Jadi ini harus kita minta bantuan dari dana pusat, untuk kita bisa mencapai target menjadi daerah penyangga atau penunjang untuk mewakili pemerintah Indonesia,” sambungnya.

Dia pun menargetkan apabila hal ini bisa terwujud, ke depannya Bengkayang bisa menjadi daerah pengekspor hasil pertanian ke negara Malaysia. “Seperti di Sabah (Malaysia) itu sudah ada permintaan 200 ribu ton jagung perbulan. Sehingga kita ingin, jalan menuju PLBN ke Malaysia itu tak hanya bisa dilalui kendaraan kecil saja, tapi kalau bisa tronton sekaligus,” tegasnya.

Baca Juga :  Perumdam Tirta Bengkayang Laksanakan Pembinaan Mental, Fisik, dan Disiplin

Berkenaan dengan persiapan tersebut, Rizal meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat, khususnya di Jagoi Babang, untuk membantu program pemerintah tersebut. Dia optimistis, apabila masyarakat juga turut membantu, tujuan menjadikan Bengkayang sebagai daerah penunjang/penyangga bisa terwujud.

“Karena tentunya dalam hal ini, kita ingin hal itu terjadi semata-mata demi kesejahteraan rakyat. Dan kita juga optimis untuk wilayah-wilayah perbatasan yang ada, apabila nanti pandemi Covid-19 sudah berakhir, penjualan hasil tani seperti sayur mayur akan lebih mudah ke Malaysia. Tentunya dengan harga yang kompetitif,” pungkasnya. (Sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/