alexametrics
23.9 C
Pontianak
Saturday, May 21, 2022

Dugaan Ijazah Palsu Anggota, DPRD Bengkayang Digugat

BENGKAYANG-Kasus dugaan ijazah palsu oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Bengkayang berinisial DR sampai saat ini masih terus bergulir. Bahkan, hal tersebut berujung pada digugatnya DPRD Kabupaten Bengkayang ke Pengadilan Negeri (PN) setempat.

Dalam hal ini, penggugat perkara tersebut merupakan salah satu politisi partai Perindo di Kabupaten Bengkayang, yang sebelumnya telah mendatangi Kantor Pengadilan Negeri Bengkayang bersama dengan kuasa hukumnya, kemarin siang. Kedatangannya tersebut tak lain dan tak bukan adalah untuk melayangkan gugatan terhadap DPRD Kabupaten Bengkayang.

Menurut kuasa hukum penggugat, Kartius mengatakan bahwa perkara yang dilayangkan oleh kliennya adalah menyangkut PAW (Pergantian Antar Waktu) yang belum dilakukan pihak DPRD Kabupaten Bengkayang.

Disamping itu, Kartius juga menjelaskan persoalan yang menjadi dasar gugatan perdata yang dilayangkan terhadap DPRD Kabupaten Bengkayang adalah kliennya atas nama Gunawan, yang merupakan politisi partai Perindo sebagai pengganti PAW.

Baca Juga :  Asa di Pundak Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

“Seharusnya, sesuai aturan harus disegerakan dilakukan PAW. Mengingat anggota DPRD berinisial DR sudah dipecat dari partai, karena atas dasar kasus dugaan ijazah palsu,” jelasnya.

Kartius turut menyampaikan bahwa seharusnya PAW sudah diputuskan melalui Mahkamah Partai. Namun, sambungnya, Ketua DPRD mengusulkan hal itu kepada gubernur melalui bupati. “Tetapi hingga kini, PAW tetap tak kunjung diagendakan DPRD Bengkayang,” ujarnya.

Bahkan, menurut Kartius, pada saat di pengadilan, pihaknya masih membuka peluang mediasi untuk tergugat. Hal tersebut dilakukan dengan harapan, agar permasalahan tersebut dapat terselesaikan.

“Namun sangat disayangkan, karena tidak ada satupun perwakilan yang dikirim oleh pihak tergugat. Dalam hal ini, khususnya terhadap Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Fransiskus mengaku sengaja tidak hadir memenuhi gugatan di PN Bengkayang, lantaran tidak ada korelasi antara dirinya dengan kasus yang diperkarakan.

Baca Juga :  Enam Juta Bulk Vaksin Tiba di Indonesia

“Tidak ada hubungan gugatan yang dilayangkan penggugat atas nama Gunawan politisi Perindo terhadap pihak DPRD,” katanya dikonfirmasi terkait gugatan yang menyasar padanya.

Dia juga menjelaskan bahwa seharusnya dalam aturan, pengajuan PAW tersebut adalah hak partai, bukan personal atau pribadi.

“Itu hak partai, bukan perorangan. Silahkan koordinasikan soal ini kepada pimpinan partainya,” tegasnya.

Ia juga menepis kabar yang menyebut jika dalam proses PAW anggota DPRD tidak ditanggapi. Mengingat, kata dia, pihaknya kerap memproses dokumen pengajuan yang diajukan selama sesuai aturan.

Ia pun menegaskan tidak memiliki kepentingan untuk menghambat PAW seperti yang dituduhkan padanya itu. “Dalam konteks ini, saya tidak punya kepentingan apapun,” pungkasnya. (sig)

BENGKAYANG-Kasus dugaan ijazah palsu oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Bengkayang berinisial DR sampai saat ini masih terus bergulir. Bahkan, hal tersebut berujung pada digugatnya DPRD Kabupaten Bengkayang ke Pengadilan Negeri (PN) setempat.

Dalam hal ini, penggugat perkara tersebut merupakan salah satu politisi partai Perindo di Kabupaten Bengkayang, yang sebelumnya telah mendatangi Kantor Pengadilan Negeri Bengkayang bersama dengan kuasa hukumnya, kemarin siang. Kedatangannya tersebut tak lain dan tak bukan adalah untuk melayangkan gugatan terhadap DPRD Kabupaten Bengkayang.

Menurut kuasa hukum penggugat, Kartius mengatakan bahwa perkara yang dilayangkan oleh kliennya adalah menyangkut PAW (Pergantian Antar Waktu) yang belum dilakukan pihak DPRD Kabupaten Bengkayang.

Disamping itu, Kartius juga menjelaskan persoalan yang menjadi dasar gugatan perdata yang dilayangkan terhadap DPRD Kabupaten Bengkayang adalah kliennya atas nama Gunawan, yang merupakan politisi partai Perindo sebagai pengganti PAW.

Baca Juga :  Rela Antre Berjam-jam Demi Oksigen

“Seharusnya, sesuai aturan harus disegerakan dilakukan PAW. Mengingat anggota DPRD berinisial DR sudah dipecat dari partai, karena atas dasar kasus dugaan ijazah palsu,” jelasnya.

Kartius turut menyampaikan bahwa seharusnya PAW sudah diputuskan melalui Mahkamah Partai. Namun, sambungnya, Ketua DPRD mengusulkan hal itu kepada gubernur melalui bupati. “Tetapi hingga kini, PAW tetap tak kunjung diagendakan DPRD Bengkayang,” ujarnya.

Bahkan, menurut Kartius, pada saat di pengadilan, pihaknya masih membuka peluang mediasi untuk tergugat. Hal tersebut dilakukan dengan harapan, agar permasalahan tersebut dapat terselesaikan.

“Namun sangat disayangkan, karena tidak ada satupun perwakilan yang dikirim oleh pihak tergugat. Dalam hal ini, khususnya terhadap Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Fransiskus mengaku sengaja tidak hadir memenuhi gugatan di PN Bengkayang, lantaran tidak ada korelasi antara dirinya dengan kasus yang diperkarakan.

Baca Juga :  Paman Diamankan setelah Dua Kali Setubuhi Keponakan Umur 9 Tahun

“Tidak ada hubungan gugatan yang dilayangkan penggugat atas nama Gunawan politisi Perindo terhadap pihak DPRD,” katanya dikonfirmasi terkait gugatan yang menyasar padanya.

Dia juga menjelaskan bahwa seharusnya dalam aturan, pengajuan PAW tersebut adalah hak partai, bukan personal atau pribadi.

“Itu hak partai, bukan perorangan. Silahkan koordinasikan soal ini kepada pimpinan partainya,” tegasnya.

Ia juga menepis kabar yang menyebut jika dalam proses PAW anggota DPRD tidak ditanggapi. Mengingat, kata dia, pihaknya kerap memproses dokumen pengajuan yang diajukan selama sesuai aturan.

Ia pun menegaskan tidak memiliki kepentingan untuk menghambat PAW seperti yang dituduhkan padanya itu. “Dalam konteks ini, saya tidak punya kepentingan apapun,” pungkasnya. (sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/