alexametrics
26.7 C
Pontianak
Saturday, May 21, 2022

Tegaskan PGRI Mesti Transparan

BENGKAYANG – “PGRI harus transparan kepada anggota,” tegas Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis. Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat menerima audiensi dari Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bengkayang, di Ruang Rapat Kantor Bupati, Senin (6/9) pagi.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat menanggapi poin-poin yang dikemukan para Pengurus PGRI Bengkayang tersebut. Bupati meminta agar PGRI sebagai wadah sekaligus organisasi besar, dapat menjadi tempat perlindungan para guru serta mampu mengakomodir kepentingan anggota.

“Begitu pula terkait Koperasi. Apabila dikelola dengan baik, tentu akan memberikan manfaat positif bagi para guru, apalagi guru merupakan anggota yang paling banyak,” ujar Bupati.

Kendati demikian, dirinya juga menjelaskan beberapa hal yang jadi masalah. Di antaranya, sebut dia, tidak sedikit anggota yang bermasalah dalam pembayaran (kredit macet). Sementara berkenaan dengan pembangunan Graha PGRI, Bupati menegaskan Pemda akan bantu apabila sudah tidak ada masalah.

Baca Juga :  Cornelis Reses ke Bengkayang

“Misalnya pemotongan iuran, hal itu harus dijelaskan kepada para guru. PGRI harus transparan kepada anggota,” tegasnya.

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan untuk tahun 2022, Pemda Bengkayang belum bisa men-support pembangunan Graha PGRI karena saat ini daerah masih berkutat dengan pandemi Covid-19. Namun, dirinya memastikan Pemda tetap akan tetap mendukung berbagai program PGRI selama hal tersebut bersifat positif, untuk membangun Bengkayang ke arah yang lebih baik.

“Tapi mudah-mudahan tahun 2023 sudah bisa,” sambungnya.

Bupati juga mengingatkan jika saat ini, proses belajar mengajar sudah mulai dilakukan dengan tatap muka. Oleh karena itu, diperlukan peran guru agar proses belajar mengajar tatap muka, dapat berjalan dengan baik dan risiko penularan Covid-19 dapat ditekan.

Terakhir, Bupati menyebutkan apabila daerah telah mengajukan ke Gubernur agar dibangun SMK Terpadu yang didalamnya terdapat STM, pertanian, perkantoran, dan lain-lain, adanya perguruan tinggi/akademi. Beberapa pihak juga turut diajak dia bekerja sama mengembangkan dunia pendidikan di Bengkayang.

Baca Juga :  Gidot Divonis Lima Tahun

“Kita inginkan agar ke depan Bengkayang dapat menjadi Kota Pendidikan di Kalbar. Terutama selain memudahkan warga untuk mengenyam pendidikan, ini juga akan memberikan dampak positif yang lainnya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PGRI Bengkayang, Rudi mengatakan bahwa kedatangan PGRI adalah selain untuk memperkenalkan jajaran kepengurusan periode 2020 – 2025, juga untuk menyampaikan urut rencana pelaksanaan Pekan Olahraga Guru dan HUT PGRI di Kecamatan Monterado.

“Selain itu, kita juga memaparkan beberapa perihal mengenai pelaksanaan upacara hari guru di Kecamatan Ledo. Kemudian terkait pembangunan graha PGRI dan Koperasi Bengkayang Sejahtera,” jelas Rudi. (Sig)

BENGKAYANG – “PGRI harus transparan kepada anggota,” tegas Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis. Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat menerima audiensi dari Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bengkayang, di Ruang Rapat Kantor Bupati, Senin (6/9) pagi.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat menanggapi poin-poin yang dikemukan para Pengurus PGRI Bengkayang tersebut. Bupati meminta agar PGRI sebagai wadah sekaligus organisasi besar, dapat menjadi tempat perlindungan para guru serta mampu mengakomodir kepentingan anggota.

“Begitu pula terkait Koperasi. Apabila dikelola dengan baik, tentu akan memberikan manfaat positif bagi para guru, apalagi guru merupakan anggota yang paling banyak,” ujar Bupati.

Kendati demikian, dirinya juga menjelaskan beberapa hal yang jadi masalah. Di antaranya, sebut dia, tidak sedikit anggota yang bermasalah dalam pembayaran (kredit macet). Sementara berkenaan dengan pembangunan Graha PGRI, Bupati menegaskan Pemda akan bantu apabila sudah tidak ada masalah.

Baca Juga :  Gencar Patroli Usai Pemungutan Suara

“Misalnya pemotongan iuran, hal itu harus dijelaskan kepada para guru. PGRI harus transparan kepada anggota,” tegasnya.

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan untuk tahun 2022, Pemda Bengkayang belum bisa men-support pembangunan Graha PGRI karena saat ini daerah masih berkutat dengan pandemi Covid-19. Namun, dirinya memastikan Pemda tetap akan tetap mendukung berbagai program PGRI selama hal tersebut bersifat positif, untuk membangun Bengkayang ke arah yang lebih baik.

“Tapi mudah-mudahan tahun 2023 sudah bisa,” sambungnya.

Bupati juga mengingatkan jika saat ini, proses belajar mengajar sudah mulai dilakukan dengan tatap muka. Oleh karena itu, diperlukan peran guru agar proses belajar mengajar tatap muka, dapat berjalan dengan baik dan risiko penularan Covid-19 dapat ditekan.

Terakhir, Bupati menyebutkan apabila daerah telah mengajukan ke Gubernur agar dibangun SMK Terpadu yang didalamnya terdapat STM, pertanian, perkantoran, dan lain-lain, adanya perguruan tinggi/akademi. Beberapa pihak juga turut diajak dia bekerja sama mengembangkan dunia pendidikan di Bengkayang.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Gencar Sosialisasi Prokes

“Kita inginkan agar ke depan Bengkayang dapat menjadi Kota Pendidikan di Kalbar. Terutama selain memudahkan warga untuk mengenyam pendidikan, ini juga akan memberikan dampak positif yang lainnya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PGRI Bengkayang, Rudi mengatakan bahwa kedatangan PGRI adalah selain untuk memperkenalkan jajaran kepengurusan periode 2020 – 2025, juga untuk menyampaikan urut rencana pelaksanaan Pekan Olahraga Guru dan HUT PGRI di Kecamatan Monterado.

“Selain itu, kita juga memaparkan beberapa perihal mengenai pelaksanaan upacara hari guru di Kecamatan Ledo. Kemudian terkait pembangunan graha PGRI dan Koperasi Bengkayang Sejahtera,” jelas Rudi. (Sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/