alexametrics
27 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Galakkan Lagi Penertiban Keramaian

Pastikan Belajar Tatap Muka Ditunda

BENGKAYANG – Penjabat Bupati Bengkayang, Yohanes Budiman meminta agar aparat keamanan dan satgas Covid-19 untuk lebih gencar melakukan penertiban kerumunan di cafe-cafe. Pasalnya, sampai saat ini keramaian terus terjadi di cafe-cafe di Bengkayang. Bila perlu, petugas dapat memberikan shock therapy kepada pelaku usaha dan masyarakat yang masih mengumpulkan keramaian dan melanggar protokol kesehatan Covid-19.

“Datangi kerumunan di cafe-cafe, bila perlu mereka semua di-rapid test. Jika reaktif, kita swab,” katanya saat pertemuan terbatas terkait analisis dan evaluasi peningkatan penularan Covid-19 di Bengkayang. Pertemuan ini dihadiri seluruh camat dan Kepala OPD terkait.

Jika kondisi tetap tidak memungkinkan, Yohanes menyarankan agar dilakukan kembali ‘lock down’ tradisional atau yang dikenal Basamsam. Hal tersebut dilakukan untuk ‘mensterilkan’ Bengkayang demi memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Yohanes juga meminta agar gugus tugas dan dinas terkait intens memberikan informasi kepada masyarakat,  tentang perkembangan  Covid-19 setiap harinya. Ia pun meminta agar hasil swab terus dilaporkan ke provinsi.

Baca Juga :  Koramil-01/Bky Membina Calon Prajurit TNI AD di wilayah binaannya

Di sisi lain, Yohanes menginstruksikan seluruh kepala OPD, Forkopimda dan tiap-tiap camat untuk segera mengatur strategi sedini mungkin dalam mengatasi persoalan-persoalan ini agar Bengkayang tidak masuk ke dalam zona merah.

Dalam kesempatan ini, ia pun memastikan bahwa pemkab tak akan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah. Langkah tersebut diambil mengingat wilayah Bengkayang saat ini memasuki zona oranye dengan nilai 2,14 berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar.

Yohanes meminta rencana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di semester genap tahun 2021 ditunda. “Untuk kepala Dinas Pendidikan saya sudah minta agar jangan  dulu izinkan sekolah tatap muka. Bapak tegaskan kepada seluruh kepala sekolah untuk tidak lakukan itu. Berikan surat imbauan, kalau mereka tidak mau dengar kita laporkan ke gubernur,” pesannya, Kamis (7/1). “Pokoknya tidak ada KBM Tatap muka sepanjang Januari ini,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang Gustian Andiwinata menegaskan, setelah melakukan pertemuan bersama dengan forkopimda dan unsur terkait, dia meminta agar KBM tatap muka tidak atau belum boleh dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Baca Juga :  Polisi Pikul Bantuan Sambil Arungi Banjir

“Menindaklanjuti hasil pertemuan Pemerintah Kabupaten Bengkayang bersama forkopimda dan seluruh camat pada Rabu (6/1) bahwa diminta seluruh sekolah belum boleh melakukan KBM tatap muka sampai batas waktu yang belum ditentukan. Oleh karena itu diminta layani peserta didiknya secara daring dan luring,” ucap Gustian.

Sementara untuk sekolah yang berada di pedalaman, juga tidak diwajibkan melakukan KBM tatap muka. Semua proses dilakukan dengan menaati prokes Covid-19. Ia berharap  guru dan pihak sekolah melakukan inovasi pembelajaran dan pembuatan tugas-tugas untuk anak agar tidak memanfaatkan kesempatan menjual LKS  atau buku lain yang membebankan orang tua murid.

“Tugas-tugas untuk anak harus buatan guru bukan jual LKS. Bagi sekolah (negeri) yang terbukti jual LKS untuk hentikan dan ditarik kembali,” pungkasnya. (sig)

Pastikan Belajar Tatap Muka Ditunda

BENGKAYANG – Penjabat Bupati Bengkayang, Yohanes Budiman meminta agar aparat keamanan dan satgas Covid-19 untuk lebih gencar melakukan penertiban kerumunan di cafe-cafe. Pasalnya, sampai saat ini keramaian terus terjadi di cafe-cafe di Bengkayang. Bila perlu, petugas dapat memberikan shock therapy kepada pelaku usaha dan masyarakat yang masih mengumpulkan keramaian dan melanggar protokol kesehatan Covid-19.

“Datangi kerumunan di cafe-cafe, bila perlu mereka semua di-rapid test. Jika reaktif, kita swab,” katanya saat pertemuan terbatas terkait analisis dan evaluasi peningkatan penularan Covid-19 di Bengkayang. Pertemuan ini dihadiri seluruh camat dan Kepala OPD terkait.

Jika kondisi tetap tidak memungkinkan, Yohanes menyarankan agar dilakukan kembali ‘lock down’ tradisional atau yang dikenal Basamsam. Hal tersebut dilakukan untuk ‘mensterilkan’ Bengkayang demi memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Yohanes juga meminta agar gugus tugas dan dinas terkait intens memberikan informasi kepada masyarakat,  tentang perkembangan  Covid-19 setiap harinya. Ia pun meminta agar hasil swab terus dilaporkan ke provinsi.

Baca Juga :  Koramil-01/Bky Membina Calon Prajurit TNI AD di wilayah binaannya

Di sisi lain, Yohanes menginstruksikan seluruh kepala OPD, Forkopimda dan tiap-tiap camat untuk segera mengatur strategi sedini mungkin dalam mengatasi persoalan-persoalan ini agar Bengkayang tidak masuk ke dalam zona merah.

Dalam kesempatan ini, ia pun memastikan bahwa pemkab tak akan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah. Langkah tersebut diambil mengingat wilayah Bengkayang saat ini memasuki zona oranye dengan nilai 2,14 berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar.

Yohanes meminta rencana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di semester genap tahun 2021 ditunda. “Untuk kepala Dinas Pendidikan saya sudah minta agar jangan  dulu izinkan sekolah tatap muka. Bapak tegaskan kepada seluruh kepala sekolah untuk tidak lakukan itu. Berikan surat imbauan, kalau mereka tidak mau dengar kita laporkan ke gubernur,” pesannya, Kamis (7/1). “Pokoknya tidak ada KBM Tatap muka sepanjang Januari ini,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang Gustian Andiwinata menegaskan, setelah melakukan pertemuan bersama dengan forkopimda dan unsur terkait, dia meminta agar KBM tatap muka tidak atau belum boleh dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Baca Juga :  Selalu Update Perkembangan Covid-19

“Menindaklanjuti hasil pertemuan Pemerintah Kabupaten Bengkayang bersama forkopimda dan seluruh camat pada Rabu (6/1) bahwa diminta seluruh sekolah belum boleh melakukan KBM tatap muka sampai batas waktu yang belum ditentukan. Oleh karena itu diminta layani peserta didiknya secara daring dan luring,” ucap Gustian.

Sementara untuk sekolah yang berada di pedalaman, juga tidak diwajibkan melakukan KBM tatap muka. Semua proses dilakukan dengan menaati prokes Covid-19. Ia berharap  guru dan pihak sekolah melakukan inovasi pembelajaran dan pembuatan tugas-tugas untuk anak agar tidak memanfaatkan kesempatan menjual LKS  atau buku lain yang membebankan orang tua murid.

“Tugas-tugas untuk anak harus buatan guru bukan jual LKS. Bagi sekolah (negeri) yang terbukti jual LKS untuk hentikan dan ditarik kembali,” pungkasnya. (sig)

Most Read

Misi Utama Bangkitkan Tiki-Taka

Usulkan Temajuk Bagian dari PLBN Aruk

Penghitungan Zakat Emas, Perak, Uang

BI Tarik Uang Pecahan Lama

Artikel Terbaru

/