alexametrics
32.8 C
Pontianak
Monday, July 4, 2022

Tindak Tegas Warkop Bandel

BENGKAYANG– Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Fransiskus meminta Pemerintah kabupaten Bengkayang bersama Stakeholder-stakeholder yang ada untuk menindak tegas apabila masih ada tempat-tempat yang diketahui masih menjadi pusat keramaian dan tak menerapkan protokol kesehatan (prokes). Hal tersebut dikatakan dia jika melihat situasi di Kabupaten Bengkayang, dimana sejumlah cafe dan warung kopi masih ramai didatangi oleh masyarakat khususnya anak-anak remaja tanpa mengindahkan prokes, terutama menjaga jarak dan penggunaan masker.

Dia mengaku prihatin dengan kondisi yang ada saat ini, terlebih melihat status Kabupaten Bengkayang yang sudah mengkhawatirkan karena telah masuk ke zona oranye penyebaran Covid-19. Bahkan, kata dia, hal tersebut bisa bertambah buruk dan membuat Kabupaten Bengkayang bisa saja masuk ke zona merah apabila hal-hal seperti itu tak bisa ditanggulangi dengan baik.

Baca Juga :  Kapolsek Bantu Pemakaman Pasien Covid-19

“Jujur saya sangat prihatin melihat tempat-tempat, seperti café dan warung kopi itu kumpulan anak muda yang tidak menerapkan prokes dan berkumpul melampaui batas ketentuan. Maka dari itu, disini kita harus tegas dengan memberi satu pemahaman dan bersama-sama kita gencarkan sosialisasi kepada masyarakat terkait status (Covid-19) kita saat ini,” jelas Fransiskus, Minggu (10/1).

Dia juga mengatakan bahwa sebelumnya dirinya telah meminta dengan tegas kepada Pemerintah Kabupaten Bengkayang untuk menindak cafe atau warkop yang ketahuan masih bandel. Terutama di beberapa tempat yang tidak menyediakan cuci tangan dan membiarkan pelanggannya berkerumun.

“Kita minta kalau bisa apabila ada temuan seperti itu kita langsung kepung, dan langsung kita lakukan rapid. Kalau ada yang reaktif langsung kita swab. Hasilnya kita temple di tempat itu. Agar mereka tahu virus ini berbahaya,” katanya.

Baca Juga :  Syamsul Rizal Serahkan Bantuan Zakat

“Mungkin mereka berfikir bahwa imune merek kuat dan merasa dirinya tidak ada gejala jadi mereka seenaknya. Tapi mereka tak sadar apabila sudah tertular, maka mereka secara tak langsung bisa menjadi agen penular kepada pihak lainnya yang notabene imunenya sudah tidak kuat, terutama usia lanjut. Jadi ini yang perlu diperhatikan dan dipahami oleh masyarakat,” timpalnya. (sig)

BENGKAYANG– Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Fransiskus meminta Pemerintah kabupaten Bengkayang bersama Stakeholder-stakeholder yang ada untuk menindak tegas apabila masih ada tempat-tempat yang diketahui masih menjadi pusat keramaian dan tak menerapkan protokol kesehatan (prokes). Hal tersebut dikatakan dia jika melihat situasi di Kabupaten Bengkayang, dimana sejumlah cafe dan warung kopi masih ramai didatangi oleh masyarakat khususnya anak-anak remaja tanpa mengindahkan prokes, terutama menjaga jarak dan penggunaan masker.

Dia mengaku prihatin dengan kondisi yang ada saat ini, terlebih melihat status Kabupaten Bengkayang yang sudah mengkhawatirkan karena telah masuk ke zona oranye penyebaran Covid-19. Bahkan, kata dia, hal tersebut bisa bertambah buruk dan membuat Kabupaten Bengkayang bisa saja masuk ke zona merah apabila hal-hal seperti itu tak bisa ditanggulangi dengan baik.

Baca Juga :  Hari Itu Diumumkan Positif, Hari Itu Juga Tutup Usia

“Jujur saya sangat prihatin melihat tempat-tempat, seperti café dan warung kopi itu kumpulan anak muda yang tidak menerapkan prokes dan berkumpul melampaui batas ketentuan. Maka dari itu, disini kita harus tegas dengan memberi satu pemahaman dan bersama-sama kita gencarkan sosialisasi kepada masyarakat terkait status (Covid-19) kita saat ini,” jelas Fransiskus, Minggu (10/1).

Dia juga mengatakan bahwa sebelumnya dirinya telah meminta dengan tegas kepada Pemerintah Kabupaten Bengkayang untuk menindak cafe atau warkop yang ketahuan masih bandel. Terutama di beberapa tempat yang tidak menyediakan cuci tangan dan membiarkan pelanggannya berkerumun.

“Kita minta kalau bisa apabila ada temuan seperti itu kita langsung kepung, dan langsung kita lakukan rapid. Kalau ada yang reaktif langsung kita swab. Hasilnya kita temple di tempat itu. Agar mereka tahu virus ini berbahaya,” katanya.

Baca Juga :  Heboh! Penemuan Bayi Dalam Kardus

“Mungkin mereka berfikir bahwa imune merek kuat dan merasa dirinya tidak ada gejala jadi mereka seenaknya. Tapi mereka tak sadar apabila sudah tertular, maka mereka secara tak langsung bisa menjadi agen penular kepada pihak lainnya yang notabene imunenya sudah tidak kuat, terutama usia lanjut. Jadi ini yang perlu diperhatikan dan dipahami oleh masyarakat,” timpalnya. (sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/