alexametrics
24 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Bengkayang Mulai Vaksinasi Tahap Dua

BENGKAYANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkayang beserta Satgas Covid-19 Bengkayang menyelenggarakan vaksinasi tahap kedua. Pelaksanaan vaksinasi tahap kedua ini dilaksanakan di Rumah Singgah Covid-19 Kabupaten Bengkayang, kemarin pagi.

Plt Kadinkes Kabupaten Bengkayang, Agustinus C menjelaskan bahwa vaksinasi tahap kedua untuk Kabupaten Bengkayang ini menyasar kepada mereka yang berprofesi sebagai pelayan publik, seperti di antaranya unsur OPD kabupaten dan kecamatan, anggota DPRD Kabupaten Bengkayang, TNI Polri, pelaku pasar, perwakilan jurnalis, dan sebagainya.

Sementara untuk jumlah dosis yang tersedia, Agustinus membeberkan Kabupaten Bengkayang mendapatkan jatah dari pemprov sebanyak 2.500 dosis vaksin. Dari 2.500 ini dibagi dua, karena setiap orang mendapat dua dosis. Jadi ada 1.250 orang pelayan publik yang menjadi sasaran vaksinasi.

Di sisi lain, dia juga menjelaskan bahwa pelayan publik yang ia vaksinasi di tahap kedua ini sesuai skala prioritas dilakukan pada semua kecamatan di Bengkayang (17 kecamatan).  “Kita lakukan di 17 Kecamatan di Bengkayang, khususnya di Kecamatan Bengkayang ini sasarannya 540 orang dan sisanya di setiap kecamatan,” tuturnya.

Agustinus juga menerangkan, proses vaksinasi dilakukan selama empat hari di Kecamatan Bengkayang. Sedangkan untuk kecamatan yang lain hanya sehari. “Karena jumlah sasaran di kecamatan lainnya berkisar 40 hingga 60 orang saja. Sedangkan di Kecamatan Bengkayang sebanyak 540, makanya kita membuat jadwal empat hari,” ujarnya.

Baca Juga :  Cegah Barang Illegal Lewat Perairan

Agustinus berharap semuanya berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal. Dengan demikian, di akhir Maret ini vaksinasi untuk pelayan publik semuanya rampung. Sedangkan untuk komponen masyarakat lain, ia mengimbau untuk bersabar menunggu giliran.

“Kalau semua sudah selesai dengan lancar, kita tinggal menunggu distribusi dosis vaksin yang akan datang untuk masyarakat umum nantinya,” tutup Agustinus.

Sementara itu, Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal turut menjadi peserta yang divaksinasi tahap kedua. Rizal mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkayang yang sudah memfasilitasi dan memberikan pelayanan sesuai prosedur. “Proses vaksinasi hari ini berjalan dengan baik dan sesuai prosedur yang ditentukan,” ucapnya.

Syamsul Rizal menegaskan, para pelayanan publik perlu divaksinasi, sebab mobilitas kerja mereka sangat tinggi dan selalu kontak erat dengan masyarakat. “Saya harap, dari skala prioritas yang ditentukan oleh dinas kesehatan terhadap data yang divaksinasi dapat dilakukan dengan maksimal,” katanya.

Terkait efek yang ditimbulkan setelah divaksin, ia mengaku tidak merasakan apa-apa setelah observasi 30 menit usai vaksinasi. Ke depan, dia mengajak semua pelayan publik yang di priotaskan untuk tidak takut divaksin.

“Alhamdulillah, tidak terasa efek samping, saya tidak merasa gejala yang timbul setelah divaksin, jadi pelayan publik dan masyarakat tidak perlu takut untuk divaksin,” ucapnya.

Lebih lanjut, Syamsul Rizal mengungkapkan pelayan publik yang belum terjadwal untuk divaksin diharapkan sabar menunggu, karena ada beberapa sesi jadwal vaksinasi yang dibuat oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkayang.

Baca Juga :  Vaksinasi di Kota Pontianak Capai 48 Persen

“Kita lakukan bertahap proses vaksinasi ini dan untuk masyarakat luas mohon menunggu dengan sabar,” tutup Syamsul Rizal.

Di tempat yang sama, perwakilan wartawan Kabupaten Bengkayang, Stefanus Robin juga turut mengikuti prosesi vaksinasi. Menurutnya, awak media merupakan salah satu profesi yang perlu divaksin mengingat mobilitas dari pekerjaan yang rawan tertular Covid-19.

“Hari ini saya mewakili kawan-kawan media di Bengkayang menjalani vaksinasi tahap  kedua. Sebagai orang yang bekerja di media tentu penting divaksin karena kerjanya berhubungan langsung dengan banyak narasumber,” ucapnya.

Usai divaksin, Robin mengaku tidak merasakan reaksi yang berarti. Ia hanya mengalami sedikit ngilu dan mengantuk. Robin mengaku, sejauh ini di Bengkayang untuk awak media belum ditemukan kasus terkonfirmasi Covid-19.

“Puji Tuhan Para pekerja media di Bengkayang tidak ada kasus terkonfirmasi positif dan biasanya pada saat melakukan wawancara dengan narasumber selalu menerapkan prokes,” paparnya.

Robin berharap kepada masyarakat umumnya tidak takut untuk divaksin demi memutuskan rantai penyebaran Covid-19.

Pria yang sehari-hari bertugas sebagai pewarta dari salah satu televisi lokal di Kalbar tersebut juga berharap kepada pemerintah, agar sebisa mungkin seluruh masyarakat bisa mendapatkan vaksinasi.(sig)

BENGKAYANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkayang beserta Satgas Covid-19 Bengkayang menyelenggarakan vaksinasi tahap kedua. Pelaksanaan vaksinasi tahap kedua ini dilaksanakan di Rumah Singgah Covid-19 Kabupaten Bengkayang, kemarin pagi.

Plt Kadinkes Kabupaten Bengkayang, Agustinus C menjelaskan bahwa vaksinasi tahap kedua untuk Kabupaten Bengkayang ini menyasar kepada mereka yang berprofesi sebagai pelayan publik, seperti di antaranya unsur OPD kabupaten dan kecamatan, anggota DPRD Kabupaten Bengkayang, TNI Polri, pelaku pasar, perwakilan jurnalis, dan sebagainya.

Sementara untuk jumlah dosis yang tersedia, Agustinus membeberkan Kabupaten Bengkayang mendapatkan jatah dari pemprov sebanyak 2.500 dosis vaksin. Dari 2.500 ini dibagi dua, karena setiap orang mendapat dua dosis. Jadi ada 1.250 orang pelayan publik yang menjadi sasaran vaksinasi.

Di sisi lain, dia juga menjelaskan bahwa pelayan publik yang ia vaksinasi di tahap kedua ini sesuai skala prioritas dilakukan pada semua kecamatan di Bengkayang (17 kecamatan).  “Kita lakukan di 17 Kecamatan di Bengkayang, khususnya di Kecamatan Bengkayang ini sasarannya 540 orang dan sisanya di setiap kecamatan,” tuturnya.

Agustinus juga menerangkan, proses vaksinasi dilakukan selama empat hari di Kecamatan Bengkayang. Sedangkan untuk kecamatan yang lain hanya sehari. “Karena jumlah sasaran di kecamatan lainnya berkisar 40 hingga 60 orang saja. Sedangkan di Kecamatan Bengkayang sebanyak 540, makanya kita membuat jadwal empat hari,” ujarnya.

Baca Juga :  Satgas TMMD 108 Kodim 1202/ Singkawang Bergelut Dengan Warga Aduk Semen

Agustinus berharap semuanya berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal. Dengan demikian, di akhir Maret ini vaksinasi untuk pelayan publik semuanya rampung. Sedangkan untuk komponen masyarakat lain, ia mengimbau untuk bersabar menunggu giliran.

“Kalau semua sudah selesai dengan lancar, kita tinggal menunggu distribusi dosis vaksin yang akan datang untuk masyarakat umum nantinya,” tutup Agustinus.

Sementara itu, Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal turut menjadi peserta yang divaksinasi tahap kedua. Rizal mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkayang yang sudah memfasilitasi dan memberikan pelayanan sesuai prosedur. “Proses vaksinasi hari ini berjalan dengan baik dan sesuai prosedur yang ditentukan,” ucapnya.

Syamsul Rizal menegaskan, para pelayanan publik perlu divaksinasi, sebab mobilitas kerja mereka sangat tinggi dan selalu kontak erat dengan masyarakat. “Saya harap, dari skala prioritas yang ditentukan oleh dinas kesehatan terhadap data yang divaksinasi dapat dilakukan dengan maksimal,” katanya.

Terkait efek yang ditimbulkan setelah divaksin, ia mengaku tidak merasakan apa-apa setelah observasi 30 menit usai vaksinasi. Ke depan, dia mengajak semua pelayan publik yang di priotaskan untuk tidak takut divaksin.

“Alhamdulillah, tidak terasa efek samping, saya tidak merasa gejala yang timbul setelah divaksin, jadi pelayan publik dan masyarakat tidak perlu takut untuk divaksin,” ucapnya.

Lebih lanjut, Syamsul Rizal mengungkapkan pelayan publik yang belum terjadwal untuk divaksin diharapkan sabar menunggu, karena ada beberapa sesi jadwal vaksinasi yang dibuat oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkayang.

Baca Juga :  Capaian Vaksinasi Lansia Rendah, Pemerintah Libatkan Anak Muda Jadi Duta Vaksin

“Kita lakukan bertahap proses vaksinasi ini dan untuk masyarakat luas mohon menunggu dengan sabar,” tutup Syamsul Rizal.

Di tempat yang sama, perwakilan wartawan Kabupaten Bengkayang, Stefanus Robin juga turut mengikuti prosesi vaksinasi. Menurutnya, awak media merupakan salah satu profesi yang perlu divaksin mengingat mobilitas dari pekerjaan yang rawan tertular Covid-19.

“Hari ini saya mewakili kawan-kawan media di Bengkayang menjalani vaksinasi tahap  kedua. Sebagai orang yang bekerja di media tentu penting divaksin karena kerjanya berhubungan langsung dengan banyak narasumber,” ucapnya.

Usai divaksin, Robin mengaku tidak merasakan reaksi yang berarti. Ia hanya mengalami sedikit ngilu dan mengantuk. Robin mengaku, sejauh ini di Bengkayang untuk awak media belum ditemukan kasus terkonfirmasi Covid-19.

“Puji Tuhan Para pekerja media di Bengkayang tidak ada kasus terkonfirmasi positif dan biasanya pada saat melakukan wawancara dengan narasumber selalu menerapkan prokes,” paparnya.

Robin berharap kepada masyarakat umumnya tidak takut untuk divaksin demi memutuskan rantai penyebaran Covid-19.

Pria yang sehari-hari bertugas sebagai pewarta dari salah satu televisi lokal di Kalbar tersebut juga berharap kepada pemerintah, agar sebisa mungkin seluruh masyarakat bisa mendapatkan vaksinasi.(sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/