alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 15, 2022

Warga Bersama Babinsa Perbaiki Jembatan Ambruk

BENGKAYANG – Warga Desa Goa Boma, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang dibantu anggota Babinsa Koramil 1202-06/Samalantan melakukan gotong royong guna memperbaiki jembatan penghubung yang ambruk di desa tersebut, Minggu (11/4) pagi.

Diketahui, jembatan penghubung tersebut ambruk akibat hantaman material kayu yang hanyut di sungai beberapa waktu lalu.

Kepala Desa Goa Boma, Wilhelmus Amdan mengatakan, jembatan yang diperbaiki ini menjadi satu-satunya akses jalan untuk keluar masuk kendaraan dari Desa Goa Boma menuju Monterado bahkan Singkawang. “Namun perbaikan yang dilakukan sifatnya hanyalah sementara,” katanya.

Dalam perbaikan sementara ini, sambung dia, pihaknya dibantu masyarakat setempat dan Babinsa menggunakan batang pohon kelapa dan susunan papan diatasnya agar dapat dilalui kendaraan.

Baca Juga :  Budayakan Kembali Gotong Royong

Rusaknya jembatan ini, katanya, menjadi keluhan bagi warga setempat. Pasalnya jembatan tersebut menjadi satu-satunya akses jalan untuk keluar masuk kendaraan dari Desa Goa Boma. “Masyarakat rata-rata mengeluh, apalagi itu satu-satunya akses keluar masuk masyarakat Goa Boma,” ungkapnya.

Dia berharap, Pemkab Bengkayang dapat memberikan bantuan untuk perbaikan jembatan yang lebih baik sehingga jembatan bisa lebih kokoh dan kuat.

Sementara Babinsa Koramil 1202-06/Samalantan, Koptu Dirus, yang terjun langsung ke lapangan membantu warga memperbaiki jembatan tersebut mengatakan, perbaikan jembatan yang dilakukan ini hanya alakadarnya karena hanya bersumber dari dana swadaya masyarakat dan pengusaha setempat.

“Jadi perbaikan ini hanya perbaikan sementara, yang penting layak untuk dilalui kendaraan roda empat yang sebelumnya tidak bisa melintas,” jelasnya.

Baca Juga :  Bersinergi Kawal Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Dia mengatakan, banyak keluhan dari masyarakat Desa Goa Boma yang sampai kepadanya, dimana akibat ambruknya jembatan tersebut mengganggu aktivitas warga setempat termasuk untuk bekerja. “Mereka kesulitan, karena itu satu-satunya jalan,” tutupnya. (Sig)

BENGKAYANG – Warga Desa Goa Boma, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang dibantu anggota Babinsa Koramil 1202-06/Samalantan melakukan gotong royong guna memperbaiki jembatan penghubung yang ambruk di desa tersebut, Minggu (11/4) pagi.

Diketahui, jembatan penghubung tersebut ambruk akibat hantaman material kayu yang hanyut di sungai beberapa waktu lalu.

Kepala Desa Goa Boma, Wilhelmus Amdan mengatakan, jembatan yang diperbaiki ini menjadi satu-satunya akses jalan untuk keluar masuk kendaraan dari Desa Goa Boma menuju Monterado bahkan Singkawang. “Namun perbaikan yang dilakukan sifatnya hanyalah sementara,” katanya.

Dalam perbaikan sementara ini, sambung dia, pihaknya dibantu masyarakat setempat dan Babinsa menggunakan batang pohon kelapa dan susunan papan diatasnya agar dapat dilalui kendaraan.

Baca Juga :  Tumbuhkan Jiwa Gotong Royong

Rusaknya jembatan ini, katanya, menjadi keluhan bagi warga setempat. Pasalnya jembatan tersebut menjadi satu-satunya akses jalan untuk keluar masuk kendaraan dari Desa Goa Boma. “Masyarakat rata-rata mengeluh, apalagi itu satu-satunya akses keluar masuk masyarakat Goa Boma,” ungkapnya.

Dia berharap, Pemkab Bengkayang dapat memberikan bantuan untuk perbaikan jembatan yang lebih baik sehingga jembatan bisa lebih kokoh dan kuat.

Sementara Babinsa Koramil 1202-06/Samalantan, Koptu Dirus, yang terjun langsung ke lapangan membantu warga memperbaiki jembatan tersebut mengatakan, perbaikan jembatan yang dilakukan ini hanya alakadarnya karena hanya bersumber dari dana swadaya masyarakat dan pengusaha setempat.

“Jadi perbaikan ini hanya perbaikan sementara, yang penting layak untuk dilalui kendaraan roda empat yang sebelumnya tidak bisa melintas,” jelasnya.

Baca Juga :  PTM, Nihil Kasus Covid-19

Dia mengatakan, banyak keluhan dari masyarakat Desa Goa Boma yang sampai kepadanya, dimana akibat ambruknya jembatan tersebut mengganggu aktivitas warga setempat termasuk untuk bekerja. “Mereka kesulitan, karena itu satu-satunya jalan,” tutupnya. (Sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/