alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Banjir Parah di Tiga Kecamatan, Pemukiman Tergenang Jalan Paralel Amblas

BENGKAYANG – Hujan deras yang melanda Kabupaten Bengkayang dalam beberapa hari terakhir  membuat sejumlah wilayah terendam banjir, Kamis (14/1). Wilayah yang cukup parah di antaranya Kecamatan Seluas, Kecamatan Siding, dan Kecamatan Jagoi Babang. Banjir tak hanya menggenangi ruas jalan tetapi juga pemukiman penduduk dan sejumlah fasilitas umum.

Kapolsek Seluas, Ipda Suwandi mengatakan dari pantauan di lapangan setidaknya ada dua desa yang masuk kategori banjir parah, yakni Desa Seluas dan Desa Bengkawan. Banjir menggenangi setidaknya puluhan rumah warga yang tinggal di dua desa tersebut.

“Ada puluhan rumah yang tergenang. Kita sudah pantau dan untuk  penghuni dan barang-barang sudah dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi,” kata Kapolsek. Untuk Desa Bengkawan, menurutnya air naik sekitar satu hingga dua meter ke dalam rumah masyarakat, yakni sekitar 50 rumah.

PANTAU BANJIR: Personel Polsek Seluas Polres Bengkayang saat melakukkan monitoring di permukiman warga yang terendam banjir. Ist

“Saat ini kita sudah koordinasi dengan Kepala Desa Bengkawan untuk melakukan evakuasi terhadap orang dan barang ke tempat yang lebih tinggi,” timpalnya. Di lokasi lainnya, banjir juga telah menggenangi jalan utama jalur Seluas menuju Jagoi Babang, tepatnya di Dusun Seluas, Desa Seluas, Kecamatan Seluas atau sekitar 200 meter dari Mapolsek Seluas.

Kondisi tersebut sudah berlangsung  sejak Rabu (13/1) dan banjir terus meninggi seiring curah hujan yang berlangsung hingga puncak banjir, Kamis (14/1) sore.  “Diperkirakan air naik 0,5 meter naik dari bahu jalan. Sampai saat ini hujan masih turun dengan intensitas ringan. Dengan kondisi demikian, bukan tak mungkin air akan kembali naik,” tutupnya.

Baca Juga :  Darwis: Jangan Tunggu Nanti, Lapor SPT Hari Ini

Sementara itu, banjir juga menerjang sejumlah lokasi di sekitar Kecamatan Siding, khususnya di Dusun Paup dan Dusun Padang, Desa Siding. Banjir tersebut telah berlangsung sejak Rabu (13/1) dan saat ini perlahan mulai surut.

“Kemarin banjir cukup tinggi namun sekarang sudah mulai surut. Saat ini kita dari Polsek Siding bersama warga sedang melakukan pembersihan fasilitas umum yang terkena dampak banjir dengan peralatan seadanya,” jelas Kapolsek Siding, Ipda Aap Affian.

Dia juga mengatakan banjir yang terjadi di wilayah hukum mereka cukup parah dan menggenangi sejumlah fasilitas umum. Di antaranya ruas jalan utama, puskesmas, sekolah, serta beberapa rumah warga.

“Saat ini kita masih siaga apabila terjadi banjir susulan. Selain itu, kita juga sudah kerahkan personel untuk rutin memantau aliran Sungai Kumba yang masih meluap,” jelas Kapolsek.

Salah satu warga di Kecamatan Jagaoi Babang, Uday mengatakan banjir juga menerjang kecamatan yang terletak di wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia tersebut. Parahnya, selain menggenangi jalan, air juga merusak badan jalan paralel perbatasan yang terletak di Dusun Medeng, Desa Siding, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang.

“Untuk jalan yang ambruk tersebut kurang lebih panjangnya 20 meter dan kedalaman kurang lebih dua meter. Itu jalan di Dusun Medeng, Desa Siding,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat. Badan jalan dibangun menggunakan dana APBN itu ambruk pada Rabu sekitar pukul 17.00 WIB. “Ketika itu sedang terjadi hujan deras,” tambahnya.

Baca Juga :  Banjir Susulan Landa Ngabang, Warga Enggan Mengungsi

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang, Damianus menyatakan pihaknya telah melakukan komunikasi secara intens dengan beberapa camat yang terdampak bencana, khususnya batingsor (banjir, puting beliung, tanah longsor).

Sesuai  fungsi dan SOP (standard operating procedure), BPBD tetap menindaklanjuti laporan yang telah diterima. Saat ini pihaknya juga  telah menurunkan Tim Reaksi Cepat ke lokasi bencana untuk melakukan pengumpulan data dan informasi. Selain itu, kata ia, BPBD juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk pendirian posko bencana.

“Kita telah koordinasi dengan para camat yang terdampak batingsor. Kita saat ini melakukan  identifikasi, mapping, dan penilaian potensi sebagai dasar penentuan status bencana. Bahan laporan pada bupati dan  SKPD terkait, BPBD Provinsi, BNPB, dan instansi vertikal terkait,” ujarnya.

Damianus menjelaskan sampai saat ini bahan laporan sedang disusun. Pihaknya juga tengah menyiapkan draf SK Bupati. “Kita juga (dalam proses) menyiapkan RAB kebutuhan fasilitasi Penanganan Tanggap Bencana dan memobilisasi pasukan dan staf BPBD untuk selalu siaga dan tanggap terhadap informasi bencana,” pungkasnya. (sig)

BENGKAYANG – Hujan deras yang melanda Kabupaten Bengkayang dalam beberapa hari terakhir  membuat sejumlah wilayah terendam banjir, Kamis (14/1). Wilayah yang cukup parah di antaranya Kecamatan Seluas, Kecamatan Siding, dan Kecamatan Jagoi Babang. Banjir tak hanya menggenangi ruas jalan tetapi juga pemukiman penduduk dan sejumlah fasilitas umum.

Kapolsek Seluas, Ipda Suwandi mengatakan dari pantauan di lapangan setidaknya ada dua desa yang masuk kategori banjir parah, yakni Desa Seluas dan Desa Bengkawan. Banjir menggenangi setidaknya puluhan rumah warga yang tinggal di dua desa tersebut.

“Ada puluhan rumah yang tergenang. Kita sudah pantau dan untuk  penghuni dan barang-barang sudah dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi,” kata Kapolsek. Untuk Desa Bengkawan, menurutnya air naik sekitar satu hingga dua meter ke dalam rumah masyarakat, yakni sekitar 50 rumah.

PANTAU BANJIR: Personel Polsek Seluas Polres Bengkayang saat melakukkan monitoring di permukiman warga yang terendam banjir. Ist

“Saat ini kita sudah koordinasi dengan Kepala Desa Bengkawan untuk melakukan evakuasi terhadap orang dan barang ke tempat yang lebih tinggi,” timpalnya. Di lokasi lainnya, banjir juga telah menggenangi jalan utama jalur Seluas menuju Jagoi Babang, tepatnya di Dusun Seluas, Desa Seluas, Kecamatan Seluas atau sekitar 200 meter dari Mapolsek Seluas.

Kondisi tersebut sudah berlangsung  sejak Rabu (13/1) dan banjir terus meninggi seiring curah hujan yang berlangsung hingga puncak banjir, Kamis (14/1) sore.  “Diperkirakan air naik 0,5 meter naik dari bahu jalan. Sampai saat ini hujan masih turun dengan intensitas ringan. Dengan kondisi demikian, bukan tak mungkin air akan kembali naik,” tutupnya.

Baca Juga :  Satgas TMMD 108 Kodim 1202/Skw Lakukan Pengecetan Masjid

Sementara itu, banjir juga menerjang sejumlah lokasi di sekitar Kecamatan Siding, khususnya di Dusun Paup dan Dusun Padang, Desa Siding. Banjir tersebut telah berlangsung sejak Rabu (13/1) dan saat ini perlahan mulai surut.

“Kemarin banjir cukup tinggi namun sekarang sudah mulai surut. Saat ini kita dari Polsek Siding bersama warga sedang melakukan pembersihan fasilitas umum yang terkena dampak banjir dengan peralatan seadanya,” jelas Kapolsek Siding, Ipda Aap Affian.

Dia juga mengatakan banjir yang terjadi di wilayah hukum mereka cukup parah dan menggenangi sejumlah fasilitas umum. Di antaranya ruas jalan utama, puskesmas, sekolah, serta beberapa rumah warga.

“Saat ini kita masih siaga apabila terjadi banjir susulan. Selain itu, kita juga sudah kerahkan personel untuk rutin memantau aliran Sungai Kumba yang masih meluap,” jelas Kapolsek.

Salah satu warga di Kecamatan Jagaoi Babang, Uday mengatakan banjir juga menerjang kecamatan yang terletak di wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia tersebut. Parahnya, selain menggenangi jalan, air juga merusak badan jalan paralel perbatasan yang terletak di Dusun Medeng, Desa Siding, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang.

“Untuk jalan yang ambruk tersebut kurang lebih panjangnya 20 meter dan kedalaman kurang lebih dua meter. Itu jalan di Dusun Medeng, Desa Siding,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat. Badan jalan dibangun menggunakan dana APBN itu ambruk pada Rabu sekitar pukul 17.00 WIB. “Ketika itu sedang terjadi hujan deras,” tambahnya.

Baca Juga :  Hujan Lagi, Beberapa Ruas Tol Ditutup

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang, Damianus menyatakan pihaknya telah melakukan komunikasi secara intens dengan beberapa camat yang terdampak bencana, khususnya batingsor (banjir, puting beliung, tanah longsor).

Sesuai  fungsi dan SOP (standard operating procedure), BPBD tetap menindaklanjuti laporan yang telah diterima. Saat ini pihaknya juga  telah menurunkan Tim Reaksi Cepat ke lokasi bencana untuk melakukan pengumpulan data dan informasi. Selain itu, kata ia, BPBD juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk pendirian posko bencana.

“Kita telah koordinasi dengan para camat yang terdampak batingsor. Kita saat ini melakukan  identifikasi, mapping, dan penilaian potensi sebagai dasar penentuan status bencana. Bahan laporan pada bupati dan  SKPD terkait, BPBD Provinsi, BNPB, dan instansi vertikal terkait,” ujarnya.

Damianus menjelaskan sampai saat ini bahan laporan sedang disusun. Pihaknya juga tengah menyiapkan draf SK Bupati. “Kita juga (dalam proses) menyiapkan RAB kebutuhan fasilitasi Penanganan Tanggap Bencana dan memobilisasi pasukan dan staf BPBD untuk selalu siaga dan tanggap terhadap informasi bencana,” pungkasnya. (sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/