alexametrics
30 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

80 Persen Tulisan Karya Guru Sudah Rampung

BENGKAYANG – PGRI SLCC (smart learning and character centre) Kalbar bersama PGRI Kkabupaten Bengkayang kembali menggelar kegiatan lanjutan Pelatihan Guru Menulis Angkatan II, yang dihelat di Kabupaten Bengkayang. Kegiatan yang merupakan lanjutan dari penerapan pola In On In tersebut, turut diikuti oleh 17 guru se-Kabupaten Bengkayang di SD Negeri 14, kemarin siang.

Terkait pelatihan tersebut, Ketua PGRI SLCC Kalbar, Dede Yetty Suminar menyatakan bahwa hingga saat ini, setidaknya sudah 80 persen peserta pelatihan guru menulis, yang telah berhasil menyelesaikan naskahnya dan berharap dalam dua minggu kedepan semua karya guru sudah bisa masuk proses penerbitan.

Dia menuturkan, kegiatan bertajuk membangkitkan kesadaran literasi guru dalam meningkatkan profesionalitas, dan penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran tersebut masih akan terus dilanjutkan. Dengan harapan, agar guru sebagai ujung tombak pendidikan mampu menjadi pioner bagi siswa dalam meningkatkan kemampuan literasi di sekolah.

Baca Juga :  Sehari Ungkap Tiga Kasus Narkoba

“Untuk kegiatan guru menulis di Kabupaten Bengkayang menggunakan pola in on in. Dengan penerapan dua kali tatap muka dan dua bulan pendampingan yang dilakukan secara tatap muka,” jelas Dede.

Dia mengungkapkan, untuk saat ini setidaknya ada 20 orang guru tercatat sebagai peserta. Sementara untuk naskah hasil tulisan sampai tatap muka kedua, diungkapkan dia, sudah hampir 80 persen selesai.

Dia berharap semua peserta bisa menyelesaikan naskahnya dan menerbitkan buku seperti yang diinginkan. Di sisi lain, dirinya turut berencana agar buku hasil tulusan guru tersebut nantinya dapat diterbitkan untuk bisa dilaunching.

“Harapan kita ini (buku karya guru) bisa dilaunching langsunh oleh Bupati Kabupaten Bengkayang sebagai bentuk apresiasi terhadap karya guru,” harapnya.

PGRI SLCC ingin terus mengembangkan literasi guru dengan melakukan pelatihan serupa bekerjasama dengan Pengurus PGRI kota/Kabupaten lainnya.

Baca Juga :  Polsek Sanggau Ledo Terima Senpi Rakitan dari Masyarakat

“Untuk Bengkayang sendiri yang merupakan angkatan kedua, jika banyak guru yang tertarik dan antusias. Insyaallah akan digagas kembali Kegiatan ini ke depannya,” ungkapnya.

Mewakili PGRI SLCC, dia berharap agar kegiatan guru menulis ini kedepan dapat menjadi pijakan awal bagi peningkatan kemampuan guru-guru, terutama dalam meningkatkan literasi menulis, serta menjadi motivasi untuk terus menelurkan karya-karya berikutnya dalam bentuk buku (tulisan).

Sementara itu, Sekretaris PGRI Kabupaten Bengkayang, Ridwan turut menanggapi positif kegiatan guru menulis yang diinisiasi oleh PGRI SLCC tersebut. Ia meyakini bahwa pelatihan tersebut mampu meningkatkan kompetensi guru Kabupaten Bengkayang di bidang literasi, khususnya menulis.

“Tentunya dalam hal ini, kami dari PGRI kabupaten Bengkayang sangat mendukung dan menyambut baik kegiatan yang bertujuan meningkatkan Kompetensi guru di Kabupaten Bengkayang,” pungkasnya. (Sig)

BENGKAYANG – PGRI SLCC (smart learning and character centre) Kalbar bersama PGRI Kkabupaten Bengkayang kembali menggelar kegiatan lanjutan Pelatihan Guru Menulis Angkatan II, yang dihelat di Kabupaten Bengkayang. Kegiatan yang merupakan lanjutan dari penerapan pola In On In tersebut, turut diikuti oleh 17 guru se-Kabupaten Bengkayang di SD Negeri 14, kemarin siang.

Terkait pelatihan tersebut, Ketua PGRI SLCC Kalbar, Dede Yetty Suminar menyatakan bahwa hingga saat ini, setidaknya sudah 80 persen peserta pelatihan guru menulis, yang telah berhasil menyelesaikan naskahnya dan berharap dalam dua minggu kedepan semua karya guru sudah bisa masuk proses penerbitan.

Dia menuturkan, kegiatan bertajuk membangkitkan kesadaran literasi guru dalam meningkatkan profesionalitas, dan penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran tersebut masih akan terus dilanjutkan. Dengan harapan, agar guru sebagai ujung tombak pendidikan mampu menjadi pioner bagi siswa dalam meningkatkan kemampuan literasi di sekolah.

Baca Juga :  Satgas Pamtas Amankan Kayu Ilegal

“Untuk kegiatan guru menulis di Kabupaten Bengkayang menggunakan pola in on in. Dengan penerapan dua kali tatap muka dan dua bulan pendampingan yang dilakukan secara tatap muka,” jelas Dede.

Dia mengungkapkan, untuk saat ini setidaknya ada 20 orang guru tercatat sebagai peserta. Sementara untuk naskah hasil tulisan sampai tatap muka kedua, diungkapkan dia, sudah hampir 80 persen selesai.

Dia berharap semua peserta bisa menyelesaikan naskahnya dan menerbitkan buku seperti yang diinginkan. Di sisi lain, dirinya turut berencana agar buku hasil tulusan guru tersebut nantinya dapat diterbitkan untuk bisa dilaunching.

“Harapan kita ini (buku karya guru) bisa dilaunching langsunh oleh Bupati Kabupaten Bengkayang sebagai bentuk apresiasi terhadap karya guru,” harapnya.

PGRI SLCC ingin terus mengembangkan literasi guru dengan melakukan pelatihan serupa bekerjasama dengan Pengurus PGRI kota/Kabupaten lainnya.

Baca Juga :  PKS Untuk Semua Masyarakat, Rakorda PKS di Kabupaten Bengkayang

“Untuk Bengkayang sendiri yang merupakan angkatan kedua, jika banyak guru yang tertarik dan antusias. Insyaallah akan digagas kembali Kegiatan ini ke depannya,” ungkapnya.

Mewakili PGRI SLCC, dia berharap agar kegiatan guru menulis ini kedepan dapat menjadi pijakan awal bagi peningkatan kemampuan guru-guru, terutama dalam meningkatkan literasi menulis, serta menjadi motivasi untuk terus menelurkan karya-karya berikutnya dalam bentuk buku (tulisan).

Sementara itu, Sekretaris PGRI Kabupaten Bengkayang, Ridwan turut menanggapi positif kegiatan guru menulis yang diinisiasi oleh PGRI SLCC tersebut. Ia meyakini bahwa pelatihan tersebut mampu meningkatkan kompetensi guru Kabupaten Bengkayang di bidang literasi, khususnya menulis.

“Tentunya dalam hal ini, kami dari PGRI kabupaten Bengkayang sangat mendukung dan menyambut baik kegiatan yang bertujuan meningkatkan Kompetensi guru di Kabupaten Bengkayang,” pungkasnya. (Sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/