alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Bengkayang Masih Kekurangan Ribuan Guru

BENGKAYANG – Pemerintah Kabupaten Bengkayang terus berupaya memenuhi kekurangan tenaga pendidik atau guru di wilayahnya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kepada awak media, Plt Kadisdikbud Kabupaten Bengkayang, M. Gustian Andiwinata mengatakan baru-baru ini Kabupaten Bengkayang baru saja menambah sebanyak 30 tenaga PPPK guru. Saat ini mereka telah resmi menjadi bagian dari birokrasi pemerintahan Pemkab Bengkayang.

Sebagian besar di antara jumlah tersebut, kata dia, merupakan mereka yang sebelumnya telah berstatus sebagai guru honorer K2 dan lolos mengikuti tes PPPK. “Untuk mereka yang diterima adalah mereka yang sebelumnya dari honorer K2 dan gagal saat mengikuti CPNS. Namun mereka lolos saat mengikuti tes PPPK,” kata Gustian, Jumat (12/2).

Kendati telah mendapat tambahan 30 PPPK, Gustian menilai bahwa jumlah tersebut masih jauh dari harapan dan kebutuhan guru di Bengkayang. “Kalau berdasarkan kebutuhan saat ini, untuk guru kita di Kabupaten Bengkayang masih kekurangan lebih dari tiga ribu orang. Ini karena untuk guru, setiap tahunnya ada sekitar 100 sampai 200 orang yang pensiun dan angka tersebut tidak sebanding dengan jumlah penerimaan yang dibuka setiap tahun,” ungkapnya.

Baca Juga :  Perda 23 Desa Wisata di Bengkayang Akan Dibuat, Target Rp80M dari Pariwisata

Meski demikian, adanya penambahan guru dari P3K ini, pihaknya bersyukur karena paling tidak kekurangan yang dialami dapat diperkecil. Lebih jauh, Gustian berharap pemerintah pusat dapat memberikan kuota tenaga pengajar PPPK yang lebih besar lagi untuk Bengkayang.

Ia juga meminta agar syarat-syarat untuk menjadi PPPK lebih dipermudah lagi. Hal ini dirasa perlu menjadi perhatian demi membantu guru-guru honorer yang ada di Bengkayang agar bisa mendaftarkan diri menjadi bagian dari PPPK.

“Misalnya syarat untuk guru ASN ataupun PPPK hanya untuk mereka yang berpendidikan S1 linier. Nah, ini yang kita harap dipermudah, karena kebanyakan guru honorer kita adalah orang yang statusnya D3 dan bahkan SMA juga ada. Karena ini untuk menutup kekurangan dan ada yang mau mengajar di sekolah kan begitu,” terangnya.

Baca Juga :  Salurkan BLT DD Untuk 135 Warga di Desa Siaga

Ia pun berharap ke depan, tenaga PPPK lebih diutamakan untuk masyarakat lokal atau honorer yang sudah membantu dan tahu seluk-beluk sekolah di Bengkayang. “Bukan apa, kalau seleksi dari luar Bengkayang, baru satu atau dua tahun mengajar sudah minta pindah tugas dengan berbagai alasan tertentu,” tambahnya.

Terakhir, dia meminta kepada guru-guru telah berstatus PPPK bisa bekerja dengan sungguh-sungguh sebagai tenaga pendidik. “Terutama agar dapat memajukan pemikiran serta mengajarkan ilmu yang bermanfaat kepada anak-anak generasi penerus bangsa yang ada di Kabupaten Bengkayang,” pungkasnya. (sig)

BENGKAYANG – Pemerintah Kabupaten Bengkayang terus berupaya memenuhi kekurangan tenaga pendidik atau guru di wilayahnya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kepada awak media, Plt Kadisdikbud Kabupaten Bengkayang, M. Gustian Andiwinata mengatakan baru-baru ini Kabupaten Bengkayang baru saja menambah sebanyak 30 tenaga PPPK guru. Saat ini mereka telah resmi menjadi bagian dari birokrasi pemerintahan Pemkab Bengkayang.

Sebagian besar di antara jumlah tersebut, kata dia, merupakan mereka yang sebelumnya telah berstatus sebagai guru honorer K2 dan lolos mengikuti tes PPPK. “Untuk mereka yang diterima adalah mereka yang sebelumnya dari honorer K2 dan gagal saat mengikuti CPNS. Namun mereka lolos saat mengikuti tes PPPK,” kata Gustian, Jumat (12/2).

Kendati telah mendapat tambahan 30 PPPK, Gustian menilai bahwa jumlah tersebut masih jauh dari harapan dan kebutuhan guru di Bengkayang. “Kalau berdasarkan kebutuhan saat ini, untuk guru kita di Kabupaten Bengkayang masih kekurangan lebih dari tiga ribu orang. Ini karena untuk guru, setiap tahunnya ada sekitar 100 sampai 200 orang yang pensiun dan angka tersebut tidak sebanding dengan jumlah penerimaan yang dibuka setiap tahun,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin

Meski demikian, adanya penambahan guru dari P3K ini, pihaknya bersyukur karena paling tidak kekurangan yang dialami dapat diperkecil. Lebih jauh, Gustian berharap pemerintah pusat dapat memberikan kuota tenaga pengajar PPPK yang lebih besar lagi untuk Bengkayang.

Ia juga meminta agar syarat-syarat untuk menjadi PPPK lebih dipermudah lagi. Hal ini dirasa perlu menjadi perhatian demi membantu guru-guru honorer yang ada di Bengkayang agar bisa mendaftarkan diri menjadi bagian dari PPPK.

“Misalnya syarat untuk guru ASN ataupun PPPK hanya untuk mereka yang berpendidikan S1 linier. Nah, ini yang kita harap dipermudah, karena kebanyakan guru honorer kita adalah orang yang statusnya D3 dan bahkan SMA juga ada. Karena ini untuk menutup kekurangan dan ada yang mau mengajar di sekolah kan begitu,” terangnya.

Baca Juga :  Tekankan Penerapan Prokes di Masa AKB

Ia pun berharap ke depan, tenaga PPPK lebih diutamakan untuk masyarakat lokal atau honorer yang sudah membantu dan tahu seluk-beluk sekolah di Bengkayang. “Bukan apa, kalau seleksi dari luar Bengkayang, baru satu atau dua tahun mengajar sudah minta pindah tugas dengan berbagai alasan tertentu,” tambahnya.

Terakhir, dia meminta kepada guru-guru telah berstatus PPPK bisa bekerja dengan sungguh-sungguh sebagai tenaga pendidik. “Terutama agar dapat memajukan pemikiran serta mengajarkan ilmu yang bermanfaat kepada anak-anak generasi penerus bangsa yang ada di Kabupaten Bengkayang,” pungkasnya. (sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/