alexametrics
27 C
Pontianak
Friday, May 27, 2022

Perusahaan Singkong dan Tepung Tapioka segera Dibangun

Pemkab Bahas Pencanangan Badan Cadangan Logistik Strategis

BENGKAYANG – Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Bengkayang bersama stakeholder terkait melangsungkan rapat tindak lanjut pencanangan badan cadangan logistik strategis di wilayah Kabupaten Bengkayang. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Bupati Bengkayang, Kamis (17/12).

Pihak yang hadir  di antaranya Sekda Bengkayang, Dandim 1202/Skw, Kepala Bapeda Bengkayang, Assisten II Setda Bengkayang, Plh. Kadis P3 (Pangan, Pertanian, Perkebunan), Kabid Pengadaan dan Pengukuran Pertanahan DPRP LH V, Camat Bengkayang, Camat Suti Semarang, Kabid Pemetaan KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan ), Kasi P2 BPN, Camat Teriak, dan Camat Lumar.

Plh. Kadis P3 (Pangan, Pertanian, Perkebunan) Erlianus menilai bahwa program ini penting dilaksanakan di Bengkayang.  Ia menilai kondisi Kabupaten Bengkayang sangat cocok untuk menjalankan program tersebut. Terutama di bidang ketahanan pangan singkong.

Baca Juga :  Predator Anak Berkedok Guru Seni Ditangkap, Cabuli 10 Remaja dengan Modus Pengobatan Alternatif

“Program strategis pangan nasional singkong dapat dibangun di Bengkayang dengan syarat luas lahan harus 30 hektare dan nantinya akan dibangun sebuah perusahan tepung tapioka,” jelasnya. Namun, kata dia, dalam realisasinya tidak boleh mengabaikan hak masyarakat setempat.

Karena itu, ia menilai perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat untuk menjelaskan tentang tujuan dari rencana pembebasan lahan dalam rangka mendirikan perusahaan singkong dan tepung tapioka.

“Seperti yang kita ketahui bahwa progam strategis pangan nasional merupakan program Presiden yang dikerjasamakan beberapa kementerian. Terlebih apabila melihat Indonesia merupakan negara terbesar kedua  mengonsumsi tepung selain RRC,” ungkap Erlianus.

Di tempat yang sama, Dandim 1202/Skw, Letkol Inf Condro Edi Wibowo menuturkan terkait program ketahanan pangan BCLS ( Badan Cadangan Logistik Strategis) saat ini memang tengah mendapatkan perhatian khusus dari pusat. Terutama dari Kementerian Pertahanan, Kementerian LH, Kementerian PUPR dan Kodam XII/Tpr.

Baca Juga :  Darwis-Rizal Unggul Sementara

“Kita mendukung program pencanangan lahan strategis pangan nasional singkong di wilayah Bengkayang,” katanya. Condro melanjutkan bahwa program ini bisa jadi peluang untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat Bengkayang.  Pihaknya siap bersinergi dengan beberapa elemen terkait sehingga program ini cepat terealisasi.

“Tentunya salah satu yang perlu digalakkan adalah sosialisasi ke masyarakat agar tidak ada permasalahan di kemudian hari. Camat, akan dibantu danramil akan mensosialisasikan ke tingkat kades dan para kadus agar sosialisasi sampai ke masyarakat,” pungkasnya. (sig)

Pemkab Bahas Pencanangan Badan Cadangan Logistik Strategis

BENGKAYANG – Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Bengkayang bersama stakeholder terkait melangsungkan rapat tindak lanjut pencanangan badan cadangan logistik strategis di wilayah Kabupaten Bengkayang. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Bupati Bengkayang, Kamis (17/12).

Pihak yang hadir  di antaranya Sekda Bengkayang, Dandim 1202/Skw, Kepala Bapeda Bengkayang, Assisten II Setda Bengkayang, Plh. Kadis P3 (Pangan, Pertanian, Perkebunan), Kabid Pengadaan dan Pengukuran Pertanahan DPRP LH V, Camat Bengkayang, Camat Suti Semarang, Kabid Pemetaan KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan ), Kasi P2 BPN, Camat Teriak, dan Camat Lumar.

Plh. Kadis P3 (Pangan, Pertanian, Perkebunan) Erlianus menilai bahwa program ini penting dilaksanakan di Bengkayang.  Ia menilai kondisi Kabupaten Bengkayang sangat cocok untuk menjalankan program tersebut. Terutama di bidang ketahanan pangan singkong.

Baca Juga :  Imbau Perayaan Mengedepankan Prokes

“Program strategis pangan nasional singkong dapat dibangun di Bengkayang dengan syarat luas lahan harus 30 hektare dan nantinya akan dibangun sebuah perusahan tepung tapioka,” jelasnya. Namun, kata dia, dalam realisasinya tidak boleh mengabaikan hak masyarakat setempat.

Karena itu, ia menilai perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat untuk menjelaskan tentang tujuan dari rencana pembebasan lahan dalam rangka mendirikan perusahaan singkong dan tepung tapioka.

“Seperti yang kita ketahui bahwa progam strategis pangan nasional merupakan program Presiden yang dikerjasamakan beberapa kementerian. Terlebih apabila melihat Indonesia merupakan negara terbesar kedua  mengonsumsi tepung selain RRC,” ungkap Erlianus.

Di tempat yang sama, Dandim 1202/Skw, Letkol Inf Condro Edi Wibowo menuturkan terkait program ketahanan pangan BCLS ( Badan Cadangan Logistik Strategis) saat ini memang tengah mendapatkan perhatian khusus dari pusat. Terutama dari Kementerian Pertahanan, Kementerian LH, Kementerian PUPR dan Kodam XII/Tpr.

Baca Juga :  Pemkab Konsultasi Dengan Pemilik Lahan

“Kita mendukung program pencanangan lahan strategis pangan nasional singkong di wilayah Bengkayang,” katanya. Condro melanjutkan bahwa program ini bisa jadi peluang untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat Bengkayang.  Pihaknya siap bersinergi dengan beberapa elemen terkait sehingga program ini cepat terealisasi.

“Tentunya salah satu yang perlu digalakkan adalah sosialisasi ke masyarakat agar tidak ada permasalahan di kemudian hari. Camat, akan dibantu danramil akan mensosialisasikan ke tingkat kades dan para kadus agar sosialisasi sampai ke masyarakat,” pungkasnya. (sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/