alexametrics
24 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Imbau Warga Hentikan PETI

BENGKAYANG – Anggota Bhabinkamtibmas Desa Aris Polsek Capkala Bripka Hardiansyah bersama Babinsa dan Kepala Desa Aris melaksanakan sosialisasi dengan membentangkan spanduk imbauan tentang larangan melakukan kegiatan penambangan tanpa izin (PETI). Hal tersebut dilaksanakan dalam rangka meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan dari PETI di Desa Aris, Kecamatan Capkala, Kabupaten Bengkayang.

Terkait hal tersebut, Kapolsek Capkala Ipda L. Simbolon turut mengapresiasi apa yang dilakukan oleh jajarannya beserta pihak terkait. Menurutnya, kegiatan PETI harus dicegah karena dapat berdampak buruk bagi masyarakat, merusak ekosistem dan menyebabkan tanah longsor.

“Larangan untuk melakukan PETI khususnya penambangan emas illegal diatur berdasarkan Undang–Undang RI Nomor 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dan diancam hukuman penjara 10 tahun dan denda Rp 10 miliar,” ungkap Kapolsek, Kamis (18/2).

Baca Juga :  Polsek Ledo Sidak Sejumlah Toko

Kapolsek berharap sosialisasi dan penyampaian imbauan tersebut ampuh dalam memberikan pemahaman kepada warga pekerja PETI. Diharapkan masyarakat bisa meninggalkan kebiasaan bekerja emas, karena kegiatan ini menimbulkan kerusakan lingkungan.

“Kami berharap masyarakat beralih mencari pekerjaan lain yang legal untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ucap Kapolsek.

Lebih jauh, Kapolsek juga menjelaskan bahwa sesuai UU Nomor 04 Tahun 2009, pelaku PETI dapat ditindak tegas dan dikenai sanksi hukuman yang cukup berat. “Dengan dibentangkannya spanduk imbauan tentang larangan untuk aktivitas PETI, saya mengimbau kepada warga Kecamatan Capkala untuk menghentikan aktivitas penambangan emas illegal,” katanya.(sig)

BENGKAYANG – Anggota Bhabinkamtibmas Desa Aris Polsek Capkala Bripka Hardiansyah bersama Babinsa dan Kepala Desa Aris melaksanakan sosialisasi dengan membentangkan spanduk imbauan tentang larangan melakukan kegiatan penambangan tanpa izin (PETI). Hal tersebut dilaksanakan dalam rangka meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan dari PETI di Desa Aris, Kecamatan Capkala, Kabupaten Bengkayang.

Terkait hal tersebut, Kapolsek Capkala Ipda L. Simbolon turut mengapresiasi apa yang dilakukan oleh jajarannya beserta pihak terkait. Menurutnya, kegiatan PETI harus dicegah karena dapat berdampak buruk bagi masyarakat, merusak ekosistem dan menyebabkan tanah longsor.

“Larangan untuk melakukan PETI khususnya penambangan emas illegal diatur berdasarkan Undang–Undang RI Nomor 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dan diancam hukuman penjara 10 tahun dan denda Rp 10 miliar,” ungkap Kapolsek, Kamis (18/2).

Baca Juga :  Kesenian Lokal Harus Mampu Bersaing

Kapolsek berharap sosialisasi dan penyampaian imbauan tersebut ampuh dalam memberikan pemahaman kepada warga pekerja PETI. Diharapkan masyarakat bisa meninggalkan kebiasaan bekerja emas, karena kegiatan ini menimbulkan kerusakan lingkungan.

“Kami berharap masyarakat beralih mencari pekerjaan lain yang legal untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ucap Kapolsek.

Lebih jauh, Kapolsek juga menjelaskan bahwa sesuai UU Nomor 04 Tahun 2009, pelaku PETI dapat ditindak tegas dan dikenai sanksi hukuman yang cukup berat. “Dengan dibentangkannya spanduk imbauan tentang larangan untuk aktivitas PETI, saya mengimbau kepada warga Kecamatan Capkala untuk menghentikan aktivitas penambangan emas illegal,” katanya.(sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/