alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Pemkab Konsultasi Dengan Pemilik Lahan

Persiapan Pembangunan PLBN Terpadu Jagoi Babang

BENGKAYANG – Pemerintah Kabupaten Bengkayang melangsungkan kegiatan Konsultasi Publik Pengadaan Tanah untuk Pembangunan PLBN Terpadu Jagoi Babang di Aula Kantor Camat Jagoi Babang, kemarin pagi. Kegiatan yang dibuka Pj. Bupati Bengkayang, Yohanes Budiman ini dihadiri masyarakat pemilik lahan perbatasan di Jagoi Babang.

Selain membuka kegiatan, Pj. Bupati turut berperan sebagai moderator dalam pertemuan dengan para pemilik lahan dengan pihak pemerintah. Narasumber lain yakni Kepala Bagian Pemerintahan Biro Pemerintahan Setda Kalbar Toni Sunardi, serta Perwakilan Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Kalbar Dirjen Cipta Karya Kemen-PUPR Reza Riska Pratama.

Pada kesempatan tersebut, Radit selaku Camat Jagoi Babang menyampaikan data geografis terkait luas lahan yang akan dibebaskan untuk dibangun PLBN terpadu memiliki luas sekitar  16.7 hektare. Dia berharap berbagai persoalan mengenai lahan milik warga yang terdampak pembangunan PLBN dapat segera diselesaikan. Hal ini agar PLBN tersebut dapat sesegera mungkin dibangun.

“Di sini saya berharap agar warga pemilik lahan yang terdampak lokasi pembangunan agar dapat mendukung upaya pemerintah mempercepat proses pembangunan PLBN sebagai beranda terdepan NKRI,” harapnya.

Baca Juga :  Diksar Mapala Teknik Untan, Tumbuhkan Pola Pikir Kritis atas Pelestarian Alam

Sementara itu, salah seorang warga Jagoi Babang saat diwawancarai turut menyambut baik dengan rencana pemerintah membuka PLBN. Menurutnya, dibukanya PLBN juga bisa berdampak pada berkembangnya aktivitas ekonomi diperbatasan yang akan semakin ramai dan sudah tentu akan berdampak bagi peningkatan kesejahteraan warga.

“Jika ada yang merasa dirugikan dengan pembukaan PLBN, saya kira itu hanyalah sekelompok orang saja atau oknum-oknum yang selama ini meraup keuntungan dari bisnis yang tidak resmi,” ungkap warga tersebut.

Ditempat yang sama, Pj Bupati Bengkayang, Yohanes Budiman menambahkan bahwa dengan dibukanya PLBN diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah perbatasan. Namun, Pj Bupati juga mengingatkan agar warga mampu mengembangkan kapasitas diri supaya dapat bersaing.

“Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kawasan perbatasan merupakan kawasan yang kompleks dengan berbagai permasalahan yang ada. Baik itu masalah infrastruktur, sarana dan prasarana, masalah sosial, ekonomi, dan sebagainya. Maka dari itu, diperlukan perhatian khusus dalam mengelola perbatasan,” jelasnya.

“Bahkan hal ini juga tertuang dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2008 tentang wilayah Negara yang menegaskan pentingnya partisipasi dan peran aktif masyarakat dalam mengelola perbatasan sebagai unsur pendukung dalam menjaga dan mengelola wilayah perbatasan tersebut,” timpalnya.

Baca Juga :  TNI Siap Sukseskan Progam Strategis Pangan Nasional

Deputi I BNPP RI, Robert Simbolon sebelumnya mengungkapkan bahwa PLBN Jagoi Babang akan dibangun dengan kualitas tipe B terlebih dahulu. Kondisi tersebut mungkin saja berubah tergantung dari hasil evaluasi secara rutin oleh pihak-pihak terkait.

“Untuk awal, kita berencana akan membangun PLBN tipe B untuk di Jagoi Babang ini. Secara bertahap nantinya akan terus dikawal dan kita evaluasi secara rutin apakah akan berkembang ke tipe A atau bagaimana kita akan lihat ke depan,” ujarnya.

Dia juga memastikan untuk saat ini tidak ada kendala serius yang dihadapi menjelang pembangun PLBN Jagoi Babang. Hanya saja, ada beberapa hal seperti komunikasi yang intens dengan berbagai pihak terkait masih perlu dilakukan untuk memastikan semua langkah persiapan benar-benar matang.

Robert berharap di awal tahun 2021 sudah mulai dilakukan pembangunan fisik tahap awal dan di penghujung tahun 2021 seluruh pembangunan bisa terselesaikan, dan berbagai pelayanan di lintas batas negara (terpadu) bisa dilaksanakan. (sig)

Persiapan Pembangunan PLBN Terpadu Jagoi Babang

BENGKAYANG – Pemerintah Kabupaten Bengkayang melangsungkan kegiatan Konsultasi Publik Pengadaan Tanah untuk Pembangunan PLBN Terpadu Jagoi Babang di Aula Kantor Camat Jagoi Babang, kemarin pagi. Kegiatan yang dibuka Pj. Bupati Bengkayang, Yohanes Budiman ini dihadiri masyarakat pemilik lahan perbatasan di Jagoi Babang.

Selain membuka kegiatan, Pj. Bupati turut berperan sebagai moderator dalam pertemuan dengan para pemilik lahan dengan pihak pemerintah. Narasumber lain yakni Kepala Bagian Pemerintahan Biro Pemerintahan Setda Kalbar Toni Sunardi, serta Perwakilan Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Kalbar Dirjen Cipta Karya Kemen-PUPR Reza Riska Pratama.

Pada kesempatan tersebut, Radit selaku Camat Jagoi Babang menyampaikan data geografis terkait luas lahan yang akan dibebaskan untuk dibangun PLBN terpadu memiliki luas sekitar  16.7 hektare. Dia berharap berbagai persoalan mengenai lahan milik warga yang terdampak pembangunan PLBN dapat segera diselesaikan. Hal ini agar PLBN tersebut dapat sesegera mungkin dibangun.

“Di sini saya berharap agar warga pemilik lahan yang terdampak lokasi pembangunan agar dapat mendukung upaya pemerintah mempercepat proses pembangunan PLBN sebagai beranda terdepan NKRI,” harapnya.

Baca Juga :  Cegah Covid-19, Babinsa Korami Bengkayang Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Sementara itu, salah seorang warga Jagoi Babang saat diwawancarai turut menyambut baik dengan rencana pemerintah membuka PLBN. Menurutnya, dibukanya PLBN juga bisa berdampak pada berkembangnya aktivitas ekonomi diperbatasan yang akan semakin ramai dan sudah tentu akan berdampak bagi peningkatan kesejahteraan warga.

“Jika ada yang merasa dirugikan dengan pembukaan PLBN, saya kira itu hanyalah sekelompok orang saja atau oknum-oknum yang selama ini meraup keuntungan dari bisnis yang tidak resmi,” ungkap warga tersebut.

Ditempat yang sama, Pj Bupati Bengkayang, Yohanes Budiman menambahkan bahwa dengan dibukanya PLBN diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah perbatasan. Namun, Pj Bupati juga mengingatkan agar warga mampu mengembangkan kapasitas diri supaya dapat bersaing.

“Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kawasan perbatasan merupakan kawasan yang kompleks dengan berbagai permasalahan yang ada. Baik itu masalah infrastruktur, sarana dan prasarana, masalah sosial, ekonomi, dan sebagainya. Maka dari itu, diperlukan perhatian khusus dalam mengelola perbatasan,” jelasnya.

“Bahkan hal ini juga tertuang dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2008 tentang wilayah Negara yang menegaskan pentingnya partisipasi dan peran aktif masyarakat dalam mengelola perbatasan sebagai unsur pendukung dalam menjaga dan mengelola wilayah perbatasan tersebut,” timpalnya.

Baca Juga :  Perencanaan Keuangan Berbasis Digital

Deputi I BNPP RI, Robert Simbolon sebelumnya mengungkapkan bahwa PLBN Jagoi Babang akan dibangun dengan kualitas tipe B terlebih dahulu. Kondisi tersebut mungkin saja berubah tergantung dari hasil evaluasi secara rutin oleh pihak-pihak terkait.

“Untuk awal, kita berencana akan membangun PLBN tipe B untuk di Jagoi Babang ini. Secara bertahap nantinya akan terus dikawal dan kita evaluasi secara rutin apakah akan berkembang ke tipe A atau bagaimana kita akan lihat ke depan,” ujarnya.

Dia juga memastikan untuk saat ini tidak ada kendala serius yang dihadapi menjelang pembangun PLBN Jagoi Babang. Hanya saja, ada beberapa hal seperti komunikasi yang intens dengan berbagai pihak terkait masih perlu dilakukan untuk memastikan semua langkah persiapan benar-benar matang.

Robert berharap di awal tahun 2021 sudah mulai dilakukan pembangunan fisik tahap awal dan di penghujung tahun 2021 seluruh pembangunan bisa terselesaikan, dan berbagai pelayanan di lintas batas negara (terpadu) bisa dilaksanakan. (sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/