alexametrics
32.8 C
Pontianak
Monday, August 15, 2022

Posko Bencana Tetap Diminta Siaga

BENGKAYANG—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang terus melakukan monitoring di beberapa Kecamatan yang terdampak bencana banjir beberapa waktu kebelakang.

Jumat (22/1) pagi, Pj. Bupati Bengkayang, Yohanes Budiman turut memantau kembali beberapa lokasi pascabanjir yang merendam sejumlah rumah warga,  sekolah, dan fasilitas umum lainnya. Selain itu, dari hasil pemantauan yang dilakukan, Yohanes memastikan beberapa titik yang sebelumnya mengalami banjir kini sudah surut dan aktifitas warga sudah kembali normal.

Selain memantau lokasi banjir, Yohanes Budiman juga memantau dan memastikan langsung pemberian logistik bagi warga terdampak banjir. Adapun dalam kunjungannya tersebut, Pj Bupati Bengkayang didampingi oleh istri Nyonya Helena, serta Sekda kabupaten Bengkayang Obaja.

Diberitakan sebelumnya, ada  delapan kecamatan di Bengkayang yang terdampak banjir, seperti Kecamatan Sanggau Ledo, Ledo, Seluas, Siding, Tujuh Belas, Jagoi Babang, Suti Semarang dan Sungai Raya Kepulauan.

Yohanes Budiman dalam monitoring ini langsung menuju titik yang terdampak banjir parah tahun ini, Seluas dan Jagoi Babang, Ledo, Sanggau Ledo dan Siding. Dalam pantauan kemarin, masih ada beberapa titik tergenang banjir. Namun secara umum banjir sudah surut. Warga yang di evakuasi sudah kembali ke rumah masing-masing.

Yohanes Budiman menyatakan, tepat seminggu pascabanjir melanda warga di Bengkayang, pihaknya melakukan pemantauan bersama. “Hari ini (kemarin) kita pantau aktivitas warga pascabanjir kemarin. Secara umum sudah berjalan normal, hanya saja ada beberapa titik yang masih digenangi air. Tetapi untuk Sungai Kumba di Seluas sudah surut dan masyarakat sudah kembali beraktivitas,” ucap Yohanes.

Baca Juga :  Animo Masyarakat Tinggi

Yohanes menjelaskan bahwa Kecamatan Seluas merupakan titik terparah banjir tahun ini, yang mencakup tiga desa yakni  Desa Seluas, Desa  Bengkawan, dan Desa Sentangau Jaya. Dia mengungkapkan, air terparah terjadi dengan ketinggian mencapai kurang lebih 6 meter, merendam 593 kepala keluarga atau  2.169 jiwa terdampak.

“Sekarang kondisi sudah normal, saya sengaja turun ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat. Kita berharap tidak ada lagi banjir susulan yang terjadi,” katanya.

Selain itu, posko kesehatan pasca banjir ia minta tetap diaktifkan dalam mengantisipasi hal yang terjadi pascabanjir ini, sehingga masyarakat bisa terlayani dengan cepat. Ia juga meminta kepada camat dan kepala desa terdampak untuk tetap memastikan kondisi warga sampai benar-benar normal kembali.

Yohanes juga mengucapkan terima kasih kepada semua bantuan yang diberikan baik pemerintah provinsi, para donatur, kecamatan, lembaga-lembaga swasta baik dari Bengkayang maupun luar daerah atas simpatinya terhadap bencana yang menimpa kabupaten ini. Bantuan yang berdatangan tersebut seudah disalurkan ke posko-posko bencana yang ada di tiap desa terdampak.

Baca Juga :  Banjir Parah di Tiga Kecamatan, Pemukiman Tergenang Jalan Paralel Amblas

“Saya minta posko tetap ada, dan bantuan itu tersampaikan kepada masyarakat terdampak sehingga dapat meringankan beban warga,” pintanya.

Dalam kesempatan ini, Yohanes meminta gar masyarakat senantiasa meningkatkan rasa kewaspadaan terhadap bencana banjir ini. Ia juga menyebutkan penyebab terjadinya banjir di Seluas karena sudah terjadi pendangkalan sungai sehingga perlu dinormalisasi.

“Kedepan jika ada normalisasi sungai paling tidak mengurangi tingkat debit air, dan mengurangi masa surut. Untuk banjir kali ini masa surut air butuh 3-4 hari. Dan saat ini sudah satu minggu Seluas sudah normal,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Camat Seluas Yustinus K memastikan semua bantuan yang diberikan terutama di Kecamatan Seluas sudah disalurkan ke warga terdampak banjir. Oleh karena itu, ia berharap bantuan yang diberikan baik pemerintah, pihak swasta, donatur dan lain-lain dapat membantu meringankan warga terdampak.

Yustinus juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak  yang telah memberikan bantuan bagi warga Seluas dan warga umumnya terdampak banjir. “Bantuan sudah kita serahkan sesuai dengan jumlah warga tedampak di tiga desa di kecamatan Seluas. Bantuan tersebut sudah sampai di desa, dusun dan RT masing-masing,” pungkasnya. (sig)

BENGKAYANG—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang terus melakukan monitoring di beberapa Kecamatan yang terdampak bencana banjir beberapa waktu kebelakang.

Jumat (22/1) pagi, Pj. Bupati Bengkayang, Yohanes Budiman turut memantau kembali beberapa lokasi pascabanjir yang merendam sejumlah rumah warga,  sekolah, dan fasilitas umum lainnya. Selain itu, dari hasil pemantauan yang dilakukan, Yohanes memastikan beberapa titik yang sebelumnya mengalami banjir kini sudah surut dan aktifitas warga sudah kembali normal.

Selain memantau lokasi banjir, Yohanes Budiman juga memantau dan memastikan langsung pemberian logistik bagi warga terdampak banjir. Adapun dalam kunjungannya tersebut, Pj Bupati Bengkayang didampingi oleh istri Nyonya Helena, serta Sekda kabupaten Bengkayang Obaja.

Diberitakan sebelumnya, ada  delapan kecamatan di Bengkayang yang terdampak banjir, seperti Kecamatan Sanggau Ledo, Ledo, Seluas, Siding, Tujuh Belas, Jagoi Babang, Suti Semarang dan Sungai Raya Kepulauan.

Yohanes Budiman dalam monitoring ini langsung menuju titik yang terdampak banjir parah tahun ini, Seluas dan Jagoi Babang, Ledo, Sanggau Ledo dan Siding. Dalam pantauan kemarin, masih ada beberapa titik tergenang banjir. Namun secara umum banjir sudah surut. Warga yang di evakuasi sudah kembali ke rumah masing-masing.

Yohanes Budiman menyatakan, tepat seminggu pascabanjir melanda warga di Bengkayang, pihaknya melakukan pemantauan bersama. “Hari ini (kemarin) kita pantau aktivitas warga pascabanjir kemarin. Secara umum sudah berjalan normal, hanya saja ada beberapa titik yang masih digenangi air. Tetapi untuk Sungai Kumba di Seluas sudah surut dan masyarakat sudah kembali beraktivitas,” ucap Yohanes.

Baca Juga :  Banjir Parah di Tiga Kecamatan, Pemukiman Tergenang Jalan Paralel Amblas

Yohanes menjelaskan bahwa Kecamatan Seluas merupakan titik terparah banjir tahun ini, yang mencakup tiga desa yakni  Desa Seluas, Desa  Bengkawan, dan Desa Sentangau Jaya. Dia mengungkapkan, air terparah terjadi dengan ketinggian mencapai kurang lebih 6 meter, merendam 593 kepala keluarga atau  2.169 jiwa terdampak.

“Sekarang kondisi sudah normal, saya sengaja turun ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat. Kita berharap tidak ada lagi banjir susulan yang terjadi,” katanya.

Selain itu, posko kesehatan pasca banjir ia minta tetap diaktifkan dalam mengantisipasi hal yang terjadi pascabanjir ini, sehingga masyarakat bisa terlayani dengan cepat. Ia juga meminta kepada camat dan kepala desa terdampak untuk tetap memastikan kondisi warga sampai benar-benar normal kembali.

Yohanes juga mengucapkan terima kasih kepada semua bantuan yang diberikan baik pemerintah provinsi, para donatur, kecamatan, lembaga-lembaga swasta baik dari Bengkayang maupun luar daerah atas simpatinya terhadap bencana yang menimpa kabupaten ini. Bantuan yang berdatangan tersebut seudah disalurkan ke posko-posko bencana yang ada di tiap desa terdampak.

Baca Juga :  Karimunting Heboh, Warganya Ditemukan Tewas Tergantung

“Saya minta posko tetap ada, dan bantuan itu tersampaikan kepada masyarakat terdampak sehingga dapat meringankan beban warga,” pintanya.

Dalam kesempatan ini, Yohanes meminta gar masyarakat senantiasa meningkatkan rasa kewaspadaan terhadap bencana banjir ini. Ia juga menyebutkan penyebab terjadinya banjir di Seluas karena sudah terjadi pendangkalan sungai sehingga perlu dinormalisasi.

“Kedepan jika ada normalisasi sungai paling tidak mengurangi tingkat debit air, dan mengurangi masa surut. Untuk banjir kali ini masa surut air butuh 3-4 hari. Dan saat ini sudah satu minggu Seluas sudah normal,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Camat Seluas Yustinus K memastikan semua bantuan yang diberikan terutama di Kecamatan Seluas sudah disalurkan ke warga terdampak banjir. Oleh karena itu, ia berharap bantuan yang diberikan baik pemerintah, pihak swasta, donatur dan lain-lain dapat membantu meringankan warga terdampak.

Yustinus juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak  yang telah memberikan bantuan bagi warga Seluas dan warga umumnya terdampak banjir. “Bantuan sudah kita serahkan sesuai dengan jumlah warga tedampak di tiga desa di kecamatan Seluas. Bantuan tersebut sudah sampai di desa, dusun dan RT masing-masing,” pungkasnya. (sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/