alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Pendapatan Pajak Motor Meningkat

BENGKAYANG – Pendapatan Pajak Daerah kendaraan bermotor di Kabupaten Bengkayang tahun 2021 mengalami meningkatkan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu yang disampaikan oleh Koordinator Wilayah Bengkayang Unit Pelaksana Teknis Pendapatan Pajak Daerah (UPT PPD)  Wilayah Singkawang, Feronica Imiel, yang menyampaikan bahwa sejauh ini ada peningkatan dan antusiasme dari masyarakat dalam membayar pajak.

UPT PPD sendiri, kata Imiel, saat ini terus melakukan program yang memudahkan masyarakat dalam membayar pajak dengan membuka layanan  Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) keliling. Program tersebut berlaku selama November ini.

Dia berharap, dengan adanya layanan Samsat keliling dapat dimanfaatkan oleh seluruh elemen masyarakat dalam mempermudah pembayaran pajak, terutama untuk kendaraan bermotor. Di samping itu, ia juga berharap agar tidak ada penunggakan akan pajak bermotor, dengan adanya program samsat keliling yang sudah berjalan saat ini.

“Selama ini kesadaran masyarakat kita akan kewajibannya membayar pajak cukup tinggi, dan tergolong meningkat dibandingkan tahun lalu,” ucapnya, Senin (22/11) di Bengkayang.

Baca Juga :  Persiapkan Langkah Strategis untuk Program Pamsimas III

Lanjut Imiel, di saat pandemi Covid-19 pelayanan masyarakat tetap berjalan dengan baik sebagaimana mestinya. Hanya saja, untuk warga yang datang, diharuskan mereka untuk tetap dengan protokol kesehatan yang ketat, begitu juga dengan petugas.

“Walau pandemi tapi masyarakat tetap melakukan kewajibannya membayar pajak. Kesadaran dari masyarakat sendiri cukup tinggi,” ujarnya.

Sementara pelayanan yang dilakukan Samsat sendiri, dia mengatakan ada mutasi kendaraan, termasuk pajak kendaraan baik roda dua maupun roda empat.  Kemudian dukungan dari pemerintah pun, diakui dia, cukup baik dalam hal ketertiban dalam membayar pajak terutama  kendaraan dinas. “Kemarin juga Bupati sudah inventarisasi kendaraan dinas, ini salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan daerah, dengan membayar pajak,” ucapnya.

Imiel juga menyampaikan, adanya pembebasan sanksi administrasi PKB dan BBNKB ke-2. Pembebasan ini, sebut dia, yakni untuk denda keterlambatan mendaftar PKB, denda keterlambatan mendaftar BBNKB II. “Jika masyarakat yang terlambat bisa manfaatkan program kita ini, yang berlaku dari tanggal 1 – 30 November 2021,” tuturnya.

Baca Juga :  Dukung Gunung Bawang Jadi Wilayah Konservasi Orangutan

Lenih jauh, ia berharap masyarakat Bengkayang terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya membayar pajak kendaraan bermotor. Pasalnya, dia menambahkan, selain memudahkan berlalu lintas, juga bermanfaat untuk  pendapatan daerah dan untuk membangun Bengkayang.

Terakhir ia sampaikan upaya meningkatkan pelayanan, selain program  Samsat keliling, pemerintah juga memudahkan masyarakat dengan membuka unit layanan di wilayah pesisir. Wilayah pesisir yang dimaksud yakni Sungai Duri dan Seluas dan Sanggau Ledo, dengan sistem  pembayarannya melalui Bank Kalbar. “Itu untuk pelayanan pajak tahunan dan kendaraan bermotor. Ini dilakukan mengingat jarak tempuh masyarakat yang berada di pesisir dan wilayah atas atau perbatasan  ke Bengkayang cukup jauh,” terangnya. “Tetapi untuk pendaftaran memang tetap langsung ke UPT PPD,” pungkasnya. (Sig)

BENGKAYANG – Pendapatan Pajak Daerah kendaraan bermotor di Kabupaten Bengkayang tahun 2021 mengalami meningkatkan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu yang disampaikan oleh Koordinator Wilayah Bengkayang Unit Pelaksana Teknis Pendapatan Pajak Daerah (UPT PPD)  Wilayah Singkawang, Feronica Imiel, yang menyampaikan bahwa sejauh ini ada peningkatan dan antusiasme dari masyarakat dalam membayar pajak.

UPT PPD sendiri, kata Imiel, saat ini terus melakukan program yang memudahkan masyarakat dalam membayar pajak dengan membuka layanan  Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) keliling. Program tersebut berlaku selama November ini.

Dia berharap, dengan adanya layanan Samsat keliling dapat dimanfaatkan oleh seluruh elemen masyarakat dalam mempermudah pembayaran pajak, terutama untuk kendaraan bermotor. Di samping itu, ia juga berharap agar tidak ada penunggakan akan pajak bermotor, dengan adanya program samsat keliling yang sudah berjalan saat ini.

“Selama ini kesadaran masyarakat kita akan kewajibannya membayar pajak cukup tinggi, dan tergolong meningkat dibandingkan tahun lalu,” ucapnya, Senin (22/11) di Bengkayang.

Baca Juga :  Pejabat Diminta Lebih Inovatif

Lanjut Imiel, di saat pandemi Covid-19 pelayanan masyarakat tetap berjalan dengan baik sebagaimana mestinya. Hanya saja, untuk warga yang datang, diharuskan mereka untuk tetap dengan protokol kesehatan yang ketat, begitu juga dengan petugas.

“Walau pandemi tapi masyarakat tetap melakukan kewajibannya membayar pajak. Kesadaran dari masyarakat sendiri cukup tinggi,” ujarnya.

Sementara pelayanan yang dilakukan Samsat sendiri, dia mengatakan ada mutasi kendaraan, termasuk pajak kendaraan baik roda dua maupun roda empat.  Kemudian dukungan dari pemerintah pun, diakui dia, cukup baik dalam hal ketertiban dalam membayar pajak terutama  kendaraan dinas. “Kemarin juga Bupati sudah inventarisasi kendaraan dinas, ini salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan daerah, dengan membayar pajak,” ucapnya.

Imiel juga menyampaikan, adanya pembebasan sanksi administrasi PKB dan BBNKB ke-2. Pembebasan ini, sebut dia, yakni untuk denda keterlambatan mendaftar PKB, denda keterlambatan mendaftar BBNKB II. “Jika masyarakat yang terlambat bisa manfaatkan program kita ini, yang berlaku dari tanggal 1 – 30 November 2021,” tuturnya.

Baca Juga :  Pastikan Kamtibmas Aman dan Prokes Dijalankan

Lenih jauh, ia berharap masyarakat Bengkayang terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya membayar pajak kendaraan bermotor. Pasalnya, dia menambahkan, selain memudahkan berlalu lintas, juga bermanfaat untuk  pendapatan daerah dan untuk membangun Bengkayang.

Terakhir ia sampaikan upaya meningkatkan pelayanan, selain program  Samsat keliling, pemerintah juga memudahkan masyarakat dengan membuka unit layanan di wilayah pesisir. Wilayah pesisir yang dimaksud yakni Sungai Duri dan Seluas dan Sanggau Ledo, dengan sistem  pembayarannya melalui Bank Kalbar. “Itu untuk pelayanan pajak tahunan dan kendaraan bermotor. Ini dilakukan mengingat jarak tempuh masyarakat yang berada di pesisir dan wilayah atas atau perbatasan  ke Bengkayang cukup jauh,” terangnya. “Tetapi untuk pendaftaran memang tetap langsung ke UPT PPD,” pungkasnya. (Sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/