alexametrics
33.9 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Khawatir Karhutla, Polisi dan Manggala Agni Sambangi Titik Api di Monterado

Minta Petani Tak Bakar Lahan

BENGKAYANG – Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Monterado, jajaran Polsek Monterado Polres Bengkayang  bersama Daops Manggala Agni IX/ Singkawang melakukan pengecekan titik hotspot, kemarin (25/7) siang.  Terkait pengecekan tersebut, Kapolsek Monterado, Iptu Edy Wuriyawan menjelaskan, awalnya titik panas terdeteksi oleh Satelit LPN-NPP tersebut berada Desa Siaga Kecamatan Monterado.

Lantas diutuslah personel Polsek Monterado Bripka I nyoman, bersama dua personel Daops Manggala Agni IX/Singkawang Robinus Robby dan Veroyandi Bun untuk mengecek secara langsung ke sumber hotspot.  Namun ketika lokasi disambangi, lahan yang terbakar telah padam.

“Saat tiba di lokasi titik koordinat titik api tersebut, personel bersama anggota Manggala Agni menemukan adanya lahan seluas kurang lebih 1 hektare yang telah terbakar. Namun saat didatangi lahan tersebut sudah dalam keadaan padam,” ungkap Edy.

Baca Juga :  Tenaga Kesehatan akan Latih Pemulasaran Jenazah Covid-19

Dari keterangan warga setempat, timpal Kapolsek, diketahui lahan yang terbakar tersebut merupakan milik DD. ternyata lahan tersebut akan digunakan untuk ditanami padi dan jagung. Terkait temuan itu, Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya masih mengumpulkan data dan keterangan dari pemilik lahan dan masyarakat setempat.

Edy meminta kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan. Pasalnya di musim panas saat ini kobaran api berpotensi menjalar dan meluas ke area sekitar. “Kami mengimbau kepada seluruh warga Kecamatan Monterado agar membuka lahan pertanian tidak dengan cara membakar hutan dan lahan. Seperti yang tertulis pada pasal 108 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang merupakan dasar hukumnya,” terang Kapolsek.

Baca Juga :  Ekspor Asap Lagi ke Malaysia

Dia memastikan pihaknya bersama personel Manggala Agni mencoba untuk mencari sisa-sisa bara api Karhutla yang masih ada dan coba untuk memadamkannya dengan peralatan seadanya. Hal itu dilakukan untuk memastikan tak ada lagi titik api di lokasi hotspot yang berpotensi kembali menyebar dan membakar area lain, yang dapat memicu terjadinya karhutla. (Sig)

Minta Petani Tak Bakar Lahan

BENGKAYANG – Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Monterado, jajaran Polsek Monterado Polres Bengkayang  bersama Daops Manggala Agni IX/ Singkawang melakukan pengecekan titik hotspot, kemarin (25/7) siang.  Terkait pengecekan tersebut, Kapolsek Monterado, Iptu Edy Wuriyawan menjelaskan, awalnya titik panas terdeteksi oleh Satelit LPN-NPP tersebut berada Desa Siaga Kecamatan Monterado.

Lantas diutuslah personel Polsek Monterado Bripka I nyoman, bersama dua personel Daops Manggala Agni IX/Singkawang Robinus Robby dan Veroyandi Bun untuk mengecek secara langsung ke sumber hotspot.  Namun ketika lokasi disambangi, lahan yang terbakar telah padam.

“Saat tiba di lokasi titik koordinat titik api tersebut, personel bersama anggota Manggala Agni menemukan adanya lahan seluas kurang lebih 1 hektare yang telah terbakar. Namun saat didatangi lahan tersebut sudah dalam keadaan padam,” ungkap Edy.

Baca Juga :  Tenaga Kesehatan akan Latih Pemulasaran Jenazah Covid-19

Dari keterangan warga setempat, timpal Kapolsek, diketahui lahan yang terbakar tersebut merupakan milik DD. ternyata lahan tersebut akan digunakan untuk ditanami padi dan jagung. Terkait temuan itu, Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya masih mengumpulkan data dan keterangan dari pemilik lahan dan masyarakat setempat.

Edy meminta kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan. Pasalnya di musim panas saat ini kobaran api berpotensi menjalar dan meluas ke area sekitar. “Kami mengimbau kepada seluruh warga Kecamatan Monterado agar membuka lahan pertanian tidak dengan cara membakar hutan dan lahan. Seperti yang tertulis pada pasal 108 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang merupakan dasar hukumnya,” terang Kapolsek.

Baca Juga :  Selidiki Dua Lahan Terbakar

Dia memastikan pihaknya bersama personel Manggala Agni mencoba untuk mencari sisa-sisa bara api Karhutla yang masih ada dan coba untuk memadamkannya dengan peralatan seadanya. Hal itu dilakukan untuk memastikan tak ada lagi titik api di lokasi hotspot yang berpotensi kembali menyebar dan membakar area lain, yang dapat memicu terjadinya karhutla. (Sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/