alexametrics
25.6 C
Pontianak
Monday, May 16, 2022

Empat Infrastruktur Bakal Dikerjakan Tahun Ini

BENGKAYANG-Pandemi Covid-19 yang masih melanda sampai saat ini memberikan dampak yang sangat besar bagi pembangunan infrastruktur di Bengkayang. Terutama rencana pembangunan jalan maupun jembatan.  Hal tersebut dikarenakan anggaran pembangunan yang turut dipangkas untuk penanganan Covid-19.

Terkait hal tersebut, Sekretaris sekaligus Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkayang, Heri Fitriadi mengatakan pandemi memang cukup berdampak pada terhambatnya pembangunan yang sebelumnya telah direncanakan. Namun, kata dia, untuk tahun 2021 ini pihaknya mendapat kabar baik, lantaran Pemerintahpusat maupun pemkab Bengkayang sendiri memastikan tahun 2021 beberapa ruas jalan akan dibangun.

“Dapat kami sampaikan, di masa pandemi saat ini secara besaran anggaran terpangkas. Karena fokus penangan covid-19, baik pemerintah pusat dan daerah,” ucap Heri, Kamis(26/8).

Heri menjelaskan bahwa di tahun 2021 bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) setidaknya ada empat kegiatan pekerjaan. Dengan rincian, pertama untuk penanganan Jembatan ruas jalan Barasam Bombai, dengan bentang 40 kilo meter  dengan pagu dana kurang lebih 9 milyar rupiah, kontruksi rangka baja.

Baca Juga :  Pasi Teritorial dan Koordinator Lapangan Kodim 1202 Singkawang Imbau Warga Pakai Masker Cegah Penyebaran Virus Corona

Kemudian untuk penanganan jalan, ada di jalan panglima Libau membutuhkan anggaran sebesar Rp3,9 miliar. Selanjutnya, penanganan ruas jalan Sebujit – Tamong dengan besaran anggaran Rp9,3 miliar, dan pembangunan ruas jalan dari Kapot ke Batu Ampar sebesar Rp4,6 miliar. “Nah ini yang didanai oleh DAK di tahun 2021,” jelasnya.

Heri juga menyampaikan, anggaran yang berasal dari Dana Alokasi Umum ( DAU) sangatlah terbatas. Namun demikian, dia memastikan bahwasannya hal tersebut tetap menjadi tanggung jawab penanganan atau pembangunan jalan.

Hal itu, lanjutnya, dikarenakan di DAU tersebut dialokasikan untuk penanganan jalan Rangkang – Mamagan. Jalan tersebut menghubungkan akses jalan nasional menuju perkantoran. Pembangunan jalan butuh dana sekitar Rp5,6 miliar.

“Di DAU sendiri juga dialokasikan untuk penanganan jalan Sayung – Temu sebesar Rp2,6 miliar. Selanjutnya penanganan jalan Bukit Tinggi (Sebopet-Tampe) sebesar Rp4,5 miliar,” terangnya.

“Disamping itu juga ada penanganan jalan tetapi tidak terlalu besar penganggarannya karena melalui pokir (pokok-pokok pikiran dewan),” sambungnya.

Baca Juga :  Staf Ahli Men-LHK Kunjungi Pondok Belajar Hutan

Heri juga menyampaikan, proses pelelangan proyek atau tender sudah dilakukan bahkan sudah  kontrak untuk dana yang bersumber dari DAK (untuk empat paket pekerjaan). Sementara anggaran yang bersumber dari DAU akan dilakukan proses tender di Minggu depan.

Selain pembangunan jalan bersumber dari DAK dan DAU  yang akan dibangun kabupaten, Heri juga menyampaikan tahun 2021 beberapa ruas jalan provinsi yang akan dibangun. Seperti ruas jalan Singkawang- Bengkayang dengan anggaran sebesar Rp20Milyar. Pembangunan tersebut dengan mekanisme long segmen.

“Maksudnya tidak menerus. Misal dari Singkawang full ke Bengkayang. Tetapi melihat kondisi yang paling urgent atau rusak yang diprioritas penanganannya. Jadi nanti beberapa segmen,” jelasnya.

Selain itu ada juga penanganan jalan Sebalo- Suti Semarang- Batas Landak pekerjaan dilanjutkan untuk galian dan penimbunan serta pembentukan badan jalan.

“Jadi belum langsung pengerasan jalan, dinas PUPR provinsi prioritas memperbaiki geometrik jalan dulu, dengan besaran anggaran sebesar 6milyar rupiah. Selain itu, saat ini dalam proses lelang,” pungkasnya. (sig)

BENGKAYANG-Pandemi Covid-19 yang masih melanda sampai saat ini memberikan dampak yang sangat besar bagi pembangunan infrastruktur di Bengkayang. Terutama rencana pembangunan jalan maupun jembatan.  Hal tersebut dikarenakan anggaran pembangunan yang turut dipangkas untuk penanganan Covid-19.

Terkait hal tersebut, Sekretaris sekaligus Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkayang, Heri Fitriadi mengatakan pandemi memang cukup berdampak pada terhambatnya pembangunan yang sebelumnya telah direncanakan. Namun, kata dia, untuk tahun 2021 ini pihaknya mendapat kabar baik, lantaran Pemerintahpusat maupun pemkab Bengkayang sendiri memastikan tahun 2021 beberapa ruas jalan akan dibangun.

“Dapat kami sampaikan, di masa pandemi saat ini secara besaran anggaran terpangkas. Karena fokus penangan covid-19, baik pemerintah pusat dan daerah,” ucap Heri, Kamis(26/8).

Heri menjelaskan bahwa di tahun 2021 bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) setidaknya ada empat kegiatan pekerjaan. Dengan rincian, pertama untuk penanganan Jembatan ruas jalan Barasam Bombai, dengan bentang 40 kilo meter  dengan pagu dana kurang lebih 9 milyar rupiah, kontruksi rangka baja.

Baca Juga :  Aplikasi Appoa Versi II, Lacak Warga Asing

Kemudian untuk penanganan jalan, ada di jalan panglima Libau membutuhkan anggaran sebesar Rp3,9 miliar. Selanjutnya, penanganan ruas jalan Sebujit – Tamong dengan besaran anggaran Rp9,3 miliar, dan pembangunan ruas jalan dari Kapot ke Batu Ampar sebesar Rp4,6 miliar. “Nah ini yang didanai oleh DAK di tahun 2021,” jelasnya.

Heri juga menyampaikan, anggaran yang berasal dari Dana Alokasi Umum ( DAU) sangatlah terbatas. Namun demikian, dia memastikan bahwasannya hal tersebut tetap menjadi tanggung jawab penanganan atau pembangunan jalan.

Hal itu, lanjutnya, dikarenakan di DAU tersebut dialokasikan untuk penanganan jalan Rangkang – Mamagan. Jalan tersebut menghubungkan akses jalan nasional menuju perkantoran. Pembangunan jalan butuh dana sekitar Rp5,6 miliar.

“Di DAU sendiri juga dialokasikan untuk penanganan jalan Sayung – Temu sebesar Rp2,6 miliar. Selanjutnya penanganan jalan Bukit Tinggi (Sebopet-Tampe) sebesar Rp4,5 miliar,” terangnya.

“Disamping itu juga ada penanganan jalan tetapi tidak terlalu besar penganggarannya karena melalui pokir (pokok-pokok pikiran dewan),” sambungnya.

Baca Juga :  Staf Ahli Men-LHK Kunjungi Pondok Belajar Hutan

Heri juga menyampaikan, proses pelelangan proyek atau tender sudah dilakukan bahkan sudah  kontrak untuk dana yang bersumber dari DAK (untuk empat paket pekerjaan). Sementara anggaran yang bersumber dari DAU akan dilakukan proses tender di Minggu depan.

Selain pembangunan jalan bersumber dari DAK dan DAU  yang akan dibangun kabupaten, Heri juga menyampaikan tahun 2021 beberapa ruas jalan provinsi yang akan dibangun. Seperti ruas jalan Singkawang- Bengkayang dengan anggaran sebesar Rp20Milyar. Pembangunan tersebut dengan mekanisme long segmen.

“Maksudnya tidak menerus. Misal dari Singkawang full ke Bengkayang. Tetapi melihat kondisi yang paling urgent atau rusak yang diprioritas penanganannya. Jadi nanti beberapa segmen,” jelasnya.

Selain itu ada juga penanganan jalan Sebalo- Suti Semarang- Batas Landak pekerjaan dilanjutkan untuk galian dan penimbunan serta pembentukan badan jalan.

“Jadi belum langsung pengerasan jalan, dinas PUPR provinsi prioritas memperbaiki geometrik jalan dulu, dengan besaran anggaran sebesar 6milyar rupiah. Selain itu, saat ini dalam proses lelang,” pungkasnya. (sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/