alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Jari Wartawan Putus Dianiaya

SEORANG wartawan media lokal di Kabupaten Bengkayang menjadi korban penganiayaan oleh pengunjung kafe yang berada di kawasan Kelurahan Bumi Emas, Kecamatan Bengkayang. Kejadian itu berlangsung pada Sabtu (27/3) dini hari.

Alhasil, selain mengalami luka bekas pukulan, bagian jari manis sebelah kanan korban bernama Kurnadi tersebut juga sampai putus karena digigit pelaku pada kejadian penganiayaan tersebut.

Saat dikunjungi awak media, Kurnadi menjelaskan bahwa peristiwa penganiayaan yang dialaminya tersebut berawal saat ia mengingatkan pemilik kafe yang berada dekat dengan rumahnya untuk mengecilkan suara musik yang ada di kafe tersebut. Karena tidak juga dilaksanakan, Kurnadi sampai dua kali mendatangi kafe itu.

“Saya hanya minta dikecilkan suara musiknya. Karena juga tidak diindahkan dan melewati batas waktu yang saya minta, maka saya matikan stut listrik (KWH Meter) kafe itu,” jelasnya.

Setengah jam kemudian, pelaku penganiayaan yang tak terima kemudian mendatangi rumah Kurnadi bersama dengan rekan-rekannya. Sesaat kemudian, pelaku penganiayaan yang justru bukan pemilik kafe itu datang dengan marah-marah hingga cekcok terjadi, sebelum akhirnya terjadi penganiayaan.

Baca Juga :  Tak Terima Disenggol, Pengendara Motor Layangkan Bogem Ke Mulut Korban

Kurnadi menambahkan, kafe tersebut memang membuat resah masyarakat. Selain suara musiknya, jam operasionalnya juga hingga pukul empat pagi. “Saya matikan listriknya sekitar pukul dua pagi. Kalau pemiliknya keberatan kan pasti bertanya. Ini tiba-tiba selang setengah jam yang datang justru pelaku dan kawan-kawannya menyerang saya. Mereka orang luar, bukan pemilik kafe,” ujar Kurnadi.

Dalam kejadian tersebut, Kurnadi juga menyayangkan adanya oknum aparat yang datang bersama pelaku justru tidak melerai ketika terjadi penganiayaan. “Itu yang saya pertanyakan. Kalau dia datang mengamankan, harusnya melerai sehingga saya tidak celaka dan teraniaya,” tegasnya.

“Kita tidak pernah melarang orang untuk buka usaha, tapi tolong juga perhatikan lingkungan sekitar,” tutupnya.

Di waktu yang sama, Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang turut menjenguk Kurnadi. Menindaklanjuti peristiwa penganiayaan ini, Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal mengatakan bahwa Pemkab Bengkayang akan segera menertibkan operasional kafe atau tempat tempat hiburan malam (THM).

Baca Juga :  Polisi Limpahkan Anam dan Ahong, Dua Tersangka Kasus Penganiayaan ke Kejaksaan

“Kita akan mengecek jam operasional sekaligus izin kafe-kafe (THM). Apabila jam operasionalnya melebihi ketentuan maka akan kita ingatkan,” jelasnya saat diwawancarai usai menjenguk Kurnadi di RSUD Sebalo Bengkayang.

Rizal menegaskan tak akan segan menutup kafe tersebut jika tidak memenuhi aturan dan membuat resah masyarakat. “Kalau sudah semua persyaratan atau aturan dilanggar, saya pikir wajiblah kita tutup,” tegasnya.

Dia juga mengaku bahwa dirinya sudah banyak mendapatkan pengaduan dari masyarakat, bahwa ada operasional kafe yang meresahkan.

“Bukan kita melarang orang untuk berusaha, silakan berusaha tetapi jangan membuat intrik intrik yang tidak baik terhadap lingkungan masyarakat,” pangkasnya.

Sebagai informasi, saat ini Kurnadi sudah mendapatkan perawatan di RSUD Sebalo Bengkayang. Pihak keluarga juga sudah membuat laporan ke Polres Bengkayang untuk segera memproses pelaku penganiayaan tersebut. (sig)

SEORANG wartawan media lokal di Kabupaten Bengkayang menjadi korban penganiayaan oleh pengunjung kafe yang berada di kawasan Kelurahan Bumi Emas, Kecamatan Bengkayang. Kejadian itu berlangsung pada Sabtu (27/3) dini hari.

Alhasil, selain mengalami luka bekas pukulan, bagian jari manis sebelah kanan korban bernama Kurnadi tersebut juga sampai putus karena digigit pelaku pada kejadian penganiayaan tersebut.

Saat dikunjungi awak media, Kurnadi menjelaskan bahwa peristiwa penganiayaan yang dialaminya tersebut berawal saat ia mengingatkan pemilik kafe yang berada dekat dengan rumahnya untuk mengecilkan suara musik yang ada di kafe tersebut. Karena tidak juga dilaksanakan, Kurnadi sampai dua kali mendatangi kafe itu.

“Saya hanya minta dikecilkan suara musiknya. Karena juga tidak diindahkan dan melewati batas waktu yang saya minta, maka saya matikan stut listrik (KWH Meter) kafe itu,” jelasnya.

Setengah jam kemudian, pelaku penganiayaan yang tak terima kemudian mendatangi rumah Kurnadi bersama dengan rekan-rekannya. Sesaat kemudian, pelaku penganiayaan yang justru bukan pemilik kafe itu datang dengan marah-marah hingga cekcok terjadi, sebelum akhirnya terjadi penganiayaan.

Baca Juga :  Bupati Sampaikan Rancangan KUA/PPAS

Kurnadi menambahkan, kafe tersebut memang membuat resah masyarakat. Selain suara musiknya, jam operasionalnya juga hingga pukul empat pagi. “Saya matikan listriknya sekitar pukul dua pagi. Kalau pemiliknya keberatan kan pasti bertanya. Ini tiba-tiba selang setengah jam yang datang justru pelaku dan kawan-kawannya menyerang saya. Mereka orang luar, bukan pemilik kafe,” ujar Kurnadi.

Dalam kejadian tersebut, Kurnadi juga menyayangkan adanya oknum aparat yang datang bersama pelaku justru tidak melerai ketika terjadi penganiayaan. “Itu yang saya pertanyakan. Kalau dia datang mengamankan, harusnya melerai sehingga saya tidak celaka dan teraniaya,” tegasnya.

“Kita tidak pernah melarang orang untuk buka usaha, tapi tolong juga perhatikan lingkungan sekitar,” tutupnya.

Di waktu yang sama, Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang turut menjenguk Kurnadi. Menindaklanjuti peristiwa penganiayaan ini, Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal mengatakan bahwa Pemkab Bengkayang akan segera menertibkan operasional kafe atau tempat tempat hiburan malam (THM).

Baca Juga :  Berebut Tanah, Oknum Anggota DPRD Aniaya Warga

“Kita akan mengecek jam operasional sekaligus izin kafe-kafe (THM). Apabila jam operasionalnya melebihi ketentuan maka akan kita ingatkan,” jelasnya saat diwawancarai usai menjenguk Kurnadi di RSUD Sebalo Bengkayang.

Rizal menegaskan tak akan segan menutup kafe tersebut jika tidak memenuhi aturan dan membuat resah masyarakat. “Kalau sudah semua persyaratan atau aturan dilanggar, saya pikir wajiblah kita tutup,” tegasnya.

Dia juga mengaku bahwa dirinya sudah banyak mendapatkan pengaduan dari masyarakat, bahwa ada operasional kafe yang meresahkan.

“Bukan kita melarang orang untuk berusaha, silakan berusaha tetapi jangan membuat intrik intrik yang tidak baik terhadap lingkungan masyarakat,” pangkasnya.

Sebagai informasi, saat ini Kurnadi sudah mendapatkan perawatan di RSUD Sebalo Bengkayang. Pihak keluarga juga sudah membuat laporan ke Polres Bengkayang untuk segera memproses pelaku penganiayaan tersebut. (sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/