alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Kasus Narkoba di Bumi Sebalo Meningkat

BENGKAYANG – Kepolisian Resor (Polres) Bengkayang melangsungkan press conference hasil tangkapan narkoba periode Januari hingga Juni 2021 di wilayah hukum mereka, kemarin siang. Hal tersebut dilakukan berbarengan dengan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) yang diperingati setiap tanggal 26 Juni.

Memimpin jalannya press release, Wakapolres Bengkayang, Kompol Amin Siddiq mengungkapkan bahwa tren kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Bengkayang di semester pertama tahun 2021 ini cukup memprihatinkan. Sampai saat ini, setidaknya 19 perkara telah berhasil diusut oleh jajaran Polres Bengkayang melalui Sat Resnarkoba.

Hal tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa untuk kasus narkoba di Kabupaten Bengkayang cenderung mengalami kenaikan, apabila berkaca dari kasus yang terjadi pada enam bulan pertama di tahun sebelumnya (2020). “Dari 19 kasus atau perkara tersebut, kita juga turut mengamankan 21 tersangka,” kata Wakapolres. “Sementara untuk barang bukti yang berhasil kita amankan dari total perkara tersebut adalah 338 gram narkoba jenis sabu,” timpalnya.

Siddiq membeberkan bahwa dari 19 perkara tersebut, 12 diantaranya sudah selesai tahap penyidikan. Sementara tujuh perkara lainnya, sampai saat ini masih dalam tahap penyidikan lanjut.

Baca Juga :  Rutin Sambangi dan Patroli Wilayah Pesisir, Masyarakat Diminta Waspada

“Dan seperti diketahui bahwa 318 gram barang bukti yang berhasil kita amankan sebelumnya sudah dimusnahkan. Sementara sisanya ada yang kita serahkan ke pihak terkait untuk berbagai keperluan, khususnya uji lab,” ungkapnya.

Dilain sisi, Siddiq menjelaskan bahwa untuk aksi tindak pidana narkotika sendiri merupakan kejahatan yang masuk dalam kategori extraordinary crime. Selain itu, sambungnya, apabila berkaca dari kasus-kasus yang terjadi hingga saat ini, tindak kriminal narkoba kerap tak memandang usia dan dapat mempengaruhi masyarakat dari latar belakang apapun.

Hal itu dilontarkannya mengingar rerata usia pelaku penyalahgunaan narkoba ini yang rekatif berbeda-beda. Untuk di Kabupaten Bengkayang sendiri, katanya, dari 21 tersangka yang berhasil diamankan sampai saat ini rata-rata berada di usia 20 hingga 50 tahun.

Dimana mereka yang berhasil ditangkap merupakan kurir maupun pengedar barang haram tersebut (sabu). “Ini menjadi bukti bahwa narkoba ini bisa saja mempengaruhi siapapun dan umur berapapun,” ucapnya.

Terlebih, lanjutnya, Kabupaten Bengkayang sendiri merupakan daerah dengan keadaan geografis yang dikelilingi oleh perbukitan dan perairan yang luas. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan sarana dan prasarana yang tidak memadai.

Baca Juga :  Tangkap Pria saat di Mesin ATM, Polisi Temukan Paketan Sabu

“Dalam hal ini, kita juga sudah membangun jaringan dengan pihak desa-desa dan dusun-dusun yang ada. Hal ini dilakukan untuk membantu personel dalam hal memberikan informasi apabila masyarakat mengetahui dan melihat adanya aktivitas kriminal, terutama terkait peredaran narkoba di wilkum kita,” terangnya.

Mantan Wakapolres Kubu Raya tersebut juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberantas yang namanya narkoba. Karena menurutnya, barang haram tersebut tak hanya menjerumuskan, namun juga dapat merusak kehidupan.

Maka dari itu, dirinta meminta kepada seluruh masyarakat dari berbagai elemen untuk berperan aktif melawan yang namanya narkoba. Selain itu, dirinya meminta agar masyarakat tidak ragu untuk melapor apabila melihat maupun mengetahui terkait adanya tindak pidana narkotika.

“Jangan ragu apabila mengetahui, melihat, atau mendapati bahwa ada kejahatan narkoba di wilayah kita. Karena informasi sekecil apapun pasti sangat berarti untuk membantu kita dari kepolisian untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika,” pungkasnya. (Sig)

BENGKAYANG – Kepolisian Resor (Polres) Bengkayang melangsungkan press conference hasil tangkapan narkoba periode Januari hingga Juni 2021 di wilayah hukum mereka, kemarin siang. Hal tersebut dilakukan berbarengan dengan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) yang diperingati setiap tanggal 26 Juni.

Memimpin jalannya press release, Wakapolres Bengkayang, Kompol Amin Siddiq mengungkapkan bahwa tren kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Bengkayang di semester pertama tahun 2021 ini cukup memprihatinkan. Sampai saat ini, setidaknya 19 perkara telah berhasil diusut oleh jajaran Polres Bengkayang melalui Sat Resnarkoba.

Hal tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa untuk kasus narkoba di Kabupaten Bengkayang cenderung mengalami kenaikan, apabila berkaca dari kasus yang terjadi pada enam bulan pertama di tahun sebelumnya (2020). “Dari 19 kasus atau perkara tersebut, kita juga turut mengamankan 21 tersangka,” kata Wakapolres. “Sementara untuk barang bukti yang berhasil kita amankan dari total perkara tersebut adalah 338 gram narkoba jenis sabu,” timpalnya.

Siddiq membeberkan bahwa dari 19 perkara tersebut, 12 diantaranya sudah selesai tahap penyidikan. Sementara tujuh perkara lainnya, sampai saat ini masih dalam tahap penyidikan lanjut.

Baca Juga :  Tindakan yang Berlawanan dengan Pancasila

“Dan seperti diketahui bahwa 318 gram barang bukti yang berhasil kita amankan sebelumnya sudah dimusnahkan. Sementara sisanya ada yang kita serahkan ke pihak terkait untuk berbagai keperluan, khususnya uji lab,” ungkapnya.

Dilain sisi, Siddiq menjelaskan bahwa untuk aksi tindak pidana narkotika sendiri merupakan kejahatan yang masuk dalam kategori extraordinary crime. Selain itu, sambungnya, apabila berkaca dari kasus-kasus yang terjadi hingga saat ini, tindak kriminal narkoba kerap tak memandang usia dan dapat mempengaruhi masyarakat dari latar belakang apapun.

Hal itu dilontarkannya mengingar rerata usia pelaku penyalahgunaan narkoba ini yang rekatif berbeda-beda. Untuk di Kabupaten Bengkayang sendiri, katanya, dari 21 tersangka yang berhasil diamankan sampai saat ini rata-rata berada di usia 20 hingga 50 tahun.

Dimana mereka yang berhasil ditangkap merupakan kurir maupun pengedar barang haram tersebut (sabu). “Ini menjadi bukti bahwa narkoba ini bisa saja mempengaruhi siapapun dan umur berapapun,” ucapnya.

Terlebih, lanjutnya, Kabupaten Bengkayang sendiri merupakan daerah dengan keadaan geografis yang dikelilingi oleh perbukitan dan perairan yang luas. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan sarana dan prasarana yang tidak memadai.

Baca Juga :  Seleksi Penerimaan Guru PPPK Dimulai

“Dalam hal ini, kita juga sudah membangun jaringan dengan pihak desa-desa dan dusun-dusun yang ada. Hal ini dilakukan untuk membantu personel dalam hal memberikan informasi apabila masyarakat mengetahui dan melihat adanya aktivitas kriminal, terutama terkait peredaran narkoba di wilkum kita,” terangnya.

Mantan Wakapolres Kubu Raya tersebut juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberantas yang namanya narkoba. Karena menurutnya, barang haram tersebut tak hanya menjerumuskan, namun juga dapat merusak kehidupan.

Maka dari itu, dirinta meminta kepada seluruh masyarakat dari berbagai elemen untuk berperan aktif melawan yang namanya narkoba. Selain itu, dirinya meminta agar masyarakat tidak ragu untuk melapor apabila melihat maupun mengetahui terkait adanya tindak pidana narkotika.

“Jangan ragu apabila mengetahui, melihat, atau mendapati bahwa ada kejahatan narkoba di wilayah kita. Karena informasi sekecil apapun pasti sangat berarti untuk membantu kita dari kepolisian untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika,” pungkasnya. (Sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/