alexametrics
32.8 C
Pontianak
Tuesday, May 24, 2022

Warga Sesalkan SDN 22 Pengok Berhenti Beroperasi

SELUAS – Masyarakat di Desa Sahan, Kecamatan Seluas, mempertanyakan nasib bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri 22 Pengok, yang diketahui telah lama tak difungsikan dengan  sebagaimana mestinya. Terlebih saat ini, kondisi gedung sekolah yang mulai memprihatinkan lantaran  berangsur rusak, karena faktor alam dan halaman sekitar sekolah mulai ditumbuhi rumput liar yang bahkan sudah hampir menyamai tinggi atap gedung sekolah.

Berdasarkan pengakuan salah satu warga sekitar, Lamli yang mengaku bahwa sekolah tersebut sudah terlampau lama tidak digunakan dan tak mendapat perhatian, terutama untuk perawatan. Dia juga memperlihatkan kondisi fasilitas bangunan sekolah yang sudah mulai rusak lantaran tak pernah difungsikan maupun dirawat.

“Sudah lama tak dipakai sebagai tempat belajar mengajar (bangunan SD Negeri 22 Pengok, Red),” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (27/7).

Dirinya juga menjelaskan bahwa bangunan tersebut memang semula sempat berfungsi dengan baik, terutama untut aktivitas belajar mengajar pada umumnya. Namun, sambungnya, kondisi terebut tak bertahan lama hingga akhirnya kegiatan belajar mengajar benar-benar dihentikan.

Baca Juga :  Tangkal Hoaks dan Paham Radikalisme

“Memang sempat berfungsi, namun tak berjalan lama sampai akhirnya kondisinya seperti sekarang ini,” jelas pria yang juga merupakan orang tua salah satu murid di SD Negeri 22 Pengok tersebut.

Di lain sisi, wali murid lainnya, yakni Silvanus Akom mengaku bahwa seiring dihentikannya aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 22 Pengok sendiri menjadi beban tersendiri bagi mereka. Khususnya, dia menambahkan, buat anak-anak yang membutuhkan pendidikan sekolah dasar.

Menurutnya, saat masih berfungsi dengan baik, SD Negeri 22 Pengok sangat membantu anak-anak di sekitar desa Sahan, khususnya di Dusun Malo. Hal tersebut dilontarkannya mengingat letak gedung SD Negeri 22 Pengok yak tak jauh dari pemukiman warga di Dusun Malo tersebut.

Baca Juga :  Tiga Instansi Raih Capaian Terbaik

“Jadi karena tak lagi berfungsi, anak-anak terpaksa harus sekolah dengan jarak yang jauh ke sekolah induk. Tentunya hal tersebut memakan waktu dan tenaga ekstra,” ungkapnya.

Dirinya turut menyesalkan bangunan SD Negeri 22 Pengok yang saat ini sudah mulai habis dimakan alam, karena dibiarkan dalam waktu yang lama. Padahal, lanjutnya, sarana maupun fasilitas di sekolah tersebut, seperti bangku dan meja untuk belajar siswa dibuat sendiri oleh masyarakat sekitar secara swadaya.

“Tentunya kita masih sangat berharap agar sekolah SD Negeri 22 Pengok bisa kembali difungsikan dengan sebagaimana mestinya, sehingga anak-anak kita tidak perlu jauh-jauh lagi pergi ke sekolah induk,” pungkasnya. (Sig)

SELUAS – Masyarakat di Desa Sahan, Kecamatan Seluas, mempertanyakan nasib bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri 22 Pengok, yang diketahui telah lama tak difungsikan dengan  sebagaimana mestinya. Terlebih saat ini, kondisi gedung sekolah yang mulai memprihatinkan lantaran  berangsur rusak, karena faktor alam dan halaman sekitar sekolah mulai ditumbuhi rumput liar yang bahkan sudah hampir menyamai tinggi atap gedung sekolah.

Berdasarkan pengakuan salah satu warga sekitar, Lamli yang mengaku bahwa sekolah tersebut sudah terlampau lama tidak digunakan dan tak mendapat perhatian, terutama untuk perawatan. Dia juga memperlihatkan kondisi fasilitas bangunan sekolah yang sudah mulai rusak lantaran tak pernah difungsikan maupun dirawat.

“Sudah lama tak dipakai sebagai tempat belajar mengajar (bangunan SD Negeri 22 Pengok, Red),” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (27/7).

Dirinya juga menjelaskan bahwa bangunan tersebut memang semula sempat berfungsi dengan baik, terutama untut aktivitas belajar mengajar pada umumnya. Namun, sambungnya, kondisi terebut tak bertahan lama hingga akhirnya kegiatan belajar mengajar benar-benar dihentikan.

Baca Juga :  Tiga Instansi Raih Capaian Terbaik

“Memang sempat berfungsi, namun tak berjalan lama sampai akhirnya kondisinya seperti sekarang ini,” jelas pria yang juga merupakan orang tua salah satu murid di SD Negeri 22 Pengok tersebut.

Di lain sisi, wali murid lainnya, yakni Silvanus Akom mengaku bahwa seiring dihentikannya aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 22 Pengok sendiri menjadi beban tersendiri bagi mereka. Khususnya, dia menambahkan, buat anak-anak yang membutuhkan pendidikan sekolah dasar.

Menurutnya, saat masih berfungsi dengan baik, SD Negeri 22 Pengok sangat membantu anak-anak di sekitar desa Sahan, khususnya di Dusun Malo. Hal tersebut dilontarkannya mengingat letak gedung SD Negeri 22 Pengok yak tak jauh dari pemukiman warga di Dusun Malo tersebut.

Baca Juga :  Antisipasi LAKA Tandai Jalan Rusak

“Jadi karena tak lagi berfungsi, anak-anak terpaksa harus sekolah dengan jarak yang jauh ke sekolah induk. Tentunya hal tersebut memakan waktu dan tenaga ekstra,” ungkapnya.

Dirinya turut menyesalkan bangunan SD Negeri 22 Pengok yang saat ini sudah mulai habis dimakan alam, karena dibiarkan dalam waktu yang lama. Padahal, lanjutnya, sarana maupun fasilitas di sekolah tersebut, seperti bangku dan meja untuk belajar siswa dibuat sendiri oleh masyarakat sekitar secara swadaya.

“Tentunya kita masih sangat berharap agar sekolah SD Negeri 22 Pengok bisa kembali difungsikan dengan sebagaimana mestinya, sehingga anak-anak kita tidak perlu jauh-jauh lagi pergi ke sekolah induk,” pungkasnya. (Sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/