alexametrics
33 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Pastikan Bengkayang Siap Ikuti Instruksi PPKM Mikro

BENGKAYANG – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menerapkan status PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat)  Mikro diseluruh 14 Kabupaten/Kota se-Kalbar. Keputusan tersebut dikeluarkan langsung Gubernur Kalbar berdasarkan intruksi Mendagri Nomor 9 Tahun 2021. Sementara untuk tenggat pelaksanaannya, PPKM Mikro untuk wilayah Kalbar mulai berlaku sejak 20 April hingga 3 Mei 2021 mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Sebastianus Darwis memastikan Bengkayang siap mengikuti intruksi terkait pemberlakuan PPKM skala Mikro tersebut. Darwis mengatakan bahwa sebelumnya Pemkab Bengkayang juga telah mengeluarkan surat edaran terkait hal tersebut (PPKM) ke tiap-tiap desa.

“Tentunya untuk daerah-daerah yang dinyatakan desanya zona merah, maka langsung kita nyatakan zona merah. Kita juga akan membatasai alur keluar masuk ke situ (desa zona merah),” katanya saat diwawancarai, Rabu (28/4).

Apabila memang ada daerah yang masuk kategori zona merah nantinya, dirinya memastikan pihaknya akan siap untuk melakukan tracking. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan daerah yang terkonfirmasi. Seperti misalnya di Kecamatan Samalantan, Desa Samalantan. “Ini (PPKM) penting juga kita lakukan agar wabah ini (Covid-19) tidak semakin meluas. Maka dari itu, kita yang harus kita lakukan adalah memutus matarantainya,” ujarnya.

Baca Juga :  Sosialisasi Peraturan Lalin dan Wajib Prokes

Sementara terkait pemberlakuan PPKM yang mulai berlangsung ini, Darwis mengungkapkan pihaknya akan kembali mengaktifkan posko-posko komando ditiap-tiap perbatasan antar Kabupaten dan Kota ke wilayah Bengkayang. Tentunya, kata dia, dalam hak ini pihaknya siap menggunakan anggaran recofusing untuk dimanfaatkan dalam rangka memutus matarantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Bengkayang.

“Karena kita berbatasan langsung ke Kota Singkawang, Kabupaten Landak, Kabupaten Sambas. Ini yang tentunya harus diperketat. Jadi kita tahu setiap yang datang ke Bengkayang itu datang dari mana, asal mana, tujuannya apa. Dan tentunya setiap yang masuk tetap harus kita tracking,” terangnya.

Disamping itu, Darwis juga mengatakan bahwa sisa dana recofusing yang tersisa dalam waktu dekat akan dipergunakan untuk membeli alat pendeteksi Covid-19. “Seperti GeNose yang nantinya bisa kita gunakan. Begitu pula pendeteksi lain seperti Antigen, serta chip untuk melakukan PCR yang kita targetkan bisa lakukan paling tidak untuk mengetes delapan orang dalam sehari,” terangnya.

Baca Juga :  Cegah Laka di Wilayah Perairan

Lebih jauh, dia juga mengajak seluruh elemen, khususnya tim gugus tugas tingkat Kecamatan hingga desa untuk bersinergi. Terutama untuk tak segan memberitahukan apabila ada desa atau wilayah yang masuk kategori darurat Covid-19. “Jadi kalau memang ada harus diberitahukan agar kita bisa mengambil langkah cepat. Terutama apabila daerah itu masuk zona merah yang berarti bahaya dan tak boleh dikunjungi,” tutupnya. (Sig)

BENGKAYANG – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menerapkan status PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat)  Mikro diseluruh 14 Kabupaten/Kota se-Kalbar. Keputusan tersebut dikeluarkan langsung Gubernur Kalbar berdasarkan intruksi Mendagri Nomor 9 Tahun 2021. Sementara untuk tenggat pelaksanaannya, PPKM Mikro untuk wilayah Kalbar mulai berlaku sejak 20 April hingga 3 Mei 2021 mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Sebastianus Darwis memastikan Bengkayang siap mengikuti intruksi terkait pemberlakuan PPKM skala Mikro tersebut. Darwis mengatakan bahwa sebelumnya Pemkab Bengkayang juga telah mengeluarkan surat edaran terkait hal tersebut (PPKM) ke tiap-tiap desa.

“Tentunya untuk daerah-daerah yang dinyatakan desanya zona merah, maka langsung kita nyatakan zona merah. Kita juga akan membatasai alur keluar masuk ke situ (desa zona merah),” katanya saat diwawancarai, Rabu (28/4).

Apabila memang ada daerah yang masuk kategori zona merah nantinya, dirinya memastikan pihaknya akan siap untuk melakukan tracking. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan daerah yang terkonfirmasi. Seperti misalnya di Kecamatan Samalantan, Desa Samalantan. “Ini (PPKM) penting juga kita lakukan agar wabah ini (Covid-19) tidak semakin meluas. Maka dari itu, kita yang harus kita lakukan adalah memutus matarantainya,” ujarnya.

Baca Juga :  PPKM Mikro Tetap Lanjut

Sementara terkait pemberlakuan PPKM yang mulai berlangsung ini, Darwis mengungkapkan pihaknya akan kembali mengaktifkan posko-posko komando ditiap-tiap perbatasan antar Kabupaten dan Kota ke wilayah Bengkayang. Tentunya, kata dia, dalam hak ini pihaknya siap menggunakan anggaran recofusing untuk dimanfaatkan dalam rangka memutus matarantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Bengkayang.

“Karena kita berbatasan langsung ke Kota Singkawang, Kabupaten Landak, Kabupaten Sambas. Ini yang tentunya harus diperketat. Jadi kita tahu setiap yang datang ke Bengkayang itu datang dari mana, asal mana, tujuannya apa. Dan tentunya setiap yang masuk tetap harus kita tracking,” terangnya.

Disamping itu, Darwis juga mengatakan bahwa sisa dana recofusing yang tersisa dalam waktu dekat akan dipergunakan untuk membeli alat pendeteksi Covid-19. “Seperti GeNose yang nantinya bisa kita gunakan. Begitu pula pendeteksi lain seperti Antigen, serta chip untuk melakukan PCR yang kita targetkan bisa lakukan paling tidak untuk mengetes delapan orang dalam sehari,” terangnya.

Baca Juga :  Politisi Golkar Usulkan PPKM Darurat di Zona Merah

Lebih jauh, dia juga mengajak seluruh elemen, khususnya tim gugus tugas tingkat Kecamatan hingga desa untuk bersinergi. Terutama untuk tak segan memberitahukan apabila ada desa atau wilayah yang masuk kategori darurat Covid-19. “Jadi kalau memang ada harus diberitahukan agar kita bisa mengambil langkah cepat. Terutama apabila daerah itu masuk zona merah yang berarti bahaya dan tak boleh dikunjungi,” tutupnya. (Sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/