alexametrics
30 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Dampak La Nina Masih Menghantui, Masyarakat Diminta Terus Waspada

BENGKAYANG– Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Dari pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang, cuaca ekstrem sendiri diprediksi masih bisa terjadi dalam rentang waktu dekat hingga Januari 2021.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Bengkayang, Damianus yang menyebut bahwa kondisi tersebut merupakan dampak badai la nina yang terjadi di Indonesia. Termasuk di Kabupaten Bengkayang.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa salah satu dampak yang baru-baru ini diakibatkan dari badai la nina sendiri adalah terjadinya hujan dengan intensitas tinggi dan berpotensi disertai angin kencang. Maka dari itu, ia meminta masyarakat untuk waspada.

“Untuk kita memang ada potensi untuk batingsor (banjir, puting beliung, tanah longsor,” ujarnya, Senin (28/12). “Kita terus lakukan pantauan rutin dengan pihak BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) dan diketahui dampak dari la nina tersebut bisa berlangsung hingga Januari 2021. Maka dari itu, kita mengimbau masyarakat untuk terus waspada,” imbaunya.

Baca Juga :  Jalan Paralel Penghubung Jagoi-Siding Dalam Tahap Perbaikan

Di sisi lain, Damianus memastikan bahwa untuk bencana batingsor tersebut berpotensi terjadi secara merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Bengkayang. “Untuk potensi merata,  baik di daerah pesisir, pegunungan, maupun pesisir pantai,” tutupnya.

Sebelumnya, Pj Bupati Bengkayang, Yohanes Budiman juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan bencana alam yang mungkin melanda. Hal tersebut dikatakan Yohanes setelah melihat adanya potensi yang cukup tinggi terjadi Batingsor di Kabupaten Bengkayang.

Dia juga mewanti-wanti masyarakat pesisir pantai, seperti wilayah Kecamatan Sungai Raya Kepulauan untuk terus waspada, terutama nelayan ketika hendak pergi melaut. Begitu pula masyarakat yang tinggal di daerah daratan untuk waspada potensi longsor.

Baca Juga :  Ratusan Hektar Lahan Pertanian dan Perkebunan di Sekadau Terendam Banjir

“Ini harus diwaspadai dan dalam hal ini saya sudah memerintahkan kepada OPD yang bertugas menangani masalah tersebut secara operasional, khususnya BPBD Bengkayang untuk selalu monitor serta mempersiapkan berbagai langkah-langkah awal apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” terangnya.

Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa hal terkait potensi terjadinya bencana untuk saat ini dirasa perlu untuk disampaikan kepada masyaakat. Mengingat setelah upaya deteksi dini yang telah dilakukan belakangan ini secara rutin, dan dari pantauan yang dilakukan bisa disimpulkan bahwa memang ada potensi untuk terjadi bencana alam di Bumi Sebalo.

“Seperti yang kita ketahui bahwa memang beberapa waktu lalu ada kejadian seperti pohon tumbang, longsor dan sebagainya di Kabupaten Bengkayang. Namun puji tuhan kita bisa atasi. Meski demikian langkah kewaspadaan harus tetap dilakukan,” pungkasnya. (sig)

BENGKAYANG– Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Dari pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang, cuaca ekstrem sendiri diprediksi masih bisa terjadi dalam rentang waktu dekat hingga Januari 2021.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Bengkayang, Damianus yang menyebut bahwa kondisi tersebut merupakan dampak badai la nina yang terjadi di Indonesia. Termasuk di Kabupaten Bengkayang.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa salah satu dampak yang baru-baru ini diakibatkan dari badai la nina sendiri adalah terjadinya hujan dengan intensitas tinggi dan berpotensi disertai angin kencang. Maka dari itu, ia meminta masyarakat untuk waspada.

“Untuk kita memang ada potensi untuk batingsor (banjir, puting beliung, tanah longsor,” ujarnya, Senin (28/12). “Kita terus lakukan pantauan rutin dengan pihak BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) dan diketahui dampak dari la nina tersebut bisa berlangsung hingga Januari 2021. Maka dari itu, kita mengimbau masyarakat untuk terus waspada,” imbaunya.

Baca Juga :  Banjir Datang Lagi, Waspada Leptospirosis dan Hipotermia

Di sisi lain, Damianus memastikan bahwa untuk bencana batingsor tersebut berpotensi terjadi secara merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Bengkayang. “Untuk potensi merata,  baik di daerah pesisir, pegunungan, maupun pesisir pantai,” tutupnya.

Sebelumnya, Pj Bupati Bengkayang, Yohanes Budiman juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan bencana alam yang mungkin melanda. Hal tersebut dikatakan Yohanes setelah melihat adanya potensi yang cukup tinggi terjadi Batingsor di Kabupaten Bengkayang.

Dia juga mewanti-wanti masyarakat pesisir pantai, seperti wilayah Kecamatan Sungai Raya Kepulauan untuk terus waspada, terutama nelayan ketika hendak pergi melaut. Begitu pula masyarakat yang tinggal di daerah daratan untuk waspada potensi longsor.

Baca Juga :  Terus Gencarkan Sosialisasi Prokes

“Ini harus diwaspadai dan dalam hal ini saya sudah memerintahkan kepada OPD yang bertugas menangani masalah tersebut secara operasional, khususnya BPBD Bengkayang untuk selalu monitor serta mempersiapkan berbagai langkah-langkah awal apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” terangnya.

Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa hal terkait potensi terjadinya bencana untuk saat ini dirasa perlu untuk disampaikan kepada masyaakat. Mengingat setelah upaya deteksi dini yang telah dilakukan belakangan ini secara rutin, dan dari pantauan yang dilakukan bisa disimpulkan bahwa memang ada potensi untuk terjadi bencana alam di Bumi Sebalo.

“Seperti yang kita ketahui bahwa memang beberapa waktu lalu ada kejadian seperti pohon tumbang, longsor dan sebagainya di Kabupaten Bengkayang. Namun puji tuhan kita bisa atasi. Meski demikian langkah kewaspadaan harus tetap dilakukan,” pungkasnya. (sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/