alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, July 7, 2022

Dukung Gunung Bawang Jadi Wilayah Konservasi Orangutan

BENGKAYANG – Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) dan International Animal Rescue (IAR) melakukan audiensi dengan Bupati Bengkayang, Senin (29/3) sore. Kedatangan YIARI ke Bumi Sebalo adalah untuk menindaklanjuti  perjanjian kerja sama antara Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat dengan YIARI atau International Animal Rescue (IAR) dengan Nomor : 003/PK/YIARI-KTG/VI/2021 tentang Perlindungan Orangutan dan Satwa Liar lainnya serta Habitatnya di Provinsi Kalbar.

Hadir pada kegiatan kali ini Marius Marsellus,TJ, Argitoe Ranting, F Wendi Tamariska, Tri Giyat Desantoro, Yakobus dan Yoris dari YIARI, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata I Made Putra Negara, Asisten II Dody Waluyo, Perwakilan Bappeda Agustinus Syawal dan sejumlah undangan lainnya

Kepala Program YIARI Kalbar, Argitoe dalam rapat mengungkapkan hasil survei yang telah dilakukan mengenai sarang orangutan di Hutan Lindung Gunung Bawang, Kabupaten Bengkayang, selama 24 Februari – 10 Maret 2021.

“Adapun hasil survei menunjukkan bahwa sebaran orangutan berpusat pada wilayah utara hutan Lindung Gunung Bawang dengan perjumpaan sarang orangutan yang berada di antara Dusun Molo, Desa Seren Selimbau, Kecamatan Lumar dan Dusun Bekuan, Desa Lembah Bawang, Kecamatan Lembah Bawang,” katanya.

Baca Juga :  Taat Aturan Lalu Lintas

Sementara itu, Pemerhati Lingkungan IAR, F.Wendi Tamariska menilai selama ini lembaga yang bergerak di Bidang Lingkungan di Bengkayang kurang perhatian. Dia meminta agar semua pihak peduli terhadap konservasi alam, serta perlindungan orangutan di Gunung Bawang.

“ IAR diberikan keleluasaan kerja di Wilayah Seluruh Indonesia. IAR berjuang di Bengkayang agar tahu ternyata populasi orangutan ada. Ini yang harus dijaga dan lindungi. Untuk saat ini, IAR memiliki wilayah kerja di beberapa daerah di Kalbar seperti Ketapang dan Melawi. Saat ini hadir juga di Bengkayang,” jelasnya.

Di samping itu, dia juga turut mengapresiasi Komitmen Pemkab Bengkayang yang menerima dan mendukung keberadaan IAR. Dia mengungkapkan bahwa IAR berkomitmen terhadap tugas dan tanggung jawab untuk upaya pelestarian alam, bukan saja orangutan tetapi juga satwa yang dilindungi lainnya.

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis menyatakan pihaknya mendukung penuh upaya IAR Indonesia dalam membangun Konservasi Hutan Lindung Orangutan di Gunung Bawang. Darwis menilai, wilayah konservasi ini sangat perlu dilakukan mengingat hewan tersebut adalah satwa langka.

Baca Juga :  Jalan Paralel Penghubung Jagoi-Siding Dalam Tahap Perbaikan

“Pemerintah mendukung penuh terkait ini, dan mengapresiasi IAR telah menemukan habitat orangutan. Apalagi dugaan sementara itu adalah habitat terakhir,”ucap Darwis.

Darwis menginginkan, di Lembah Gunung Bawang nantinya akan dijadikan pusat pemeliharaan dan pengembangan penelitian orangutan serta tempat rehabilitasi orangutan.

“Saya juga mau jadikan situs sejarah, banyak tanaman hutan yang langka di sana. Gunung Bawang banyak sejarahnya bagi masyarakat Dayak khususnya,”ujar dia.

Mengenai konservasi yang akan dilakukan oleh pihak IAR, ia akan menyelidiki lokasi. Sebab ada kegiatan perusahaan sawit di sekitar lokasi. Ia mengimbau pihak perusahaan tidak melakukan perluasan lahan di kaki Gunung Bawang agar tidak menggangu habibat orangutan.

“Ya, akan kita cek nanti di lokasi. Semoga ini terlaksana dengan baik, dan Kabupaten Bengkayang dikenal dengan berbagai macam objek wisata,” pungkasnya. (sig)

BENGKAYANG – Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) dan International Animal Rescue (IAR) melakukan audiensi dengan Bupati Bengkayang, Senin (29/3) sore. Kedatangan YIARI ke Bumi Sebalo adalah untuk menindaklanjuti  perjanjian kerja sama antara Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat dengan YIARI atau International Animal Rescue (IAR) dengan Nomor : 003/PK/YIARI-KTG/VI/2021 tentang Perlindungan Orangutan dan Satwa Liar lainnya serta Habitatnya di Provinsi Kalbar.

Hadir pada kegiatan kali ini Marius Marsellus,TJ, Argitoe Ranting, F Wendi Tamariska, Tri Giyat Desantoro, Yakobus dan Yoris dari YIARI, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata I Made Putra Negara, Asisten II Dody Waluyo, Perwakilan Bappeda Agustinus Syawal dan sejumlah undangan lainnya

Kepala Program YIARI Kalbar, Argitoe dalam rapat mengungkapkan hasil survei yang telah dilakukan mengenai sarang orangutan di Hutan Lindung Gunung Bawang, Kabupaten Bengkayang, selama 24 Februari – 10 Maret 2021.

“Adapun hasil survei menunjukkan bahwa sebaran orangutan berpusat pada wilayah utara hutan Lindung Gunung Bawang dengan perjumpaan sarang orangutan yang berada di antara Dusun Molo, Desa Seren Selimbau, Kecamatan Lumar dan Dusun Bekuan, Desa Lembah Bawang, Kecamatan Lembah Bawang,” katanya.

Baca Juga :  Kawal Distribusi Bantuan Beras

Sementara itu, Pemerhati Lingkungan IAR, F.Wendi Tamariska menilai selama ini lembaga yang bergerak di Bidang Lingkungan di Bengkayang kurang perhatian. Dia meminta agar semua pihak peduli terhadap konservasi alam, serta perlindungan orangutan di Gunung Bawang.

“ IAR diberikan keleluasaan kerja di Wilayah Seluruh Indonesia. IAR berjuang di Bengkayang agar tahu ternyata populasi orangutan ada. Ini yang harus dijaga dan lindungi. Untuk saat ini, IAR memiliki wilayah kerja di beberapa daerah di Kalbar seperti Ketapang dan Melawi. Saat ini hadir juga di Bengkayang,” jelasnya.

Di samping itu, dia juga turut mengapresiasi Komitmen Pemkab Bengkayang yang menerima dan mendukung keberadaan IAR. Dia mengungkapkan bahwa IAR berkomitmen terhadap tugas dan tanggung jawab untuk upaya pelestarian alam, bukan saja orangutan tetapi juga satwa yang dilindungi lainnya.

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis menyatakan pihaknya mendukung penuh upaya IAR Indonesia dalam membangun Konservasi Hutan Lindung Orangutan di Gunung Bawang. Darwis menilai, wilayah konservasi ini sangat perlu dilakukan mengingat hewan tersebut adalah satwa langka.

Baca Juga :  Dansatgas TMMD Reg 108 Beserta Rombongan Dampingi Team Kesehatan

“Pemerintah mendukung penuh terkait ini, dan mengapresiasi IAR telah menemukan habitat orangutan. Apalagi dugaan sementara itu adalah habitat terakhir,”ucap Darwis.

Darwis menginginkan, di Lembah Gunung Bawang nantinya akan dijadikan pusat pemeliharaan dan pengembangan penelitian orangutan serta tempat rehabilitasi orangutan.

“Saya juga mau jadikan situs sejarah, banyak tanaman hutan yang langka di sana. Gunung Bawang banyak sejarahnya bagi masyarakat Dayak khususnya,”ujar dia.

Mengenai konservasi yang akan dilakukan oleh pihak IAR, ia akan menyelidiki lokasi. Sebab ada kegiatan perusahaan sawit di sekitar lokasi. Ia mengimbau pihak perusahaan tidak melakukan perluasan lahan di kaki Gunung Bawang agar tidak menggangu habibat orangutan.

“Ya, akan kita cek nanti di lokasi. Semoga ini terlaksana dengan baik, dan Kabupaten Bengkayang dikenal dengan berbagai macam objek wisata,” pungkasnya. (sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/