alexametrics
33.9 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Kantor PDAM Bengkayang Diamuk si Jago Merah

BENGKAYANG – Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bengkayang ludes terbakar, Senin (29/3) sekitar pukul 10.15 WIB. Kejadian nahas tersebut berlangsung saat kantor tengah beroperasional. Tim Pemadam Kebakaran membutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk menjinakkan si jago merah. Tak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Namun, Direktur PDAM Bengkayang, Wardi mengungkapkan bahwa berkas-berkas (arsip) ataupun aksesori  di Kantor PDAM  tidak ada yang sempat diselamatkan.

“Semua tidak terselamatkan, kecuali tas dan laptop saya. Itu pun tadi saya sedang persiapan assessment diklat manajemen air minum (pengadaan dari pusat), saya tengah belajar. Ketika itu saya dengar dari luar, posisi saya di dalam ruangan, ada teriakan kebakaran. Saya spontan keluar bawa yang bisa saya bawa,” terang Wardi saat diwawancarai.

Wardi juga menyatakan, untuk saat ini  pelayanan langsung di loket dihentikan sementara. Ia menyarankan pelanggan untuk bisa membayar tagihan air lewat mitra kerja PDAM. Bisa lewat via pos giro, Bank Kalbar Mobile,  CU Semarong, dan CU Pancur Kasih.

Baca Juga :  Dukung Peningkatan Kinerja UMKM di Era New Normal, PLN Kalbar Gelar Pelatihan

“Sementara pelanggan bisa bayar tagihan air lewat mitra kita. Puji Tuhan untuk data pelanggan masih aman,” ucapnya.

Untuk saat ini, Wardi menerangkan belum bisa menafsirkan jumlah kerugian yang dialami PDAM. Pihaknya menyerahkan hal tersebut kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan dan perhitungan.

“Nanti itu pihak kepolisian dan pemkab mungkin hasilnya setelah dihitung akan kita sampaikan,” jelasnya. Di sisi lain, Wardi juga mengungkapkan bahwa saat ini belum bisa dipastikan penyebab kebakaran. Ia juga menyampaikan terima kasih atas bantuan semua pihak yang memadamkan api, damkar dan juga pihak kepolisian.

“Atas kejadian tersebut, kami memohonan maaf khususnya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang, selaku pemegang saham. Pasalnya, kejadian ini tidak dapat dikendali, dan begitu cepat,” ungkapnya.

Baca Juga :  5 Rumah Dibabat Si Jago Merah

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bengkayang, AKP Antonius Trias Kuncorojati yang turut hadir di TKP saat kebakaran tersebut terjadi memastikan bahwa personel Polres Bengkayang langsung melakukan olah TKP dengan memasang garis polisi. Hal itu dilakukan sebagai tanda bahwa lokasi tersebut berada dalam penyelidikan polisi untuk mengetahui pasti penyebab terjadinya kebakaran.

Hingga saat ini pihaknya masih melakukan identifikasi di lokasi kebakaran. Untuk faktor penyebab, sejauh ini belum bisa dipastikan dari mana api berasal. Meski demikian, dari keterangan saksi-saksi, diduga kebakaran terjadi akibat korsleting listrik.

“Tadi dari saksi yang juga karyawan PDAM bahwa listrik di kantor sempat mati hidup. Tidak lama keluar asap dan api langsung membesar,” tutupnya. (sig)

BENGKAYANG – Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bengkayang ludes terbakar, Senin (29/3) sekitar pukul 10.15 WIB. Kejadian nahas tersebut berlangsung saat kantor tengah beroperasional. Tim Pemadam Kebakaran membutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk menjinakkan si jago merah. Tak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Namun, Direktur PDAM Bengkayang, Wardi mengungkapkan bahwa berkas-berkas (arsip) ataupun aksesori  di Kantor PDAM  tidak ada yang sempat diselamatkan.

“Semua tidak terselamatkan, kecuali tas dan laptop saya. Itu pun tadi saya sedang persiapan assessment diklat manajemen air minum (pengadaan dari pusat), saya tengah belajar. Ketika itu saya dengar dari luar, posisi saya di dalam ruangan, ada teriakan kebakaran. Saya spontan keluar bawa yang bisa saya bawa,” terang Wardi saat diwawancarai.

Wardi juga menyatakan, untuk saat ini  pelayanan langsung di loket dihentikan sementara. Ia menyarankan pelanggan untuk bisa membayar tagihan air lewat mitra kerja PDAM. Bisa lewat via pos giro, Bank Kalbar Mobile,  CU Semarong, dan CU Pancur Kasih.

Baca Juga :  5 Rumah Dibabat Si Jago Merah

“Sementara pelanggan bisa bayar tagihan air lewat mitra kita. Puji Tuhan untuk data pelanggan masih aman,” ucapnya.

Untuk saat ini, Wardi menerangkan belum bisa menafsirkan jumlah kerugian yang dialami PDAM. Pihaknya menyerahkan hal tersebut kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan dan perhitungan.

“Nanti itu pihak kepolisian dan pemkab mungkin hasilnya setelah dihitung akan kita sampaikan,” jelasnya. Di sisi lain, Wardi juga mengungkapkan bahwa saat ini belum bisa dipastikan penyebab kebakaran. Ia juga menyampaikan terima kasih atas bantuan semua pihak yang memadamkan api, damkar dan juga pihak kepolisian.

“Atas kejadian tersebut, kami memohonan maaf khususnya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang, selaku pemegang saham. Pasalnya, kejadian ini tidak dapat dikendali, dan begitu cepat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sepuluh Ruko Kopel di Jalan Karya Sosial Terbakar

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bengkayang, AKP Antonius Trias Kuncorojati yang turut hadir di TKP saat kebakaran tersebut terjadi memastikan bahwa personel Polres Bengkayang langsung melakukan olah TKP dengan memasang garis polisi. Hal itu dilakukan sebagai tanda bahwa lokasi tersebut berada dalam penyelidikan polisi untuk mengetahui pasti penyebab terjadinya kebakaran.

Hingga saat ini pihaknya masih melakukan identifikasi di lokasi kebakaran. Untuk faktor penyebab, sejauh ini belum bisa dipastikan dari mana api berasal. Meski demikian, dari keterangan saksi-saksi, diduga kebakaran terjadi akibat korsleting listrik.

“Tadi dari saksi yang juga karyawan PDAM bahwa listrik di kantor sempat mati hidup. Tidak lama keluar asap dan api langsung membesar,” tutupnya. (sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/