alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Aksi Bunuh Diri Marak Terjadi di Monterado

Sepanjang Juli: Dua Tewas, Satu Selamat

BENGKAYANG – Aksi bunuh diri kembali terjadi di Monterado. Dalam sepanjang bulan Juli, sudah tiga kali kejadian bunuh diri di kecamatan ini. Dua tewas, sementara satu orang berhasil diselamatkan warga dan polisi. Terbaru, masyarakat Desa Siaga dihebohkan dengan penemuan jenazah laki-laki yang diketahui berinisial UC (24) di kamar tidurnya, Jumat (30/7). pemuda ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dengan menggunakan seutas selang air.
Kapolsek monterado, Iptu Edy Wuriyawan menjelaskan kejadian bermula saat Piket Polsek Monterado Polres Bengkayang mendapat laporan dari warga. Petugas  bersama tenaga medis dari Puskesmas Monterado langsung menuju lokasi kejadian.
“Sesampainya di lokasi kejadian petugas medis segera melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban. Sementara personel melakukan olah TKP di tempat korban mengakhiri hidupnya,” jelas Kapolsek saat dikonfirmasi, Minggu (31/7).
Edy melanjutkan, menurut keterangan saksi yang merupakan ibu korban, tidak diketahui apa penyebab anaknya tersebut melakukan aksi nekat sampai mengakhiri hidupnya tersebut.  Akan tetapi, sambung Kapolsek, sebelumnya korban sempat membawa pisau dan berkata kepada saksi bahwa korban hendak melakukan aksi bunuh diri. Namun, hal itu bisa dicegah oleh ibu korban dan korban berhasil ditenangkan.
“Ibu korban tidak mengetahui dengan jelas apa penyebabnya sehingga korban nekat mengakhiri hidupnya. Yang jelas sebelumnya korban sempat membawa pisau dan berkata kepada ibunya, bahwa korban mau bunuh diri, tetapi ibunya menenangkannya dan mengambil pisau darinya kemudian menyembunyikan pisau tersebut,” terangnya.  “Sang ibu juga sempat menanyakan kepada korban alasan kenapa sampai mau bunuh diri, tetapi korban tidak menjawabnya,” timpalnya.
Setelah kejadian itu, malam harinya, sekitar pukul 24.00 WIB, ibu korban masuk ke kamar dengan maksud untuk tidur dan melihat korban mondar-mandir mencari sesuatu. Hingga beberapa saat kemudian ibu korban tertidur dan tak mengetahui bagaimana kondisi korban.
“Hingga tiba-tiba ibunya terbangun karena mendengar bunyi dari kamar korban, ibunya pun bergegas menuju kamarnya dan melihat korban sudah dalam keadaan tergantung tidak bernyawa,” jelas Kapolsek.
Saat ini, lanjutnya, jenazah sudah dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ada tanda bukti kekerasan, dan ini merupakan murni peristiwa bunuh diri. “Pihak keluarga sudah merelakan kejadian ini dan menolak untuk dilakukan autopsi,” tutup Kapolsek. (Sig)
Baca Juga :  Kejari Musnahkan Barang Bukti

Sepanjang Juli: Dua Tewas, Satu Selamat

BENGKAYANG – Aksi bunuh diri kembali terjadi di Monterado. Dalam sepanjang bulan Juli, sudah tiga kali kejadian bunuh diri di kecamatan ini. Dua tewas, sementara satu orang berhasil diselamatkan warga dan polisi. Terbaru, masyarakat Desa Siaga dihebohkan dengan penemuan jenazah laki-laki yang diketahui berinisial UC (24) di kamar tidurnya, Jumat (30/7). pemuda ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dengan menggunakan seutas selang air.
Kapolsek monterado, Iptu Edy Wuriyawan menjelaskan kejadian bermula saat Piket Polsek Monterado Polres Bengkayang mendapat laporan dari warga. Petugas  bersama tenaga medis dari Puskesmas Monterado langsung menuju lokasi kejadian.
“Sesampainya di lokasi kejadian petugas medis segera melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban. Sementara personel melakukan olah TKP di tempat korban mengakhiri hidupnya,” jelas Kapolsek saat dikonfirmasi, Minggu (31/7).
Edy melanjutkan, menurut keterangan saksi yang merupakan ibu korban, tidak diketahui apa penyebab anaknya tersebut melakukan aksi nekat sampai mengakhiri hidupnya tersebut.  Akan tetapi, sambung Kapolsek, sebelumnya korban sempat membawa pisau dan berkata kepada saksi bahwa korban hendak melakukan aksi bunuh diri. Namun, hal itu bisa dicegah oleh ibu korban dan korban berhasil ditenangkan.
“Ibu korban tidak mengetahui dengan jelas apa penyebabnya sehingga korban nekat mengakhiri hidupnya. Yang jelas sebelumnya korban sempat membawa pisau dan berkata kepada ibunya, bahwa korban mau bunuh diri, tetapi ibunya menenangkannya dan mengambil pisau darinya kemudian menyembunyikan pisau tersebut,” terangnya.  “Sang ibu juga sempat menanyakan kepada korban alasan kenapa sampai mau bunuh diri, tetapi korban tidak menjawabnya,” timpalnya.
Setelah kejadian itu, malam harinya, sekitar pukul 24.00 WIB, ibu korban masuk ke kamar dengan maksud untuk tidur dan melihat korban mondar-mandir mencari sesuatu. Hingga beberapa saat kemudian ibu korban tertidur dan tak mengetahui bagaimana kondisi korban.
“Hingga tiba-tiba ibunya terbangun karena mendengar bunyi dari kamar korban, ibunya pun bergegas menuju kamarnya dan melihat korban sudah dalam keadaan tergantung tidak bernyawa,” jelas Kapolsek.
Saat ini, lanjutnya, jenazah sudah dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ada tanda bukti kekerasan, dan ini merupakan murni peristiwa bunuh diri. “Pihak keluarga sudah merelakan kejadian ini dan menolak untuk dilakukan autopsi,” tutup Kapolsek. (Sig)
Baca Juga :  Perumdam Tirta Bengkayang Laksanakan Pembinaan Mental, Fisik, dan Disiplin

Most Read

Artikel Terbaru

/