alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Deklarasi Kesepakatan Damai Pilkada

PUTUSSIBAU – Kegiatan deklarasi kesepakatan damai dalam rangka pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu tahun 2020 dilaksanakan di Aula Bank Kalbar Putussibau, Rabu (30/9/2020). Kegiatan yang diinisiasi oleh Polres Kapuas Hulu itu melibatkan pasangan calon perserta Pilkada 2020, penyelenggara serta pengawas Pemilu, juga Fokopimda Kapuas Hulu.

Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Wedy Mahadi menuturkan deklarasi damai adalah komitmen bersama. Tujuannya agar terwujud Pilkada yang aman, damai, bermartabat dan sehat.

“Ini sebetulnya komitmen kita bersama dari Paslon maupun Penyelenggara, serta elemen terkait, ” tegasnya, Rabu (30/9/2020)

Saat ini, kata Kapolres, pilkada masuk masa kampanye kegiatannya selama 71 hari. Tahapan ini tentu menyita energi semua pihak, penyelenggara, pengawas terutama masing-masing paslon. Namun hal terpenting lainnya yang tidak boleh diabaikan adalah pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 ini jika diabaikan bisa menjadikan episentrum di Indonesia. Sebab itu protokol kesehatan harus diterapkan saat kampanye,” tegasnya.

Kapolres menuturkan peraturan Pilkada cukup banyak. Itu harus di ikuti semuanya. Hal-hal yang beresiko seperti isu sara, diharapkan itu tidak diangkat oleh Paslon dan tim kampanye, kedepankanlah penyampaian program unggulan dalam membangun masyarakat. “Supaya Kapuas Hulu mampu bersaing dengan kabupaten lain,” ujarnya.

Baca Juga :  7 Kilometer Karangan Bunut-Manua Sadap Dibangun

Setiap paslon adalah putra putri terbaik daerah. Ini harus menyatukan, mencerdaskan masyarakat di daerahnya. “Jangan lakukan black campaign. Hendaknya bawa kesejukan di masyarakat dan masing-masing pendukung,” ujar Kapolres.

Dilain sisi Kapolres juga mengingatkan satuannya serta jajaran lembaga negara, agar tetap menjaga netralitas saat Pilkada. “Netralitas TNI-Polri dan Penyelengaran Negara adalah harga mati. Ini juga harus dipegamg teguh bersama,” tutupnya.

Sementara itu Wabup Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero mengharapkan pilkada tahun ini dapat menghadirkan pemimpin yang memiliki kebijakan butom up. Hal ini penting untuk keberpihakan kepentingan rakyat. “Pemimpin harus aspiratif terhadap kepentingan rayat dibandingkan kepentingan kelompok,” tegas Wabup.

Terkait Pemilu, kata Wabup,  sekarang sudah masuk tahapan kampanye. Sebelumnya KPU sudah melakukan undi nomor urut paslon. Kondisi dilapangan bisa saja pemilih masih memandang kesamaan sukur ras dan agama, lalu isu warna untuk kedekatan. “Itu dapat memicu gesekan, sebab itu kita harus buat bagaimana itu tidak mengganggu persatuan kita di Kapuas Hulu,” paparnya.

Baca Juga :  BPJS Serahkan Klaim Kematian Petani Peserta; Urus Klaim, Hanya Butuh Tiga Hari

Wabup menuturkan pemilu dimasa pandemi bukan hal mudah. Proses pemilu yang mengumpulkan orang, ini berpotensi menyebarkan virus Covid-19. “Untuk itu setiap masalah harus diantisipasi agar tidak terjadi dan meluas, apalagi menimbulkan klaster baru atau mengganggu keamanan,” ucap Wabup.

Wabup juga berpesan pada perserta pilkada dan penyelenggara serta pihak terkait lainnya terus berkoordinasi yang baik, dalam rangka mengantisipasi permasalahan yang terjadi. “Kami mengapresiasi Polres Kapuas Hulu yang telah melaksanakan kegiatan komitmen bersama damai pada Pilkada Kapuas Hulu tahun 2020. Mari kita wujudkan pilkada yang aman, damai, bermartabat juga sehat, ” pungkas Wabup. (dRe)

PUTUSSIBAU – Kegiatan deklarasi kesepakatan damai dalam rangka pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu tahun 2020 dilaksanakan di Aula Bank Kalbar Putussibau, Rabu (30/9/2020). Kegiatan yang diinisiasi oleh Polres Kapuas Hulu itu melibatkan pasangan calon perserta Pilkada 2020, penyelenggara serta pengawas Pemilu, juga Fokopimda Kapuas Hulu.

Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Wedy Mahadi menuturkan deklarasi damai adalah komitmen bersama. Tujuannya agar terwujud Pilkada yang aman, damai, bermartabat dan sehat.

“Ini sebetulnya komitmen kita bersama dari Paslon maupun Penyelenggara, serta elemen terkait, ” tegasnya, Rabu (30/9/2020)

Saat ini, kata Kapolres, pilkada masuk masa kampanye kegiatannya selama 71 hari. Tahapan ini tentu menyita energi semua pihak, penyelenggara, pengawas terutama masing-masing paslon. Namun hal terpenting lainnya yang tidak boleh diabaikan adalah pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 ini jika diabaikan bisa menjadikan episentrum di Indonesia. Sebab itu protokol kesehatan harus diterapkan saat kampanye,” tegasnya.

Kapolres menuturkan peraturan Pilkada cukup banyak. Itu harus di ikuti semuanya. Hal-hal yang beresiko seperti isu sara, diharapkan itu tidak diangkat oleh Paslon dan tim kampanye, kedepankanlah penyampaian program unggulan dalam membangun masyarakat. “Supaya Kapuas Hulu mampu bersaing dengan kabupaten lain,” ujarnya.

Baca Juga :  TNI Gelar Karya Bakti ke Wilayah Malaysia

Setiap paslon adalah putra putri terbaik daerah. Ini harus menyatukan, mencerdaskan masyarakat di daerahnya. “Jangan lakukan black campaign. Hendaknya bawa kesejukan di masyarakat dan masing-masing pendukung,” ujar Kapolres.

Dilain sisi Kapolres juga mengingatkan satuannya serta jajaran lembaga negara, agar tetap menjaga netralitas saat Pilkada. “Netralitas TNI-Polri dan Penyelengaran Negara adalah harga mati. Ini juga harus dipegamg teguh bersama,” tutupnya.

Sementara itu Wabup Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero mengharapkan pilkada tahun ini dapat menghadirkan pemimpin yang memiliki kebijakan butom up. Hal ini penting untuk keberpihakan kepentingan rakyat. “Pemimpin harus aspiratif terhadap kepentingan rayat dibandingkan kepentingan kelompok,” tegas Wabup.

Terkait Pemilu, kata Wabup,  sekarang sudah masuk tahapan kampanye. Sebelumnya KPU sudah melakukan undi nomor urut paslon. Kondisi dilapangan bisa saja pemilih masih memandang kesamaan sukur ras dan agama, lalu isu warna untuk kedekatan. “Itu dapat memicu gesekan, sebab itu kita harus buat bagaimana itu tidak mengganggu persatuan kita di Kapuas Hulu,” paparnya.

Baca Juga :  Dorong Pendidikan Kontekstual, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu Sahkan Kurikulum Pendidikan Muatan Lokal

Wabup menuturkan pemilu dimasa pandemi bukan hal mudah. Proses pemilu yang mengumpulkan orang, ini berpotensi menyebarkan virus Covid-19. “Untuk itu setiap masalah harus diantisipasi agar tidak terjadi dan meluas, apalagi menimbulkan klaster baru atau mengganggu keamanan,” ucap Wabup.

Wabup juga berpesan pada perserta pilkada dan penyelenggara serta pihak terkait lainnya terus berkoordinasi yang baik, dalam rangka mengantisipasi permasalahan yang terjadi. “Kami mengapresiasi Polres Kapuas Hulu yang telah melaksanakan kegiatan komitmen bersama damai pada Pilkada Kapuas Hulu tahun 2020. Mari kita wujudkan pilkada yang aman, damai, bermartabat juga sehat, ” pungkas Wabup. (dRe)

Most Read

Artikel Terbaru

/