alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Bangun Gedung Korpri Tahun Ini

Siapkan Anggaran Rp13 Miliar

PUTUSSIBAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu menganggarkan dana sebesar Rp13 miliar untuk pembangunan Gedung Korpri. Rencana pembangunan itu akan dilaksanakan pada tahun ini.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kapuas Hulu Nusantara Gawat mengungkapkan bahwa Pemda akan membangun Gedung Graha Korpri dengan dana Rp13 miliar.

“Gedung Korpri itu nantinya akan digunakan untuk berbagai kegiatan pemerintahan seperti Diklatpim atau prajabatan dan kegiatan lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, dengan dibangunnya Gedung Korpri itu nantinya Kapuas Hulu tidak perlu lagi mengirimkan sejumlah pegawainya untuk mengikuti Diklatpim keluar daerah. Dengan fasilitas tersebut, menurut dia, pemerintah daerah tinggal mendatangkan narasumber ke Putussibau.

Sementara itu, Wahyu Hidayat, sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Kapuas Hulu mendukung rencana tersebut. “Saya rasa sangat penting Pemda melakukan pembangunan Gedung Korpri itu, karena nantinya tempat tersebut digunakan untuk Diklatpim kegiatan haji yang menggunakan tempat tersebut serta berbagai kegiatan lainnya,” ujarnya.

Namun Wahyu mengingatkan kepada pelaksana proyek tersebut agar dapat melaksanakan pekerjaanya sesuai aturan. “Untuk itu saya minta agar proyek yang menggunakan anggaran kurang lebih Rp13 miliar itu jangan dikerjakan asal-asalan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Bupati Berkunjung ke Rumah AM Nasir

Di sisi lain, rencana pembangunan Gedung Korpri tersebut justru menjadi sorotan sejumlah masyarakat. Salah satunya Dedi, warga Kota Putussibau.

“Mending pemerintah membangun gedung-gedung yang bersentuhan dengan pelayanan masyarakat. Itu lebih bermanfaat ketimbang bangun Gedung Korpri,” kata Dedi.

Dedi pun menyarankan agar Pemkab Kapuas Hulu dapat mencoret anggaran untuk pembangunan Graha Korpri tersebut. Menurut dia, lebih baik dana Rp13 miliar dialihkan untuk pembangunan yang lebih bermanfaat.

“Masih banyak bangunan pemerintah yang perlu dibangun baru atau direhab, mendingan dana tersebut dialihkan untuk itu saja,” ucapnya.

Seperti dilansir dari www.penakapuas.com, Ketua Nusantara Corruption Watch (NCW) Kabupaten Kapuas Hulu Tambunan pun turut menyayangkan jika pembangunan gedung yang sudah dianggarkan hingga Rp13 miliar tersebut terealisasi tahun ini. “Untuk apa bangun Gedung Graha Korpri sampai menghabiskan dana Rp13 miliar, sementara masih ada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang belum memiliki kantor alias menumpang,” sindirnya.

Tambunan mencontohkan, ada dua kantor OPD yang hingga saat ini belum memiliki kantor sendiri. Dimisalkan dia seperti Badan Pengelolaan Perbatasan yang saat ini masih menumpang di Dinas Kominfo dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang saat ini juga masih menumpang.

Baca Juga :  Pasokan Vaksin Belum Optimal

“Mendingan dana Rp13 miliar tersebut digunakan untuk bangun kantor dua OPD ini. Kan malu juga kita, kok di Kapuas Hulu masih ada OPD numpang? Sebenarnya pembangunan gedung Graha Korpri itu untuk kepentingan siapa?” tuturnya.

Tambunan seolah tak bisa menerima jika Pemkab membangun gedung Graha Korpri untuk Diklatpim, atau prajabatan dan kegiatan lainnya. Menurutnya, kurang tepat, karena selama ini masih ada juga aula yang digunakan untuk berbagai macam kegiatan pemerintahan.

“Kita punya aula Bappeda, aula Bupati dan aula MABM. Selama ini kan tidak ada masalah juga dalam melakukan kegiatan pemerintahan,” ujarnya.

Untuk itu Tambunan mengingatkan, pemerintah daerah jangan seenaknya menghamburkan uang rakyat untuk bangunan yang tidak terlalu penting. “Kita ini masih banyak bangunan pemerintah yang perlu dibangun atau direhab, ” jelasnya. (arf)

Siapkan Anggaran Rp13 Miliar

PUTUSSIBAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu menganggarkan dana sebesar Rp13 miliar untuk pembangunan Gedung Korpri. Rencana pembangunan itu akan dilaksanakan pada tahun ini.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kapuas Hulu Nusantara Gawat mengungkapkan bahwa Pemda akan membangun Gedung Graha Korpri dengan dana Rp13 miliar.

“Gedung Korpri itu nantinya akan digunakan untuk berbagai kegiatan pemerintahan seperti Diklatpim atau prajabatan dan kegiatan lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, dengan dibangunnya Gedung Korpri itu nantinya Kapuas Hulu tidak perlu lagi mengirimkan sejumlah pegawainya untuk mengikuti Diklatpim keluar daerah. Dengan fasilitas tersebut, menurut dia, pemerintah daerah tinggal mendatangkan narasumber ke Putussibau.

Sementara itu, Wahyu Hidayat, sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Kapuas Hulu mendukung rencana tersebut. “Saya rasa sangat penting Pemda melakukan pembangunan Gedung Korpri itu, karena nantinya tempat tersebut digunakan untuk Diklatpim kegiatan haji yang menggunakan tempat tersebut serta berbagai kegiatan lainnya,” ujarnya.

Namun Wahyu mengingatkan kepada pelaksana proyek tersebut agar dapat melaksanakan pekerjaanya sesuai aturan. “Untuk itu saya minta agar proyek yang menggunakan anggaran kurang lebih Rp13 miliar itu jangan dikerjakan asal-asalan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Komit Majukan Kapuas Hulu, Sis Daftar Calon Bupati

Di sisi lain, rencana pembangunan Gedung Korpri tersebut justru menjadi sorotan sejumlah masyarakat. Salah satunya Dedi, warga Kota Putussibau.

“Mending pemerintah membangun gedung-gedung yang bersentuhan dengan pelayanan masyarakat. Itu lebih bermanfaat ketimbang bangun Gedung Korpri,” kata Dedi.

Dedi pun menyarankan agar Pemkab Kapuas Hulu dapat mencoret anggaran untuk pembangunan Graha Korpri tersebut. Menurut dia, lebih baik dana Rp13 miliar dialihkan untuk pembangunan yang lebih bermanfaat.

“Masih banyak bangunan pemerintah yang perlu dibangun baru atau direhab, mendingan dana tersebut dialihkan untuk itu saja,” ucapnya.

Seperti dilansir dari www.penakapuas.com, Ketua Nusantara Corruption Watch (NCW) Kabupaten Kapuas Hulu Tambunan pun turut menyayangkan jika pembangunan gedung yang sudah dianggarkan hingga Rp13 miliar tersebut terealisasi tahun ini. “Untuk apa bangun Gedung Graha Korpri sampai menghabiskan dana Rp13 miliar, sementara masih ada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang belum memiliki kantor alias menumpang,” sindirnya.

Tambunan mencontohkan, ada dua kantor OPD yang hingga saat ini belum memiliki kantor sendiri. Dimisalkan dia seperti Badan Pengelolaan Perbatasan yang saat ini masih menumpang di Dinas Kominfo dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang saat ini juga masih menumpang.

Baca Juga :  Bupati Berkunjung ke Rumah AM Nasir

“Mendingan dana Rp13 miliar tersebut digunakan untuk bangun kantor dua OPD ini. Kan malu juga kita, kok di Kapuas Hulu masih ada OPD numpang? Sebenarnya pembangunan gedung Graha Korpri itu untuk kepentingan siapa?” tuturnya.

Tambunan seolah tak bisa menerima jika Pemkab membangun gedung Graha Korpri untuk Diklatpim, atau prajabatan dan kegiatan lainnya. Menurutnya, kurang tepat, karena selama ini masih ada juga aula yang digunakan untuk berbagai macam kegiatan pemerintahan.

“Kita punya aula Bappeda, aula Bupati dan aula MABM. Selama ini kan tidak ada masalah juga dalam melakukan kegiatan pemerintahan,” ujarnya.

Untuk itu Tambunan mengingatkan, pemerintah daerah jangan seenaknya menghamburkan uang rakyat untuk bangunan yang tidak terlalu penting. “Kita ini masih banyak bangunan pemerintah yang perlu dibangun atau direhab, ” jelasnya. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/