alexametrics
25.3 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

Butuh 2.248 Guru

KEPALA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu Petrus Kusnadi, mengakui, jika saat ini Kabupaten Kapuas Hulu kekurangan tenaga pengajar. Setidaknya mereka masih membutuhkan 2.248 guru untuk tingkat SD hingga SMP.

“Kekurangan guru memang menjadi persoalan serius. Berdasarkan perhitungan rombongan belajar, Kapuas Hulu membutuhkan 2.248 guru SD dan SMP,” katanya.

Dikatakan Petrus, saat ini jumlah guru SD atau sederajat sebanyak 2.275 orang, terdiri dari guru negeri sebanyak 1.911 orang, guru kontrak daerah sebanyak 268 orang, dan guru honor sekolah sebanyak 573 orang. Dari jumlah guru SD tersebut, menurut dia, tersebar di 407 SD, dengan jumlah kelas sebanyak 2.471 kelas rombongan belajar dan total jumlah siswa SD sebanyak 25.924 siswa. Sedangkan untuk guru SMP, menurut dia, dibutuhkan sebanyak 1.236 orang, terdiri dari guru negeri 533 orang, guru kontrak daerah sebanyak 207 orang, dan guru honor sekolah sebanyak 496 orang.

Baca Juga :  Legislatif Sidak Pangkalan Gas

Disampaikan Petrus, jumlah SMP atau sederajat di Kapuas Hulu sebanyak 100 sekolah, dengan jumlah kelas atau rombongan belajar sebanyak 500, serta jumlah siswa keseluruhan sebanyak 8.112 siswa. “Jadi kalau kita berbicara kebutuhan guru di masing-masing sekolah berdasarkan perhitungan rombongan belajar, idealnya memang kita masih membutuhkan 2.248 guru, sedangkan saat ini kita masih sangat kekurangan guru,” aku Petrus.

Dikatakan Petrus, kekurangan guru di wilayah Kapuas Hulu juga sudah disampaikan ke Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, lantaran penerimaan CPNS menjadi kewenangan Pemerintah Pusat. Akan tetapi, Pemerintah Daerah Kapuas Hulu, diungkapkan dia, telah berupaya dengan mengangkat tenaga kontrak guru, namun terbatas karena terkendala anggaran. “Pak Bupati sudah sering kali menyampaikan kekurangan guru ke Pusat, dalam usulan penerimaan CPNS juga itu telah disampaikan, namun jumlah penerimaan tidak sesuai usulan dari daerah,” jelasnya.

Baca Juga :  Tak Hanya Pintar tapi Berakhlak

Ia menyampaikan, setiap tahun juga ada guru pensiun, sedangkan pengangkatan tenaga guru tidak setiap tahunnya. Diakui dia, tentu hal ini menjadi persoalan.

“Harapan kita Kapuas Hulu yang merupakan kabupaten perbatasan dapat menjadi prioritas dalam pengangkatan maupun penerimaan CPNS bidangpendidikan,” pungkasnya. (arf)

KEPALA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu Petrus Kusnadi, mengakui, jika saat ini Kabupaten Kapuas Hulu kekurangan tenaga pengajar. Setidaknya mereka masih membutuhkan 2.248 guru untuk tingkat SD hingga SMP.

“Kekurangan guru memang menjadi persoalan serius. Berdasarkan perhitungan rombongan belajar, Kapuas Hulu membutuhkan 2.248 guru SD dan SMP,” katanya.

Dikatakan Petrus, saat ini jumlah guru SD atau sederajat sebanyak 2.275 orang, terdiri dari guru negeri sebanyak 1.911 orang, guru kontrak daerah sebanyak 268 orang, dan guru honor sekolah sebanyak 573 orang. Dari jumlah guru SD tersebut, menurut dia, tersebar di 407 SD, dengan jumlah kelas sebanyak 2.471 kelas rombongan belajar dan total jumlah siswa SD sebanyak 25.924 siswa. Sedangkan untuk guru SMP, menurut dia, dibutuhkan sebanyak 1.236 orang, terdiri dari guru negeri 533 orang, guru kontrak daerah sebanyak 207 orang, dan guru honor sekolah sebanyak 496 orang.

Baca Juga :  2.984 Rumah Terendam, 13.335 Penduduk Terdampak

Disampaikan Petrus, jumlah SMP atau sederajat di Kapuas Hulu sebanyak 100 sekolah, dengan jumlah kelas atau rombongan belajar sebanyak 500, serta jumlah siswa keseluruhan sebanyak 8.112 siswa. “Jadi kalau kita berbicara kebutuhan guru di masing-masing sekolah berdasarkan perhitungan rombongan belajar, idealnya memang kita masih membutuhkan 2.248 guru, sedangkan saat ini kita masih sangat kekurangan guru,” aku Petrus.

Dikatakan Petrus, kekurangan guru di wilayah Kapuas Hulu juga sudah disampaikan ke Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, lantaran penerimaan CPNS menjadi kewenangan Pemerintah Pusat. Akan tetapi, Pemerintah Daerah Kapuas Hulu, diungkapkan dia, telah berupaya dengan mengangkat tenaga kontrak guru, namun terbatas karena terkendala anggaran. “Pak Bupati sudah sering kali menyampaikan kekurangan guru ke Pusat, dalam usulan penerimaan CPNS juga itu telah disampaikan, namun jumlah penerimaan tidak sesuai usulan dari daerah,” jelasnya.

Baca Juga :  Banjir Rendam Sepuluh Kecamatan

Ia menyampaikan, setiap tahun juga ada guru pensiun, sedangkan pengangkatan tenaga guru tidak setiap tahunnya. Diakui dia, tentu hal ini menjadi persoalan.

“Harapan kita Kapuas Hulu yang merupakan kabupaten perbatasan dapat menjadi prioritas dalam pengangkatan maupun penerimaan CPNS bidangpendidikan,” pungkasnya. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/