alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Bangun Rantai Pasok Pertanian Berkelanjutan

PUTUSSIBAU – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan bersama Sekretaris Daerah dan sejumlah pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Kapuas Hulu menerima kunjungan Konselor Kedutaan Jerman untuk Indonesia David Tantow beserta rombongan GIZ di Pendopo Bupati, Kamis (3/6).

Dalam kunjungan tersebut, dilaksanakan Ekspose Program Kegiatan dan Penandatanganan Adendum MoU dan PKS lanjutan Antara Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dengan GIZ, terkait Rantai Pasok Pertanian Berkelanjutan, yang bebas deforestasi dan terhubung dengan pasar global.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menyampaikan, Pemda dapat melaksanakan kerjasama dengan pihak manapun, dengan tetap berpegang pada asas desentralisasi dan otonomi daerah. “Kerjasama ini merupakan sebuah upaya kita bersama dalam pengelolaan, pemberdayaan dan pelestarian sumber daya yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu,” ungkap Bupati.

Karenanya, orang nomor satu di Bumi Uncak Kapuas ini berharap melalui kesepakatan kerjasama yang akan dilaksanakan itu menghasilkan dampak positif untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kapuas Hulu. “Khususnya di bidang pertanian dan perkebunan yang menjadi program GIZ Sasci,” ucap Bupati.

Tujuan penandatanganan adendum kesepakatan bersama  antara Pemerintah Daerah Kapuas Hulu dengan GIZ adalah tentang dukungan terhadap pelaksanaan pendekatan yurisdiksi, dalam mewujudkan tata guna lahan berkelanjutan yang berfokus pada rantai pasok pertanian berkelanjutan yang dapat diverifikasi dan bebas deforestasi di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Kesepakatan bersama ini merupakan bagian dari perjanjian implementasi untuk proyek kerjasama teknis antara GIZ dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian tentang proyek kerjasama teknis rantai pasok pertanian berkelanjutan telah ditandatangani kedua belah pihak pada tanggal 23 Juli 2019,” terang Bupati.

Baca Juga :  Bupati Serahkan SK PPMHA Suku Dayak Punan

Dengan adanya kerjasama tersebut, Bupati meminta kepada jajaran perangkat daerah Kabupaten Kapuas Hulu untuk mendukung pelaksanaan program/kegiatan yang telah disepakati bersama. “Serta melakukan sinergi dan integrasi di kegiatan masing-masing, dalam rangka percepatan pencapaian visi dan misi bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu priode 2021 – 2026, yaitu terwujudnya Kapuas Hulu yang Harmonis, Energik, Berdaya Saing, Amanah dan Terampil,” papar Bupati.

Selain itu program dan kegiatan dalam rangka kerjasama dengan GIZ juga selaras dengan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2022 yaitu “Peningkatan Pembangunan Infrastruktur, SDM, Ekonomi Unggulan Masyarakat untuk percepatan pemulihan ekonomi daerah menuju Kapuas Hulu HEBAT.

Bupati juga mengharapkan komoditi perkebunan dari Kapuas Hulu, khususnya karet alam dan kelapa sawit, serta produk pertanian dan kehutanan unggulan seperti madu hutan, ikan, tengkawang, wisata alam, tenun dan kerajinan tangan, dapat terhubung lebih luas dengan pasar domestik.

Sementara itu, Konselor Kedutaan Jerman untuk Indonesia David Tantow menyampaikan, bahwa kerjasama ini sudah berlangsung cukup lama. Dirinya juga sudah banyak keliling Indonesia untuk melihat program disektor lingkungan tersebut. “Beberapa tahun belakangan ini Pemerintah Jerman juga memperhatikan terkait pertanian berkelanjutan, ini menjadi perhatian khususnya kelapa sawit dan karet berkelanjutan,” kata David Tantow.

GIZ adalah perusahaan publik milik pemerintah federal Jerman yang bergerak di bidang kerjasama internasional untuk pembangunan berkelanjutan. Dengan menggunakan dana dari Kementerian Federal Jerman untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ), GIZ menjalankan dua proyek lewat kerjasama teknis yang erat dengan pemerintah daerah di Kapuas Hulu.

Dengan ditandatanganinya kerjasama tersebut, pemerintah Jerman secara signifikan meningkatkan dukungan kepada Kabupaten Kapuas Hulu lewat pelaksanaan proyek baru yang akan berlangsung hingga Maret 2025 mendatang. “Kedua proyek tersebut dibangun atas dasar kerjasama terdahulu di sektor kehutanan dan pertanian, serta untuk menjawab permintaan global akan produk-produk yang diproduksi secara berkelanjutan,” jelas David.

Baca Juga :  Satgas Yonif 407 jadi Tenaga Pendidik

Lebih lanjut David mengatakan, GIZ mendukung 4.450 petani dalam rangka meningkatkan kapasitas mereka untuk memastikan produksi komoditas di Kapuas Hulu dapat meningkatkan pendapatan para petani dan memenuhi persyaratan keberlanjutan yang terus meningkat di pasar internasional maupun nasional. “Karena penerapan beragam standar, seperti Standar Minyak Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil Standards/ISPO). Melalui forum multi-pihak yang tergabung dalam Cagar Biosfer Kapuas Hulu, semua pemangku kepentingan terkait bekerja sama untuk menyelaraskan satu visi rantai pasok yang berkelanjutan dan bebas penggundulan hutan di Kapuas Hulu,” paparnya.

Para pemangku kepentingan bekerja sama dalam merencanakan penggunaan lahan berkelanjutan serta memastikan bahwa kawasan konservasi tinggi dilindungi, konflik dengan masyarakat lokal ditangani, dan produksi pertanian dioptimalkan. “Proyek ini juga melibatkan perusahaan swasta yang berkomitmen untuk mempromosikan ekonomi hijau dan memasok karet dan kelapa sawit dari sumber-sumber berkelanjutan di Kabupaten Kapuas Hulu,” tambahnya.

Kerjasama yang erat antara petani dan perusahaan akan meningkatkan efisiensi dalam rantai pasok dan meningkatkan nilai tambah di bidang pertanian. “Untuk mengakses pasar global dan membuktikan bahwa rantai pasoknya berkelanjutan, perusahaan memperkenalkan sistem ketertelusuran yang memungkinkan konsumen untuk melacak perjalanan produk yang mereka konsumsi sejak saat di perkebunan hingga ke meja mereka,” tuntas David. (dRe)

PUTUSSIBAU – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan bersama Sekretaris Daerah dan sejumlah pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Kapuas Hulu menerima kunjungan Konselor Kedutaan Jerman untuk Indonesia David Tantow beserta rombongan GIZ di Pendopo Bupati, Kamis (3/6).

Dalam kunjungan tersebut, dilaksanakan Ekspose Program Kegiatan dan Penandatanganan Adendum MoU dan PKS lanjutan Antara Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dengan GIZ, terkait Rantai Pasok Pertanian Berkelanjutan, yang bebas deforestasi dan terhubung dengan pasar global.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menyampaikan, Pemda dapat melaksanakan kerjasama dengan pihak manapun, dengan tetap berpegang pada asas desentralisasi dan otonomi daerah. “Kerjasama ini merupakan sebuah upaya kita bersama dalam pengelolaan, pemberdayaan dan pelestarian sumber daya yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu,” ungkap Bupati.

Karenanya, orang nomor satu di Bumi Uncak Kapuas ini berharap melalui kesepakatan kerjasama yang akan dilaksanakan itu menghasilkan dampak positif untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kapuas Hulu. “Khususnya di bidang pertanian dan perkebunan yang menjadi program GIZ Sasci,” ucap Bupati.

Tujuan penandatanganan adendum kesepakatan bersama  antara Pemerintah Daerah Kapuas Hulu dengan GIZ adalah tentang dukungan terhadap pelaksanaan pendekatan yurisdiksi, dalam mewujudkan tata guna lahan berkelanjutan yang berfokus pada rantai pasok pertanian berkelanjutan yang dapat diverifikasi dan bebas deforestasi di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Kesepakatan bersama ini merupakan bagian dari perjanjian implementasi untuk proyek kerjasama teknis antara GIZ dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian tentang proyek kerjasama teknis rantai pasok pertanian berkelanjutan telah ditandatangani kedua belah pihak pada tanggal 23 Juli 2019,” terang Bupati.

Baca Juga :  Jalan Nanga Dangkan-Landau Sedang Tangani

Dengan adanya kerjasama tersebut, Bupati meminta kepada jajaran perangkat daerah Kabupaten Kapuas Hulu untuk mendukung pelaksanaan program/kegiatan yang telah disepakati bersama. “Serta melakukan sinergi dan integrasi di kegiatan masing-masing, dalam rangka percepatan pencapaian visi dan misi bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu priode 2021 – 2026, yaitu terwujudnya Kapuas Hulu yang Harmonis, Energik, Berdaya Saing, Amanah dan Terampil,” papar Bupati.

Selain itu program dan kegiatan dalam rangka kerjasama dengan GIZ juga selaras dengan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2022 yaitu “Peningkatan Pembangunan Infrastruktur, SDM, Ekonomi Unggulan Masyarakat untuk percepatan pemulihan ekonomi daerah menuju Kapuas Hulu HEBAT.

Bupati juga mengharapkan komoditi perkebunan dari Kapuas Hulu, khususnya karet alam dan kelapa sawit, serta produk pertanian dan kehutanan unggulan seperti madu hutan, ikan, tengkawang, wisata alam, tenun dan kerajinan tangan, dapat terhubung lebih luas dengan pasar domestik.

Sementara itu, Konselor Kedutaan Jerman untuk Indonesia David Tantow menyampaikan, bahwa kerjasama ini sudah berlangsung cukup lama. Dirinya juga sudah banyak keliling Indonesia untuk melihat program disektor lingkungan tersebut. “Beberapa tahun belakangan ini Pemerintah Jerman juga memperhatikan terkait pertanian berkelanjutan, ini menjadi perhatian khususnya kelapa sawit dan karet berkelanjutan,” kata David Tantow.

GIZ adalah perusahaan publik milik pemerintah federal Jerman yang bergerak di bidang kerjasama internasional untuk pembangunan berkelanjutan. Dengan menggunakan dana dari Kementerian Federal Jerman untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ), GIZ menjalankan dua proyek lewat kerjasama teknis yang erat dengan pemerintah daerah di Kapuas Hulu.

Dengan ditandatanganinya kerjasama tersebut, pemerintah Jerman secara signifikan meningkatkan dukungan kepada Kabupaten Kapuas Hulu lewat pelaksanaan proyek baru yang akan berlangsung hingga Maret 2025 mendatang. “Kedua proyek tersebut dibangun atas dasar kerjasama terdahulu di sektor kehutanan dan pertanian, serta untuk menjawab permintaan global akan produk-produk yang diproduksi secara berkelanjutan,” jelas David.

Baca Juga :  Bantuan Korban Banjir Kapuas Hulu Mulai Mengalir

Lebih lanjut David mengatakan, GIZ mendukung 4.450 petani dalam rangka meningkatkan kapasitas mereka untuk memastikan produksi komoditas di Kapuas Hulu dapat meningkatkan pendapatan para petani dan memenuhi persyaratan keberlanjutan yang terus meningkat di pasar internasional maupun nasional. “Karena penerapan beragam standar, seperti Standar Minyak Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil Standards/ISPO). Melalui forum multi-pihak yang tergabung dalam Cagar Biosfer Kapuas Hulu, semua pemangku kepentingan terkait bekerja sama untuk menyelaraskan satu visi rantai pasok yang berkelanjutan dan bebas penggundulan hutan di Kapuas Hulu,” paparnya.

Para pemangku kepentingan bekerja sama dalam merencanakan penggunaan lahan berkelanjutan serta memastikan bahwa kawasan konservasi tinggi dilindungi, konflik dengan masyarakat lokal ditangani, dan produksi pertanian dioptimalkan. “Proyek ini juga melibatkan perusahaan swasta yang berkomitmen untuk mempromosikan ekonomi hijau dan memasok karet dan kelapa sawit dari sumber-sumber berkelanjutan di Kabupaten Kapuas Hulu,” tambahnya.

Kerjasama yang erat antara petani dan perusahaan akan meningkatkan efisiensi dalam rantai pasok dan meningkatkan nilai tambah di bidang pertanian. “Untuk mengakses pasar global dan membuktikan bahwa rantai pasoknya berkelanjutan, perusahaan memperkenalkan sistem ketertelusuran yang memungkinkan konsumen untuk melacak perjalanan produk yang mereka konsumsi sejak saat di perkebunan hingga ke meja mereka,” tuntas David. (dRe)

Most Read

Artikel Terbaru

/