alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

BBTNBKDS Lepasliarkan Tiga Orangutan

PUTUSSIBAU-Dalam rangka penguatan fungsi dan konservasi keanekaragaman hayati dalam bentuk penyelamatan satwa primata khususnya orangutan di Kalimantan Barat, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum (BBTNBKDS) pada Bulan April 2021 ini kembali melepasliarkan tiga orangutan.

Kepala BBTNBKDS Arief Mahmud mengungkapkan, ketiga orang utan bernama Leon, Ribang dan Viko akan dilepasliarkan kawasan di TNBK, tepatnya Sub DAS (Daerah Aliran Sungai) Mendalam Kecamatan Putussibau Utara.

Pelepasliaran orangutan tersebut dilaksanakan oleh Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum bersama Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang dan BKSDA Kalbar.

“Rencananya besok akan kita lepasliarkan. Hari ini akan ada serah terima dari YPOS ke BKSDA dan baru penyerahan ke BBTNBKDS,” terang Arief di kantornya, Selasa (6/4).

Pelepasliaran orangutan ini sudah tahap ke 7 yakni dengan total 16 orangutan yang sudah dilepasliarkan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tujuan daripada pelepasliaran orangutan itu sebagai upaya

Baca Juga :  Wabup Janji Benah Rumah Singgah

penguatan fungsi dan konservasi keanekaragaman hayati berupa dukungan perlindungan kawasan dan penguatan kapasitas kelembagaan melalui program pelepasliaran orangutan di Sub Das Mendalam pada kawasan TNBK.

“Ketiga orangutan yang dilepasliarkan BBTBKDS dan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang bersama BKSDA Kalbar ini merupakan orangutan hasil penyerahan dari masyarakat, dan berasal dari Katingan Kalteng dan Melawi Kalbar,” jelas Arief.

Dikatakan Arief, ketiga orangutan tersebut telah menjalani proses panjang karantina, dan rehabilitasi kesehatan fisik dan psikis di yayasan penyelamatan orangutan Kabupaten Sintang selama 3 hingga 6 tahun.

“DAS Sungai Mendalam tempat pelepasliaran orangutan ini sebelumnya sudah disurve sejak 2014-2015 sebelum orangutan ditempatkan disana,” tambahnya.

Dipilihnya DAS Sungai Mendalam sebagai tempat pelepasliaran orangutan, karena lokasi itu sudah ada orang utannya dan ketersedian pakannya cukup.

“Karena sudah sesuai tempatnya membuat yayasan penyelamatan orangutan Sintang bekerjasama untuk pelepasliaran orangutan,” timpalnya.

Baca Juga :  Dinkes Kapuas Hulu Gelar Rembuk Stunting

Dikatakan Arief, dalam proses pasca pelepasliaran, dulunya menggunakan chip namun penggunaan chip tersebut tidak efektif.

“Jadi pasca pelepasliaran orangutan ini melakukan monitoring 3 bulan melibatkan masyarakat setempat sehingga orangutan tersebut terbiasa hidup liar dihutan seperti membuat sarang maupun mencari makan dan lainnya,” jelas Arief.

Saat pelepasliaran orangutan ini kata Arief pihaknya tidak khawatir orangutan ini diburu masyarakat, karena untuk menempatkan orangutan ini di DAS Mendalam banyak proses yang dilalui.

“Kami pastikan pasca pelepasliaran orangutan ini tidak akan mendapatkan gangguan dari masyarakat. Soalnya masyarakat juga sudah paham soal ini,” kata Arief.

Pelepasliaran orangutan yang ke 7 dilakukan pada 5-8 April 2021. Masing – masing Leon dengan jenis kelamin Jantan, umur 7 tahun, sekolah hutan selama 3 tahun, Ribang jenis kelamin Jantan, umur 8 tahun, sekolah hutan selama 6 tahun, kemudianViko berjenis kelamin Betina, umur 7 tahun sekolah hutan selama 6 tahun. (dRe)

PUTUSSIBAU-Dalam rangka penguatan fungsi dan konservasi keanekaragaman hayati dalam bentuk penyelamatan satwa primata khususnya orangutan di Kalimantan Barat, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum (BBTNBKDS) pada Bulan April 2021 ini kembali melepasliarkan tiga orangutan.

Kepala BBTNBKDS Arief Mahmud mengungkapkan, ketiga orang utan bernama Leon, Ribang dan Viko akan dilepasliarkan kawasan di TNBK, tepatnya Sub DAS (Daerah Aliran Sungai) Mendalam Kecamatan Putussibau Utara.

Pelepasliaran orangutan tersebut dilaksanakan oleh Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum bersama Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang dan BKSDA Kalbar.

“Rencananya besok akan kita lepasliarkan. Hari ini akan ada serah terima dari YPOS ke BKSDA dan baru penyerahan ke BBTNBKDS,” terang Arief di kantornya, Selasa (6/4).

Pelepasliaran orangutan ini sudah tahap ke 7 yakni dengan total 16 orangutan yang sudah dilepasliarkan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tujuan daripada pelepasliaran orangutan itu sebagai upaya

Baca Juga :  2.953 Pelamar Lolos Seleksi Administrasi CPNS Pemkab Kapuas Hulu

penguatan fungsi dan konservasi keanekaragaman hayati berupa dukungan perlindungan kawasan dan penguatan kapasitas kelembagaan melalui program pelepasliaran orangutan di Sub Das Mendalam pada kawasan TNBK.

“Ketiga orangutan yang dilepasliarkan BBTBKDS dan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang bersama BKSDA Kalbar ini merupakan orangutan hasil penyerahan dari masyarakat, dan berasal dari Katingan Kalteng dan Melawi Kalbar,” jelas Arief.

Dikatakan Arief, ketiga orangutan tersebut telah menjalani proses panjang karantina, dan rehabilitasi kesehatan fisik dan psikis di yayasan penyelamatan orangutan Kabupaten Sintang selama 3 hingga 6 tahun.

“DAS Sungai Mendalam tempat pelepasliaran orangutan ini sebelumnya sudah disurve sejak 2014-2015 sebelum orangutan ditempatkan disana,” tambahnya.

Dipilihnya DAS Sungai Mendalam sebagai tempat pelepasliaran orangutan, karena lokasi itu sudah ada orang utannya dan ketersedian pakannya cukup.

“Karena sudah sesuai tempatnya membuat yayasan penyelamatan orangutan Sintang bekerjasama untuk pelepasliaran orangutan,” timpalnya.

Baca Juga :  Bangun Kapuas Hulu dari Pinggiran

Dikatakan Arief, dalam proses pasca pelepasliaran, dulunya menggunakan chip namun penggunaan chip tersebut tidak efektif.

“Jadi pasca pelepasliaran orangutan ini melakukan monitoring 3 bulan melibatkan masyarakat setempat sehingga orangutan tersebut terbiasa hidup liar dihutan seperti membuat sarang maupun mencari makan dan lainnya,” jelas Arief.

Saat pelepasliaran orangutan ini kata Arief pihaknya tidak khawatir orangutan ini diburu masyarakat, karena untuk menempatkan orangutan ini di DAS Mendalam banyak proses yang dilalui.

“Kami pastikan pasca pelepasliaran orangutan ini tidak akan mendapatkan gangguan dari masyarakat. Soalnya masyarakat juga sudah paham soal ini,” kata Arief.

Pelepasliaran orangutan yang ke 7 dilakukan pada 5-8 April 2021. Masing – masing Leon dengan jenis kelamin Jantan, umur 7 tahun, sekolah hutan selama 3 tahun, Ribang jenis kelamin Jantan, umur 8 tahun, sekolah hutan selama 6 tahun, kemudianViko berjenis kelamin Betina, umur 7 tahun sekolah hutan selama 6 tahun. (dRe)

Most Read

Artikel Terbaru

/