alexametrics
25.3 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

Tingkatkan Jumlah Desa Mandiri

PUTUSSIBAU-Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kapuas Hulu terus mendorong peningkatan jumlah desa mandiri di wilayah tersebut.

Untuk itu, DPMD menggelar rapat koordinasi Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Claster yang ketiga yakni untuk Kecamatan Embaloh Hilir dan Bunut Hilir. Kegiatan di Gelar di Aula kecamatan Kecamatan Embaloh Hilir  Tanggal 4-5 Februari 2021.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas DPMD Kapuas Hulu Alpiansyah dan dihadiri Kapolsek Embaloh Hilir, DanramiL, Camat, 20 Kades, BPD, TPP, Pendamping Lokal Desa,  PKK dan Kader Posyandu di dua Kecamatan.

Kepala Dinas PMD Kapuas Hulu Alpiansyah mengungkapkan, kegiatan claster 1 dilaksanakan di Kecamatan Semitau dan Claster 2 di Kecamatan Pengkadan.

“Rencana Kegiatan ini di lakukan secara marathon di bulan Januari-Februari. Mengingat di Kabupaten Kapuas Hulu terdiri dari 23 kecamatan dan 278 desa sehingga tidak mungkin di lakukan kegiatan normal seperti tahun- tahun sebelumnya,” ungkap Alpiansyah.

Karenanya kata Alpiansyah, dalam setiap kegiatan selalu dan wajib mengutamakan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, masker dan jaga jarak demi menghindari hal yang tidak di inginkan.

Baca Juga :  Pertama Digelar, Danyon Cup Ajang Silaturahmi TNI dengan Rakyat

“Rencana ke depan akan di lakukan claster 4 di Putussibau dan claster terakhir di Februari ini di Badau,” tambahnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli PMD Kapuas Hulu- KemenDes PDTT Dedy Hari Suprianto mengingatkan akan 4 Pilar membangun Desa yaitu Peningkatan Kapasitas Pemerintah Desa, BPD, PKK dan Bumdes.

“Itu sebagai cara yang paling efektif untuk bisa membawa masyarakt di Desa lebih Baik sesuai dengan RPJMDES dan mendukung program Nasional Peningkatan SDGs Desa,” kata Dedy.

Dedy menyampaikan, materi di hari pertama tentang peningkatan kapasitas BPD, PKK, BUMDES, Percepatan Pencairan DD tahap Pertama dan  Prioritas penggunaa Dana Desa 2021 (PERMENDES PDTT nomor 13 Tahun 2020, kemudian dilanjutkan Materi Hari Ke dua oleh KapolSek Embaloh Hilir dan Danramil tentang Kegiatan untuk Adaptasi Kebiasaan Baru di Desa Pasca Pandemik oleh bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Babinkamtibmas); bintara pembina Desa (Babinsa); mendukung penegakan disiplin di desa.

Baca Juga :  Bangun Rantai Pasok Pertanian Berkelanjutan

Lebih lanjut Dedy menambahkan, tujuan dari kegiatan Marathon Rapat koordinasi Program Pemberdayaan Masyarakat Desa yang di lakukan secara Claster Januari- Februari ini untuk menyamakan Persepsi dan Bersinergi antara DPMD , POLRI dan TNI dalam Rangka pemulihan Perekonomian Desa Pasca Pandemik dan menunjang Peningkatan status kemandirian desa di kabupaten Kapuas Hulu yang sesuai dengan Prioritas Penggunaan DD tahun 2021 dan program Nasional.

“Yaitu pemulihan Perekonomian Nasional bersekala Desa, Program Prioritas Sesuai Kewenangan Desa, Adaptasi Kebiasaan Baru , Berlanjutnya Bantuan langsung Tunai (BLT -DD)  sesuai SDGs,” kata Dedy.

Ditambahkan Dedy, pada tahun 2021 setidaknya ada 29 desa sasaran di Kabupaten KH yang telah ditetapkan melalui surat keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 579/DPMD/2020 tentang desa sasaran percepatan peningkatan status kemajuan dan kemandirian desa provinsi Kalimantan Barat tahun 2021 tanggal 9 Juli 2020. (*/dRe)

 

PUTUSSIBAU-Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kapuas Hulu terus mendorong peningkatan jumlah desa mandiri di wilayah tersebut.

Untuk itu, DPMD menggelar rapat koordinasi Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Claster yang ketiga yakni untuk Kecamatan Embaloh Hilir dan Bunut Hilir. Kegiatan di Gelar di Aula kecamatan Kecamatan Embaloh Hilir  Tanggal 4-5 Februari 2021.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas DPMD Kapuas Hulu Alpiansyah dan dihadiri Kapolsek Embaloh Hilir, DanramiL, Camat, 20 Kades, BPD, TPP, Pendamping Lokal Desa,  PKK dan Kader Posyandu di dua Kecamatan.

Kepala Dinas PMD Kapuas Hulu Alpiansyah mengungkapkan, kegiatan claster 1 dilaksanakan di Kecamatan Semitau dan Claster 2 di Kecamatan Pengkadan.

“Rencana Kegiatan ini di lakukan secara marathon di bulan Januari-Februari. Mengingat di Kabupaten Kapuas Hulu terdiri dari 23 kecamatan dan 278 desa sehingga tidak mungkin di lakukan kegiatan normal seperti tahun- tahun sebelumnya,” ungkap Alpiansyah.

Karenanya kata Alpiansyah, dalam setiap kegiatan selalu dan wajib mengutamakan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, masker dan jaga jarak demi menghindari hal yang tidak di inginkan.

Baca Juga :  Cari Rotan, Warga Dikabarkan Menghilang

“Rencana ke depan akan di lakukan claster 4 di Putussibau dan claster terakhir di Februari ini di Badau,” tambahnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli PMD Kapuas Hulu- KemenDes PDTT Dedy Hari Suprianto mengingatkan akan 4 Pilar membangun Desa yaitu Peningkatan Kapasitas Pemerintah Desa, BPD, PKK dan Bumdes.

“Itu sebagai cara yang paling efektif untuk bisa membawa masyarakt di Desa lebih Baik sesuai dengan RPJMDES dan mendukung program Nasional Peningkatan SDGs Desa,” kata Dedy.

Dedy menyampaikan, materi di hari pertama tentang peningkatan kapasitas BPD, PKK, BUMDES, Percepatan Pencairan DD tahap Pertama dan  Prioritas penggunaa Dana Desa 2021 (PERMENDES PDTT nomor 13 Tahun 2020, kemudian dilanjutkan Materi Hari Ke dua oleh KapolSek Embaloh Hilir dan Danramil tentang Kegiatan untuk Adaptasi Kebiasaan Baru di Desa Pasca Pandemik oleh bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Babinkamtibmas); bintara pembina Desa (Babinsa); mendukung penegakan disiplin di desa.

Baca Juga :  Asisten I Ikuti Vidcon Bersama Dirjen Otda

Lebih lanjut Dedy menambahkan, tujuan dari kegiatan Marathon Rapat koordinasi Program Pemberdayaan Masyarakat Desa yang di lakukan secara Claster Januari- Februari ini untuk menyamakan Persepsi dan Bersinergi antara DPMD , POLRI dan TNI dalam Rangka pemulihan Perekonomian Desa Pasca Pandemik dan menunjang Peningkatan status kemandirian desa di kabupaten Kapuas Hulu yang sesuai dengan Prioritas Penggunaan DD tahun 2021 dan program Nasional.

“Yaitu pemulihan Perekonomian Nasional bersekala Desa, Program Prioritas Sesuai Kewenangan Desa, Adaptasi Kebiasaan Baru , Berlanjutnya Bantuan langsung Tunai (BLT -DD)  sesuai SDGs,” kata Dedy.

Ditambahkan Dedy, pada tahun 2021 setidaknya ada 29 desa sasaran di Kabupaten KH yang telah ditetapkan melalui surat keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 579/DPMD/2020 tentang desa sasaran percepatan peningkatan status kemajuan dan kemandirian desa provinsi Kalimantan Barat tahun 2021 tanggal 9 Juli 2020. (*/dRe)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/