alexametrics
27 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Rapid Test 13 OTG di Badau Dipastikan Non Reaktif

BADAU – Sebagai langkah antisipasi dini terhadap penyebaran Covid-19 di wilayah perbatasan RI-Malaysia, Puskesmas Badau melakukan skrining kesehatan dan rapid test terhadap 13 warga berstatus Orang tanpa Gejala (OTG), Rabu (6/5). Dari hasil pemeriksaan tersebut didapatkan hasil non reaktif.

Kepala Puskesmas Badau dr. Maria mengungkapkan, dalam skrining kesehatan tersebut, petugas kesehatan mendatangi langsung rumah warga dengan status OTG. “Ada beberapa petugas kesehatan Puskemas Badau yang turun langsung melakukan pelayanan skrining dengan menggunakan APD lengkap ke rumah warga,” ungkap dr. Maria.

Ditambahkannya, skrining dan rapid test dilakukan untuk beberapa pasien dengan waktu berbeda, untuk pasien 01 dan 02 yang dilakukan rapid test Covid-19 dilakukan sebanyak dua kali. “Yaitu tanggal 21 April, dan 30 April 2020 dengan hasil non reaktif,” ungkap Maria.

Baca Juga :  Perjuangkan Nasib Guru Honor dan Kontrak

Kemudian untuk pasien 03 sampai dengan pasien 13 dilakukan mereka rapid test sebanyak satu kali, yaitu pada 30 April, juga dengan hasil non reaktif.

Lebih lanjut Maria mengatakan, setelah didapat hasil rapid test Covid-19, pasien yang bersangkutan tetap dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan Puskesmas. “Dan mereka diwajibkan untuk melapor ke petugas di desa, petugas kesehatan di desa, atau puskesmas melalui telemedicine via telepon atau SMS jika timbul gejala yang mengarah Covid-19,” pesan Kepala Puskemas.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, meningkatkan imunitas tubuh, kemudian sesering mungkin mencuci tangan dan menggunakan masker jika harus keluar rumah. “Masyarakat agar tetap patuh pada imbauan pemerintah, dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19,” pungkas Maria. (dRe)

BADAU – Sebagai langkah antisipasi dini terhadap penyebaran Covid-19 di wilayah perbatasan RI-Malaysia, Puskesmas Badau melakukan skrining kesehatan dan rapid test terhadap 13 warga berstatus Orang tanpa Gejala (OTG), Rabu (6/5). Dari hasil pemeriksaan tersebut didapatkan hasil non reaktif.

Kepala Puskesmas Badau dr. Maria mengungkapkan, dalam skrining kesehatan tersebut, petugas kesehatan mendatangi langsung rumah warga dengan status OTG. “Ada beberapa petugas kesehatan Puskemas Badau yang turun langsung melakukan pelayanan skrining dengan menggunakan APD lengkap ke rumah warga,” ungkap dr. Maria.

Ditambahkannya, skrining dan rapid test dilakukan untuk beberapa pasien dengan waktu berbeda, untuk pasien 01 dan 02 yang dilakukan rapid test Covid-19 dilakukan sebanyak dua kali. “Yaitu tanggal 21 April, dan 30 April 2020 dengan hasil non reaktif,” ungkap Maria.

Baca Juga :  New Normal Berusaha, Dewan Usulkan Sanksi Bagi Pelanggar

Kemudian untuk pasien 03 sampai dengan pasien 13 dilakukan mereka rapid test sebanyak satu kali, yaitu pada 30 April, juga dengan hasil non reaktif.

Lebih lanjut Maria mengatakan, setelah didapat hasil rapid test Covid-19, pasien yang bersangkutan tetap dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan Puskesmas. “Dan mereka diwajibkan untuk melapor ke petugas di desa, petugas kesehatan di desa, atau puskesmas melalui telemedicine via telepon atau SMS jika timbul gejala yang mengarah Covid-19,” pesan Kepala Puskemas.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, meningkatkan imunitas tubuh, kemudian sesering mungkin mencuci tangan dan menggunakan masker jika harus keluar rumah. “Masyarakat agar tetap patuh pada imbauan pemerintah, dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19,” pungkas Maria. (dRe)

Most Read

Artikel Terbaru

/