alexametrics
30.6 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Janji Lebih Meriah

KETUA Panitia Cap Go Meh Putussibau, Franciska Mening berharap agar Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu telah menjadikan Cap Go Meh ini sebagai agenda tahunan, yang anggarannya rutin setiap tahun dianggarkan oleh Pemda. “Ini merupakan budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi untuk mendatangkan para wisatawan khususnya dari negara tetangga Malaysia,” terang Mening ditemui usai kemeriahan Cap Go Meh yang dipusatkan di Pasar Merdeka Putussibau, Sabtu (8/2) malam.

Lebih lanjut Mening berjanji, apabila ke depannya pemerintah daerah berkenan menganggarkan dana rutin dan dimasukkan dalam agenda Pemda untuk event tersebut, pihaknya akan membuat event tersebut menjadi lebih besar dan meriah lagi. Sebut dia, mulai dari penambahan naga, baik yang besar maupun yang kecil, dan juga akan mendatangkan Tatung dari daerah luar.

“Jika pemerintah daerah berkenan menganggarkan dana rutin, kedepannya kami akan membuat festival ini menjadi lebih meriah, seperti mengadakan festival lampion, pawai budaya multi etnis, lomba membuat kue Tionghoa dan lain sebagainya,” ungkap Mening.

Baca Juga :  Salurkan Sembako Gratis untuk 3 Kecamatan

Pemilik lumbung kerajinan tangan Kerawing Gallery itu menjelaskan bahwa anggaran lainnya yang digunakan murni dari sukarela karena minimnya dana. Disebutkan dia bagaimana seluruh unsur panitia benar-benar bekerja dengan hati karena telah terpatri semangat dalam memiliki budaya Tionghoa.

“Atas nama unsur panitia, saya sangat mengapresiasi warga masyarakat Kapuas Hulu pada umumnya atas partisipasinya, dan terimakasih kepada sanggar-sanggar dan para artis atas partisipasinya, serta minta maaf kepada pemerintah terutama pihak kepolisian karena telah membuat jalan macet,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia, Atung menyatakan, untuk perayaan Cap Go Meh Kali ini, warga masyarakat Tionghoa yang muslim pun juga ikut serta, karena event tersebut tidak memandang agama, dan juga tidak menutup dari berbagai etnis untuk bersatu, sebab yang terpenting adalah NKRI.

“Intinya ke depan, harapan kami selaku warga masyarakat Tionghoa Kapuas Hulu, bagaimana pemerintah daerah Kapuas Hulu mengemas Cap Go Meh ini menjadi suatu kekayaan budaya daerah yang bisa dikembangkan, yang disupport secara optimal oleh Pemerintah daerah setempat sehingga kualitas dan kuantitasnya semakin menarik menjadi tontonan dan dapat mendatangkan wisatawan dari luar negeri. Semoga event ini dimasukkan oleh Pemda Kabupaten Kapuas Hulu dalam agenda rutin tahunan,” harap Atung.

Baca Juga :  Aktivitas Warga Lumpuh

Sebagaimana diketahui, Cap Go Meh melambangkan hari ke-15 atau hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Perayaannya sendiri di Kota Putussibau berlangsung meriah. Terlihat para petugas keamanan sibuk mengatur arus lalu lintas di sepanjang ruas jalan, mulai dari Jembatan Kapuas hingga di simpang Masjid Agung Darunnajah Putussibau, dikarenakan akses masuk ke jalan Pasar Merdeka dan sekitarnya macet parah Ribuan warga berbondong-bondong datang silih berganti hanya ingin menyaksikan  festival budaya Tionghoa tersebut. (arf)

KETUA Panitia Cap Go Meh Putussibau, Franciska Mening berharap agar Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu telah menjadikan Cap Go Meh ini sebagai agenda tahunan, yang anggarannya rutin setiap tahun dianggarkan oleh Pemda. “Ini merupakan budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi untuk mendatangkan para wisatawan khususnya dari negara tetangga Malaysia,” terang Mening ditemui usai kemeriahan Cap Go Meh yang dipusatkan di Pasar Merdeka Putussibau, Sabtu (8/2) malam.

Lebih lanjut Mening berjanji, apabila ke depannya pemerintah daerah berkenan menganggarkan dana rutin dan dimasukkan dalam agenda Pemda untuk event tersebut, pihaknya akan membuat event tersebut menjadi lebih besar dan meriah lagi. Sebut dia, mulai dari penambahan naga, baik yang besar maupun yang kecil, dan juga akan mendatangkan Tatung dari daerah luar.

“Jika pemerintah daerah berkenan menganggarkan dana rutin, kedepannya kami akan membuat festival ini menjadi lebih meriah, seperti mengadakan festival lampion, pawai budaya multi etnis, lomba membuat kue Tionghoa dan lain sebagainya,” ungkap Mening.

Baca Juga :  Cara Prajurit Merelakan dan Mengikhlaskan Dirinya

Pemilik lumbung kerajinan tangan Kerawing Gallery itu menjelaskan bahwa anggaran lainnya yang digunakan murni dari sukarela karena minimnya dana. Disebutkan dia bagaimana seluruh unsur panitia benar-benar bekerja dengan hati karena telah terpatri semangat dalam memiliki budaya Tionghoa.

“Atas nama unsur panitia, saya sangat mengapresiasi warga masyarakat Kapuas Hulu pada umumnya atas partisipasinya, dan terimakasih kepada sanggar-sanggar dan para artis atas partisipasinya, serta minta maaf kepada pemerintah terutama pihak kepolisian karena telah membuat jalan macet,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia, Atung menyatakan, untuk perayaan Cap Go Meh Kali ini, warga masyarakat Tionghoa yang muslim pun juga ikut serta, karena event tersebut tidak memandang agama, dan juga tidak menutup dari berbagai etnis untuk bersatu, sebab yang terpenting adalah NKRI.

“Intinya ke depan, harapan kami selaku warga masyarakat Tionghoa Kapuas Hulu, bagaimana pemerintah daerah Kapuas Hulu mengemas Cap Go Meh ini menjadi suatu kekayaan budaya daerah yang bisa dikembangkan, yang disupport secara optimal oleh Pemerintah daerah setempat sehingga kualitas dan kuantitasnya semakin menarik menjadi tontonan dan dapat mendatangkan wisatawan dari luar negeri. Semoga event ini dimasukkan oleh Pemda Kabupaten Kapuas Hulu dalam agenda rutin tahunan,” harap Atung.

Baca Juga :  Salurkan Sembako Gratis untuk 3 Kecamatan

Sebagaimana diketahui, Cap Go Meh melambangkan hari ke-15 atau hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Perayaannya sendiri di Kota Putussibau berlangsung meriah. Terlihat para petugas keamanan sibuk mengatur arus lalu lintas di sepanjang ruas jalan, mulai dari Jembatan Kapuas hingga di simpang Masjid Agung Darunnajah Putussibau, dikarenakan akses masuk ke jalan Pasar Merdeka dan sekitarnya macet parah Ribuan warga berbondong-bondong datang silih berganti hanya ingin menyaksikan  festival budaya Tionghoa tersebut. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/